Losing

Ramadhan kali ini, tidak ada lagi Ibu dirumah. Ibu, panggilanku untuk Ibu mertuaku. She left us on 28th February 2019.

Ibu sudah lama sakit. Tapi kadang sembuh, sakit lagi, sembuh lagi. Kami sudah mencoba berbagai macam pengobatan. Dan beliau sudah keluar-masuk RS. Ibu nggak pernah putus asa untuk sembuh.

Sebulan sebelum Ibu pergi, keadaan beliau memburuk. Ibu udah ga kuat menopang badan. Harus dipapah ke toilet. Tidur dg posisi setengah duduk di kursi roda karena pinggangnya sakit sekali saat berbaring.

We knew she really in pain. She barely to eat, to sleep, to move. Every single her joints were sick. In our thought, she will be healed and strong like before. We did the best to make her feel comfort. To be honest we not prepared for this. We just not ready. Especially for my husband family.

Hari sebelum Ibu pergi, aku sempat jenguk Ibu di RS. Sekitar maghrib, kondisi beliau masih sama. Belum menunjukkan tanda perubahan. Aku sedih sekali. Perasaan nggak enak muncul di dada. Tapi aku tepis. Karena aku punya bayi jadi nggak bisa lama-lama di RS. Aku pulang kerumah.

Sekitar pukul 9 malam, perasaan makin nggak enak. Ada degup-degup cemas yg susah diungkapkan. Bahkan aku mendengar suara suami minta dibukakan pintu. Jelas-jelas beliau tidak dirumah. Sedang menemani ibu di RS.

Aku telpon suami, buat pantau perkembangan Ibu. Alhamdulillah Ibu udah bisa tidur, dan sempat minta bakso walau belum dimakan. Karena Ibu udah tidur, suami bilang mau pulang istirahat. Suamiku udah berhari-hari di RS, kurang tidur. Aku tau beliau lelah sekali.

Jam 11 malam perasaanku masih nggak karuan. Aku takut ini sebuah firasat. Aku telpon adik ipar. Alhamdulillah Ibu enak tidurnya, pulas. Papa mertua juga lagi tidur, kecapean. Aku diminta nggak usah khawatir, kalo ada apa-apa bakal dikabari.

Jam 12 lewat, HP suamiku berdering.

For any minutes, he just stared blankly and said, “ Ibu udah nggak ada“. Then we burst into confusion and tears. Even when I remember that night, it still painful.

Ibu. She is the best mother in law I ever had. She treat me like her own daughter. Beliau perhatian sekali ke semua anak-anaknya. Ibu selalu memastikan aku sudah makan, nggak kelaparan. Kalo aku nggak keluar kamar pasti ditanyain, apa sedang sakit. Apa aku mau ke dokter :’)

4 tahun tinggal bersama, serumah bareng Ibu. Nggak pernah ada gesekan seperti kejadian di orang-orang yang serumah dengan mertua.

Bukan aku saja yang mengakui kebaikan Ibu. Saudara-saudari Ibu pun mengakui. Banyak yang kehilangan. Karena sifat Ibu sangat dermawan, ringan tangan, sangat perhatian. Beliau pendengar yang baik. Lebih suka mendengar daripada bicara.

Aku belum bisa membalas satu pun kebaikan dan kemurahan hati Ibu. Semoga Alloh mengampuni dan menggugurkan dosa-dosa Ibu selama hidup, lewat sakitnya.

Allahummaghfirlaha warhamha waafihi wafuanha.

Alhamdulillah di saat terakhir, aku bisa berkhidmat untuk Ibu, memandikan, mengkafani dan menyolatkannya. I can kissed her for the last time. Her face was bright. She just like sleeping, like she already free from all the pain. And it’s make me wonder. Is it real ? She already left us.

Ibu meninggalkan suami, dua anak, dua menantu, dan satu cucu.

We’ll be missing her cook.

Her rendang and gulai for Lebaran. And our house suddenly become so quiet and gloomy since she left. I know all the family member try to heal. It takes time.

Lebaran tahun ini untuk pertama kalinya semua menjadi berbeda.

Semoga lebaran berikutnya akan lebih ceria, lebih berwarna.

Selamat jalan Ibu, semoga tenang di sisi Allah. Semoga Allah menaungi dan melapangkan rumah baru Ibu dengan rahmat-Nya.

I’ll always miss your presence.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: