Sepotong cerita lebaran 2016 (part 1)

Assalamualaikum.

Taqqabalallahu minkum minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Taqabalallahu yaa kariim.

Happy yaaa yang baru pulang liburan, jalan-jalan, kumpul keluarga. Berhubung lebaran kali ini seruuu banget buat saya, sayang kalo cuman diingat dalam kenangan, bisa lupa !. Jadi saya tulis aja deh disini. Berhubung ceritanya lumayan panjang, saya bagi dua bagian. Biar ga lelah bacanya.

Sebenernya libur lebaran kali ini cukup singkat rasanya buat saya. Saya baru dapat libur tanggal 27 Juni karena tugas sebagai panitia penerimaan siswa baru. Suami juga masih kerja di tanggal 1 Juli. Di kota kami semua instansi baik negeri/swasta serentak masuk kerja hari Senin tanggal 11 Juli. Jadi semua serasa kejar-kejaran. Malahan saya ga nyiapin kue lebaran apapun, cuma nyumbang bikin manisan kolang-kaling untuk ibu mertua.

Tahun 2015 kemarin saya lebaran terpisah dengan orangtua, karena saya berlebaran di Pekanbaru dengan keluarga suami. Sedangkan orangtua saya lebaran di kampung. Sedih lah yaaa, itu pertama kalinya saya lebaran nggak ada orangtua, nggak bisa sungkeman secara langsung. Lewat telepon, saya minta maaf ke orangtua untuk semua salah di tahun lalu sambil nanes-nanes.

Nah, libur lebaran kali ini saya dan suami sepakat untuk ikut orangtua saya mudik ke kampung Bapak di desa Negeri Lama Seberang, Sumatra Utara. Sekalian memperkenalkan suami ke keluarga besar Saidi. Soalnya ga semua sodara dari pihak Bapak saya datang ke walimahan saya akhir 2014 lalu. Jadi sebagian dari sodar-sodara saya belum pernah lihat wujud suamiku.

Perjalanan kali ini seru banget, karena ini pertama kalinya suami menginjakkan kaki ke Sumatra Utara plus nyetir sendirian ke luar kota tanpa pake sopir cadangan. Bapak saya bisa nyetir sih, hanya saja SIM beliau udah mati dan rabun pula. Jadi, ya perjalanan ini sepenuhnya mengandalkan suamiku.

Awalnya ibu mertua khawatir lah ya, soalnya suamiku alias anak bujang kesayangannya selama ini cuma biasa bawa mobil dalam kota. Ibu mertua takut terjadi yg aneh-aneh. Ya aku maklumlah, kasih ibu sepanjang masa buat anak. Tapi, akhirnya beliau ngizinin juga. Lagian yg kayak begini ini yang jadi pengalaman. Tantangan gitu loh.

Kami berangkat menuju Kota Pinang sebagai base pemberhentian pertama sehabis sholat Subuh tanggal 3 Juli. Kami sampai di Kota Pinang sekitar jam 2 siang, disana kami mampir ke rumah Bulek untuk istirahat dan tidur sebentar. Habis Ashar kami langsung capcuss ke rumah kakek di Negeri Lama Seberang. Sampai di rumah nenek sekitar pukul setengah 9 malam. Harusnya kami bisa sampai lebih cepat, tapi karena sungai Bilah sedang pasang, ponton sbg sarana untuk menyebrang sungai nggak bisa digunakan. Alhasil harus ambil jalan memutar yang makan waktu 1,5 jam.

Kami tinggal di rumah kakek selama tiga hari. Seruuuu banget !. Bapak saya kan anak pertama dari 11 bersaudara, jadi adik-adik bapak udah menikah semuanya. Bahkan dua orang adik Bapak sudah punya cucu. Dan setiap lebaran rumah kakek memang jadi markas besar untuk ngumpul. Rumah kakek penuh dan riuh !. Sampe-sampe kami semua tidur jadi satu kayak ikan sarden dengan resiko tidur sambil dilompat-lompatin sepupu dan keponakan saya yg masih kecil-kecil. Asik sekali !.

IMG-20160718-WA0015 copy

Masak partai besar…

Yang paling heboh adalah urusan masak-memasak. Keluarga pihak Bapak saya punya perempuan-perempuan perkasa yang kuat memasak, kuat berteriak, dan kuat bebersih rumah. Urusan memasak makanan 3 kali sehari untuk porsi 50 orang bisa mereka selesaikan dengan cepat. Saya dan mamak aja ngos-ngosan ngikutin ritme kerja mereka.

IMG-20160714-WA0001 copy

Sudah nggak se asri dulu…

Pulang kampung kali ini, saya menjumpai rumah kakek nenek sudah berbeda dari dua tahun yang lalu. Rumah nenek sudah di renovasi, karena rumah sebelumnya sudah lapuk karena setiap tahunnya terendam banjir tahunan. Saya sebenernya lebih suka bangunan rumah kakek nenek yang lama, vintage dan asri. Sekarang halaman rumah nenek sudah di semen semua, jadi gersang kesannya.

Hanya sedikit tanaman bunga untuk mempercantik pagar rumah. Syukurnya, halaman belakang rumah nenek masih seperti yang dulu, ditanami sayur-sayuran dan kandang ayam/entok. Halaman belakang rumah nenek ada bale-bale, saya suka duduk-duduk disituu sambil ngobrol dengan bulek-paklek.

IMG_20160705_085020_1467683971821 copy

bunga penghias pagar rumah nenek, ada yang tahu nama bunga ini ?

PhotoGrid_1468817311828

Sebagian tanaman di kebun nenek

Malam hari sebelum lebaran, ada tradisi takbir keliling. Anak-anak dan remaja pawai berkeliling desa sambil bertakbir dan mengusung obor. Sesekali ada yang beratraksi menyemburkan api di obor, serem buat saya.

Di hari lebaran kami makan lontong tauco khas Medan dulu sebelum sholat Ied. Enakkkk !. Selesai sholat Ied, mulai deh sungkeman satu persatu dimulai dari yang paling tua sampe yang paling muda. Di acara sungkeman entah gimana pokoknya saya bawaannya terharu aja, padahal nggak ada yang bikin sedih tapi tau-tau air mata udah ngalir aja mbrebes mili. Ditambah lagi suami saya sungkeman via telpon ke ibu-papa mertua sambil nanes-nanes juga. Aduuuh pokoknya lebaran pagi itu mengharu biru.

Setelah sungkeman, lanjut ke acara yang paling ditunggu-tunggu sepupu dan keponakan yang belum menikah, yaitu bagi-bagi angpau. Tahun ini saya ga dapat angpau lagi, gantian saya yang ngasih angpau. Habis bagi-bagi angapau kita langsung foto-foto. Seru banget, sampe-sampe sepupu saya yang hamil 6 bulan ga nyadar klo lagi hamil, ikutan loncat-loncat segala (tapi saya ga share ah disini, isin !). Hahaha !.

IMG_20160706_093852 copy

Formasi nggak lengkap, ada 2 keluarga yg ga bs hadir. Susah bgt ngedapetin foto keluarga lengkap yg ciamik !

P_20160706_094325 copy

Jump jump !

Keriuhan dan keceriaan di keluarga besar Saidi bikin saya kangen untuk pulang kampung. Ga ada keluarga yang sempurna, masalah dan konflik internal pasti ada. Tapi, momen lebaran adalah salah satu usaha untuk menyatukan hati, mendekatkan diri, dan menjalin persaudaran. Mudah-mudahan kakek-nenek saya berumur panjang, selalu sehat, dan taat beribadah. Aamiiin.

Tagged: , , , , ,

2 thoughts on “Sepotong cerita lebaran 2016 (part 1)

  1. Syarifatul Adibah July 22, 2016 at 11:44 am Reply

    keluarga yang manis.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: