SumBar Trip 2015 – Kunjungan Singkat ke Istano Basa Pagaruyung

Assalamualiakum !

Tulisan ini lanjutan postingan sebelumnya yaaaah. Jadi, sekitaran pukul 4.30 sore kami sampe di Istano Basa Pagaruyung, ternyata udah rameeeee banget. Wisatawan tumpah dimana-mana dan membludak, kami harus parkir lebih dari sekilo dari Istano Basa Pagaruyung, udah ga kebagian tempat parkir!. Ya gapapa deh jalan jauh sekali-kali kan!. Untuk tiket masuk-nya Istana aku sudah lupa, karena ga sempat tanya ke abang-kakak sepupu suami yg jadi sponsor acara jalan-jalan kami. Hehehehe.

blog

Istano Basa Pagaruyung dari kejauhan

blog1

Ramai dengan wisatawan.

blog2

atap Bagonjong khas rumah gadang

Ternyata Istano Basa Pagaruyung memang bagus, dengan latar belakang pemandangan perbukitan. Ukiran-ukiran yang terlukis di sepanjang dinding Istana-nya sangat menarik. Bangunan Istana-nya besar dan megah. Pekarangan Istana sangat luas, banyak orang yang menawarkan jasa penyewaan kamera. Nggak tanggung-tanggung kamera yg disewakan adalah DSLR. Wooooowww!!!. Masih banyak juga yang menyediakan jasa foto siap cetak. Ada juga badut-badut yang siap menghibur anak-anak.

Setelah membungkus sendal dengan plastik kresek yg disediakan, kami menitipkannya ke petugas yang berada di samping tangga masuk. Kemudian kami naik ke lantai 1 istana untuk melihat-lihat seperti apa sih isi Istano Basa tersebut. Begitu masuk kami disambut dengan pilar-pilar kayu yang tinggi. Langit-langit ruangan berhiaskan kain dengan corak tradisional. Ruangan utamanya besar dan lapang tanpa sekat. Di sisi ruangan terdapat tempat berupa kamar (bilik) dengan hiasan-hiasan khas Minang seperti pelaminan. Disana juga terdapat singgasana Pelaminan Bundo Kanduang yg cantik seperti kelambu, romantis!. Ada juga patung Bundo Kanduang dan suaminya (ini salah ga ya?) dengan pakaian adat khas adat Minang. Ada juga beberapa replika peninggalan kerajaan yg tersimpan di dalam kotak kaca.

blog11

Pilar kayu Istana, banyak orbs di fotokuuuu !

blog6

Pakaian adat Minang -Bundo Kanduang-

blog7

Singgasana Pelaminan Bundo Kanduang yg seperti kelambu

blog5

Replika peninggalan kerajaan

blog3

Rameeeee….

Sayang karena pengunjung membludak dan sesak, saya udah bingung dan ga ngerti lagi mau menikmati dari sudut mana dulu. Saya putuskan untuk melihat video kisah terbakarnya Istano Basa Pagaruyung tahun 2007 silam karena tersambar petir. Sediiiiih banget menyaksikannya dan saya merasa turut kehilangan atas lenyapnya salah satu peninggalan budaya yg berharga๐Ÿ˜ฆ.

Untuk naik ke lantai 2 dan 3, kami harus antri terlebih dahulu dan dibatasi jumlahnya. Lantai 2 dan 3 ruangannya tidak begitu besar. Ruangan tersebut berisi peninggalan-peninggalan kerajaan seperti tempat tidur putri Raja yang belum menikah, senjata, perabotan, dll.

blog4

Ukiran langit-langit Istana di lantai 2

blog10

Replika senjata kerajaan

blog8

Hulubalang Kerajaan yg ganteng๐Ÿ˜„

blog9

blog21

Pemandangan belakang Istana dari lantai 3

blog20

Istri kakak sepupu suamiku yg dari Bangka Tengah dan anaknya yg ganteng.

Sayang sekali karena waktu kedatangan kami sudah sore dan mulai gelap, kami tidak sempat mengunjungi Ruang Dapur dan Ruang Dayang yang berada di belakang Istana. Bisa dibilang aku masih kurang puas dengan kunjungan singkat ke Istano Basa Pagaruyung. Aku berharap suatu saat nanti, aku punya kesempatan untuk bisa berkunjung lagi untuk mempelajari lebih jauh tentang kisah dan adat istiadat kerajaan Melayu di Sumatra Barat ini.

blog19

Hurrrrrraaaaaaaayyyy !!!

Menjelang Maghrib kami melanjutkan perjalanan untuk mencari mesjid terdekat untuk sholat maghrib dan jamak Isya. Setelah sholat kami berhenti di sebuah rumah makan yang berada di areal pesawahan. Sayang karena musim liburan, pengunjung rumah makan tersebut membludak, dan sempat terjadi kejadian yang kurang mengenakkan. Tapi yasudahlah dibawa happy aja, toh kita jalan-jalan buat senang-senang. Pengalaman yg gak enak cukup dijadikan pengalaman.

Malamnya, kami memutuskan untuk menginap dirumah salah satu kerabat di daerah Batusangkar โ€“yg sayangnya aku lupa nama pasti daerahnya apa-. Kami tiba disana hampir pukul 11 malam dan aku sudah mengantuk sekali, hingga ingatanku pun samar-samar. Satu-satunya yang kuingat adalah air disana dingiiiin sekali, karena mereka menggunakan air dari gunung sebagai sumber air sehari-hari. Aku sampai ga berani mandi. Huahahhahahhaha.

Saking capek dan ngantuknya aku langsung jatuh tertidur, tanpa tahu tujuan jalan-jalan esok hari kemana. Yang pasti aku hanya ingin meluruskan punggungku yang pegal.

Cerita jalan-jalan keesokan hari, InsyaAllah bakal ditulis dipostingan berikutnya. Ditunggu yaaaaaaaaa !.

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

14 thoughts on “SumBar Trip 2015 – Kunjungan Singkat ke Istano Basa Pagaruyung

  1. Kang Darsono August 6, 2015 at 9:56 am Reply

    istananya indah banget๐Ÿ™‚

  2. fitrimelinda August 6, 2015 at 11:06 am Reply

    kalo ga salah tiket masuk ke istana baso pagaruyung 7000 rupiah mba๐Ÿ™‚

    ga asik banget yah mba, rame gitu. jadi ga bisa menikmati istananya,..

    • Eka Novita August 6, 2015 at 11:25 am Reply

      Makasih infonya Fitri. Mungkin lain kali aku harus main ke Istana lagi kalo ga musim liburan, biar puas blusukannya๐Ÿ˜€

      • fitrimelinda August 6, 2015 at 11:28 am

        hu uh mba, coba datangnya ga lagi musim liburan.. istananya sepi, serasa milik sendiri dan bisa puas2 ngeksplore nya..

  3. nengwie August 6, 2015 at 11:44 am Reply

    Cakep sekali ya Istananya, mudah2an terawat dan dijaga terus.

    Cakep juga kerudungnyaaaa… hihi

    • Eka Novita August 6, 2015 at 11:52 am Reply

      Aamiiin, mudah-mudahan Istana jangan sampe kebakar lagi kayak yg dulu-dulu. Makasiiih mbak *jadimalu๐Ÿ™‚

      • nengwie August 6, 2015 at 12:25 pm

        Jadi mau kerudungnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ *lhoooo..??!!!

      • Eka Novita August 6, 2015 at 1:14 pm

        Hohoho๐Ÿ˜€

  4. izzawa August 6, 2015 at 3:32 pm Reply

    pensaran nih rute selanjutnya…. singgah ke bukittinggi nggak mbak?? hehe

    • Eka Novita August 7, 2015 at 8:10 am Reply

      Ituuuulah mbak, karena macet terus dan kami udah ngabisin empat hari di SumBar, kami udah nggak sempat lagi main ke Bukuttinggi, padahal dalam hati dah niat mau beli baju salinan di sana, hikksss๐Ÿ˜ฆ

  5. liandamarta.com August 8, 2015 at 8:29 am Reply

    Seru bangetttt๐Ÿ™‚ aku tahun lalu ke sana pas pagi2, rame juga sih tapi gak sampai yang membludak gitu. Kalo sore kayaknya emang lebih rame ya, Eka๐Ÿ™‚

    Eh yang penyewaan DSLR itu aku baru tau. Trus ntar foto-fotonya gimana tuh kalo DSLR nya udah selesai dipake? Dipindahin ke flashdisk gitu ya? *penasaran* xD

    • Eka Novita August 8, 2015 at 8:32 am Reply

      Mungkin kak, soalnya yg menyewakan bawa ransel gitu, kali aja isinya laptop. Yang keren itu dia nenteng DSLR ada 5 biji kali kak. DSLR itu udh kayak di penjual asongan aja.

      • liandamarta.com August 8, 2015 at 8:52 am

        Keren juga ya idenya. Kepikiran gitu buat nyewain DSLR๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: