Cerita Ramadhan

catch-sunshine

Sumber : mashable.com

Sudah memasuki minggu ke-3 di bulan Ramadhan. Alhamdulillah puasa lancar ga ada kendala berarti, kecuali kendala cuaca di Riau khususnya Pekanbaru sedang panas-panasnya, memicu tubuh lebih banyak mengeluarkan keringat dan otomatis haus akan terasa lebih cepat. Sengatan mataharinya luar biasa, keluar rumah sebentar saja aku sudah pusing dan sinarnya menyilaukan sampai-sampai mataku berair. Seingatku selama bulan Ramadhan ini baru dua kali hujan turun, itupun hanya sekedar gerimis saja. Alhamdulillah… Allahumma shayyiban nafi’an.

Di cuaca panas menyengat seperti ini, kadang mulut ini tanpa sadar mengucapkan keluhan “ya Allah… panasnyaaaaaa…”. Kalo Bapakku mendengar ucapanku ini, beliau pasti langsung menegur. Kata bapak bulan Ramadhan itu memang puncak panas, panas dari cuaca, panas dari tubuh, sampai dosa dalam jiwa juga ikut dibakar. Kalo banyak mengeluh nanti berkurang pahalanya karena nilai ikhlasnya rusak akibat menggerutu. Jangan sampai ibadah puasa ini cuma dapat lapar, haus, dan capek saja tapi kosong nilainya. Astghfirullah😥

Kalo dilihat dari sejarahnya, sebelum datangnya Islam masyarakat Arab telah menetapkan kalender Qomariyah yg berpatokan pada terbitnya hilal (bulan sabit pertama) dan pemberian nama-nama bulan berdasarkan kondisi cuaca. Setelah Islam datang, mereka kemudian menetapkan bulan haram (suci), yg dijadikan masa pantang untuk berperang. Bulan-bulan tersebut adalah :

  • Rabi’ul awal dan Akhir diambil dari kata rabi’ [arab: ربيع] yang artinya semi. Karena ketika penamaan bulan Rabi’ bertepatan dengan musim semi.
  • Jumadil Ula dan Akhir, diambil dari kata: jamad [arab: جماد], yang artinya beku. Karena pada saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim dingin, dimana air membeku.
  • Sedangkan Ramadhan diambil dari kata Ramdha’ [arab: رمضاء], yang artinya sangat panas. Karena penamaan bulan ini bertepatan dengan musim panas. (sumber: http://www.konsultasisyariah.com).

Singkatnya, arti Ramadhan itu sendiri adalah waktu atau keadaan suatu dimana seseorang merasakan panas, mulut terasa kering dan tenggorokan terasa haus, yang dikarenakan sedang berpuasa. Sehingga dengan sendirinya dan secara otomatis, bulan atau waktu dimana orang melakukan puasa disebut bulan atau waktu Ramadhan, yaitu saat yang panas, kering dan haus (sumber : djonyedward.wordpress.com).

Terus, iseng-iseng aku mencari tahu berapa derajat suhu di Saudi Arabia saat ini via Saudi Gazette, menurut BMKG Saudi memperkirakan kalo suhu tertinggi di Arab Saudi pada Juni-Juli 48-50 derajat celsius. Woooooowwwww !!!. Berbeda jauh dg suhu di Pekanbaru yg masih sekitaran 22-34 derajat celsius. Kalo begitu sih suhu di Pekanbaru ini masih bisa dibilang “sejuk” lah ya kalo dibandingkan dg Saudi. Hehehehe. Aku harus banyak-banyak bersyukur, dan menahan diri agar mulutku ini tidak kelepasan mengeluh “panas” lagi.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

(HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Bagaimanapun, Ramadhan adalah bulan mulia. Bulan dimana syaithan dibelenggu, amal kebaikan kita dilipat gandakan, bulan dimana dosa-dosa kita dibakar, diampuni. Bulan dimana ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan dimana mereka yg menjalankan ibadah umroh senilai dengan ibadah haji bersama Rasulullah. Betapa bahagianya kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan ini, dan mendapatkan keistimewaanya. Mari semakin bersemangat mengerjakan amalan-amalan baik lainnya di minggu-minggu terakhir Ramadhan ini. Semangaaaaatttt !!!.

Tagged: , , , , , ,

22 thoughts on “Cerita Ramadhan

  1. Haya Najma July 5, 2015 at 10:08 am Reply

    di sini anginnya dingin, tapi kalau keluar tetep mataharinya panas.. jadi lebih suka di dalam ruangan hehehe

    • Eka Novita July 6, 2015 at 10:49 am Reply

      Kalo disini, anginnya aj panas mbak… Didalm ruangan aja panas, kipas angin hidup non stop. Beruntunglah mereka yg punya AC.

      • Haya Najma July 10, 2015 at 9:57 pm

        masih panasss? di sini masih dingggin

  2. ayanapunya July 5, 2015 at 1:34 pm Reply

    Puasa kita kayaknya masih lebih ringan ketimbang di luar negeri yang kena musim panas

    • Eka Novita July 6, 2015 at 10:48 am Reply

      Bener banget mbak Yana… makanya ga boleh ngeluh😀

  3. soeman jaya July 5, 2015 at 2:41 pm Reply

    Saya terkesan sungguh ‘pesan or tegoran ayahanda tercinta : “Subhanallah … Bulan Ramadhan itu memang puncak panas, panas dari cuaca, panas dari tubuh, sampai dosa dalam jiwa juga ikut dibakar.
    Kalo banyak mengeluh nanti berkurang pahalanya karena nilai ikhlasnya rusak akibat menggerutu. Jangan sampai ibadah puasa ini cuma dapat lapar, haus, dan capek saja tapi kosong nilainya. Astghfirullah …
    😦

  4. -n- July 6, 2015 at 3:10 am Reply

    Astaga serius di Pekanbaru cuma 23-24? Bhahahahahak…. Di Surabaya klo pas lagi panas, malam jam 9 aja bisa sampe 39!!!

    • Eka Novita July 6, 2015 at 10:45 am Reply

      Seriusss mbak Tyke ???, ternyata panas Surabaya lebih gawat ya daripada Pekanbaru… Aku gak akan ngeluh lg mbak😀

      • -n- July 6, 2015 at 12:56 pm

        Serius gilak jeuuung!😆

  5. Zalfaa Azalia (@ZalfaaAza) July 6, 2015 at 4:05 am Reply

    Yup, saat setan dibelenggu harus bisa memberi yg terbaik Ramadhan tahun ini. Kan ga ada yg ganggu hehe

  6. nyonyasepatu July 6, 2015 at 9:00 am Reply

    Udah hampir kelar aja ya puasa huhu

    • Eka Novita July 6, 2015 at 10:44 am Reply

      Iya mbk Non, entar lagi lebaran, hurrrahhh !!!

  7. jampang July 6, 2015 at 9:47 am Reply

    koreksi sedikit…. jika yang dimaksud itu adalah bulan haram sebagaimana disebutkan dalam ayat :

    “Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.” (At Taubah: 36)

    maka bulan yang empat itu adalah : Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab.

    Ramadhan tidak termasuk bulan haram. dalam sejarahanya, ada perang yang dilakukan kaum muslimin di bulan ramadhan

    • Eka Novita July 6, 2015 at 10:43 am Reply

      terima kasih koreksinya bang😀

      • jampang July 6, 2015 at 10:45 am

        sama-sama

  8. titintitan July 6, 2015 at 3:01 pm Reply

    bandung kalo malam udh mule dingiiin, siangnya juga masih kerasa

    • Eka Novita July 7, 2015 at 1:56 pm Reply

      Banyak yg bilang Bandung udah ga sesejuk dulu lagi… benarkah itu mbak ?

      • titintitan July 7, 2015 at 2:06 pm

        heu.. mungkin mba.

        tapi dingin mah dingin aja sik😀

  9. kutukamus July 7, 2015 at 10:16 pm Reply

    Akur, tinggal di zamrud khatulistiwa, rasanya agak gimana gitu kalau kita masih protes juga ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: