Monthly Archives: July 2015

Cerita Ramadhan

catch-sunshine

Sumber : mashable.com

Sudah memasuki minggu ke-3 di bulan Ramadhan. Alhamdulillah puasa lancar ga ada kendala berarti, kecuali kendala cuaca di Riau khususnya Pekanbaru sedang panas-panasnya, memicu tubuh lebih banyak mengeluarkan keringat dan otomatis haus akan terasa lebih cepat. Sengatan mataharinya luar biasa, keluar rumah sebentar saja aku sudah pusing dan sinarnya menyilaukan sampai-sampai mataku berair. Seingatku selama bulan Ramadhan ini baru dua kali hujan turun, itupun hanya sekedar gerimis saja. Alhamdulillah… Allahumma shayyiban nafi’an.

Di cuaca panas menyengat seperti ini, kadang mulut ini tanpa sadar mengucapkan keluhan “ya Allah… panasnyaaaaaa…”. Kalo Bapakku mendengar ucapanku ini, beliau pasti langsung menegur. Kata bapak bulan Ramadhan itu memang puncak panas, panas dari cuaca, panas dari tubuh, sampai dosa dalam jiwa juga ikut dibakar. Kalo banyak mengeluh nanti berkurang pahalanya karena nilai ikhlasnya rusak akibat menggerutu. Jangan sampai ibadah puasa ini cuma dapat lapar, haus, dan capek saja tapi kosong nilainya. Astghfirullah 😥

Kalo dilihat dari sejarahnya, sebelum datangnya Islam masyarakat Arab telah menetapkan kalender Qomariyah yg berpatokan pada terbitnya hilal (bulan sabit pertama) dan pemberian nama-nama bulan berdasarkan kondisi cuaca. Setelah Islam datang, mereka kemudian menetapkan bulan haram (suci), yg dijadikan masa pantang untuk berperang. Bulan-bulan tersebut adalah :

  • Rabi’ul awal dan Akhir diambil dari kata rabi’ [arab: ربيع] yang artinya semi. Karena ketika penamaan bulan Rabi’ bertepatan dengan musim semi.
  • Jumadil Ula dan Akhir, diambil dari kata: jamad [arab: جماد], yang artinya beku. Karena pada saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim dingin, dimana air membeku.
  • Sedangkan Ramadhan diambil dari kata Ramdha’ [arab: رمضاء], yang artinya sangat panas. Karena penamaan bulan ini bertepatan dengan musim panas. (sumber: http://www.konsultasisyariah.com).

Singkatnya, arti Ramadhan itu sendiri adalah waktu atau keadaan suatu dimana seseorang merasakan panas, mulut terasa kering dan tenggorokan terasa haus, yang dikarenakan sedang berpuasa. Sehingga dengan sendirinya dan secara otomatis, bulan atau waktu dimana orang melakukan puasa disebut bulan atau waktu Ramadhan, yaitu saat yang panas, kering dan haus (sumber : djonyedward.wordpress.com).

Terus, iseng-iseng aku mencari tahu berapa derajat suhu di Saudi Arabia saat ini via Saudi Gazette, menurut BMKG Saudi memperkirakan kalo suhu tertinggi di Arab Saudi pada Juni-Juli 48-50 derajat celsius. Woooooowwwww !!!. Berbeda jauh dg suhu di Pekanbaru yg masih sekitaran 22-34 derajat celsius. Kalo begitu sih suhu di Pekanbaru ini masih bisa dibilang “sejuk” lah ya kalo dibandingkan dg Saudi. Hehehehe. Aku harus banyak-banyak bersyukur, dan menahan diri agar mulutku ini tidak kelepasan mengeluh “panas” lagi. Continue reading