Hadits Palsu Tentang Keutamaan Suami Istri Saling Memandang dan Memegang Telapak Tangan Dengan Penuh Kasih Sayang

Tidak ada yang salah dengan isi hadits tersebut, bahkan isinya baik, untuk merekatkan hubungan dan rasa kasih sayang antara suami istri. Namun hadits palsu tetaplah hadits palsu, tidak akan berubah derajatnya menjadi shahih meskipun isinya shahih atau tidak bertentangan dengan kebenaran.

Ada baiknya setelah kita mengetahui suatu hadits derajatnya palsu, tidak mengutip atau menyebarluaskannya, karena sama saja dengan menyebarluaskan kedustaan atas nama Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena hadits adalah perkataan beliau.

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

holding hand in love

“Apabila seorang suami memandang istrinya dengan kasih sayang dan istrinyapun memandang dengan kasih sayang, maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya, maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari tangan keduanya.” (HR. Rafi’i)

Pernah mendengar hadits ini? Sebuah hadits yang sangat terkenal dan sering dijumpai dalam buku-buku atau website-website mengenai pernikahan dan rumah tangga.

Namun, bagaimana sebenarnya derajat hadits tersebut? Shahih, Dha’if (lemah) atau Maudhu’ (palsu)?

View original post 521 more words

Tagged: , , ,

8 thoughts on “Hadits Palsu Tentang Keutamaan Suami Istri Saling Memandang dan Memegang Telapak Tangan Dengan Penuh Kasih Sayang

  1. ochimkediri May 22, 2015 at 7:57 am Reply

    saya tau hadits tersebut sejak masih sekolah dulu,dan juga sering denger saat mauidhoh hasanah di acara pernikahan,apakah memang palsu?coba tak nyari2 kebenarannya.

    • Eka Novita May 22, 2015 at 12:18 pm Reply

      Iya, memang palsu hadits-nya mas, karena ada 2 perawi pemalsu hadits, yaitu Ismail bin Yahya at-Taimi n Al-Husain bin Mu’adz. Walau maknanya bagus, yg dusta tetaplah dusta ya kan mas😀

  2. fitrimelinda June 5, 2015 at 9:31 am Reply

    waa..jadi itu hadist palsu yah mba??baru tau aku..

    • Eka Novita June 6, 2015 at 12:03 pm Reply

      Iya mbak, saya juga baru tau. Padahal dulu suka banget sama kalimat tsb, tapi ternyata palsu…

  3. MENONE June 9, 2015 at 8:20 pm Reply

    ane nyimak aja dulu……

  4. Eka Narolita July 21, 2015 at 2:17 pm Reply

    Hmmm… mgkin boleh disebarluaskan “kepalsuan” nya…
    #agar banyak yg tau klw hadits ini maudhu’…

    Sehingga jelas klw pasangan suami-istri maw mngamalkan, bukan krna niat mau mngamalkan hadits ini..:)

    Baarokallahu fiik ophi… ♡🙂

    • Eka Novita August 5, 2015 at 12:17 am Reply

      Wa Iyyaki, Baarokallahu fiik Eka, makasih udh berkunjung kesini.

  5. Ayu L August 2, 2015 at 9:04 am Reply

    waduh palsu ternyata kirain bener😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: