How’s life ?…

Assalamualaikum readers..

How’s life, how’s everything ?, did you all fine and healthy ?. Tell meeee… Ngomong-ngomong, aku mau share tentang kehidupan alam nyataku yang bikin aku nggak bisa blogwalking nyaris sebulan lebih. Sebulan kemarin aku cuma bisa mampir sebentar disini, posting sedikit dan kabur. Huhuhu. Gomenasaaaiiiii😦 Alasannya sih karena sebulan kemaren akuuu… Ehmmm… Nganuuu… Lagi bantu-bantu… Mempersiapkan… Ehmm… Pernikahan. Iya, aku menikah… seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 8 November 2014.

Alhamdulillah ‘alaa kuli haal

nikah7 Begini ceritanya… Dulu selepas kuliah sempat kefikiran pengen menikah, tapi yang jelas nggak dalam waktu dekat karena… pertama, calon suami yang belum jelas (huahahhahaha). Kedua, pengen memperbaiki diri dan kehidupanku yang amburadul. Ketiga, aku pengen dapat pekerjaan ‘beneran’ sebelum menikah.

Tapiii, semua berubah ketika seorang pemuda bernama Afrioni (yang sekarang sudah menjadi suami) datang bersama keluarganya ke rumahku untuk bersilaturahmi di hari ketiga Idul Fitri, ehmmm kalo gak salah waktu itu sekitaran bulan Agustus 2014. Suamiku bisa dibilang salah satu sahabat baik selama kuliah. Kami udah kenal lama, dan suami udah tau tindak tandukku yang kayak gangster di kampus *pasang senyum manis dulu. Ohya, aku pernah menuliskan tentang gimana perasaanku  selama bersahabat dengan suami di sebuah postingan yang udah zaman duluuuuuu banget. Nyaris lupa kalo pernah nulis tentang dia. Ihik.

Pasca kenalan dengan keluarga besarnya, hatiku jadi gelisah… Apa yang bakal terjadi setelah perkenalan ini. Apa akan berhenti begitu aja, atau bakal ada kelanjutannya. Pokoknya hatiku sedikit banyak ada timbul harapan (duh gimana sih, katanya belum siap nikah, tapi kok tetiba jadi kepingin nikah ???). Aku banyak-banyak berdo’a, mudah-mudahan kalo memang kami berjodoh gimanapun perbedaan, kesulitan, akan bisa dilewati dengan mudah.

Lalu, aku mendapat pesan singkat dari suami (waktu itu masih calon), kalo tanggal 28 September 2014 keluarga besar-nya akan datang lagi ke rumahku untuk lamaran (meminang). Fhiuuuuuh. Ya Allah, ini dia yang ditunggu-tunggu, kejelasan !. Terus, orangtuaku bilang, kalo udah ada niat baik untuk menikah nggak boleh dilama-lamain antara jarak lamaran ke hari pernikahan. Kalo bisa ya secepatnya. Orangtuaku pun ngusulin tanggal pernikahan kami yaitu tanggal 8 November 2014, yang artinya cuma ada waktu sebulan lebih dikit untuk mempersiapkan pernikahan. Eh, nggak nyangka-nya keluarga suami langsung bilang “OKE !”.

Dalam perbincangan, orangtuaku mengajukan syarat untuk acara walimahan yang udah jadi prinsip buat kami. Misalnya, pelaminan pengantin laki-laki dan perempuan yang terpisah, nggak ada acara hiburan yang berisi musik tapi digantikan dengan video kajiaan/ceramah, lalu pemisahan antara tempat makan ikhwan/laki-laki dan akhwat/perempuan. Keluarga besar suami juga langsung setuju, dan bilang, “gapapa, kami ikut saja, nggak ada masalah…“. Alhamdulillah, aku fikir bakal ada adu argumen antar dua keluarga karena syarat penyelenggaraan walimah yang mungkin agak ‘aneh’ bagi sebagian orang, ternyata enggak !. Bener-bener dimudahkan Allah proses pernikahanku.

Aku sendiri nggak tau banyak tentang hal-hal seputar persiapan pernikahan seperti pelaminan model apa, tenda-nya gimana, pakai baju apa, lalu make up-nya seperti apa, acaranya dimana, berapa banyak undangannya, menu makanannya apa… Jadi, aku serahkan semua urusan itu ke mamakku yang tersayang. Pokoknya aku bilang, “terserah mamak aja gimana nanti walimahannya, yang penting aku nikah“, hahahhahaha. Bener-bener anak perempuan yang pinternya nyusahin ortu doang😄.

Tugasku cuma membawa kain hantaran ke penjahit untuk dibuat baju kurung melayu dan memesan undangan aja. Udah !. Selebihnya orangtua dan tetangga yang mengurus. Biar kata calon penganten, tapi mana ada istilah ‘dipingit’ ataupun ‘memanjakan diri’, yang ada H-1 aku masih disuruh nyuci piring dan bersih-bersih.

Detik-detik menuju prosesi akad nikah adalah momen yang membuatku serasa mau pingsan. Lebay ???, maaflah yaaa, tapi memang itu yang aku rasakan. Excited, takut, nervous, sakit perut, campur-campur !. Tanganku sampe dingin dan mengigil, huhuhuhu. Dalam hati aku banyak-banyak zikir, sholawat, biar tenang hatiku, tapiii ga bisaaa. Grogiiiii akut !. Prosesi akad nikah yang cuma berlangsung 5 menitan itu serasa lamaaaa banget. Belum belum aku udah nggak bisa nahan perasaan yang campur aduk itu. Sesak nafas, hidungku mulai pilek menahan tangis… Setiap kali melihat wajah bapakku rasanya air mataku mau jebol.

nikah2

Minta izin dan restu dari bapak

Ya Allah, aku satu-satunya anak perempuan di keluargaku dan bapak akan menyerahkan aku kepada  orang lain. Pertanggungjawaban bapak atas diriku berhenti setelah ijab-kabul diucapkan.

nikah3

Minta izin ke mamak, gak kuku mengharu biruuuu :’)

Saat melihat wajah mamak, aku udah nggak bisa lagi membendung perasaanku. Mamak adalah sahabat sekaligus ibu yang luar biasa buatku. Mamak adalah orang tempat aku bermanja-manja, tempat aku curhat, rasanya belum rela lepas dari pelukan sekaligus omelan mamak. Huhuhuuuu.

nikah9

Akad nikah

Prosesi akad nikahnya berjalan khidmat dan sakral, suami mengucapkan ijab dengan suara yang lancar, tegas dan jelas artikulasinya. Dengan satu lafaz, aku resmi menjadi seorang istri, Alhamdulillah, hiks hiks hiks *nanges super terharu.

Acara walimahannya juga lancar jaya, sukses !. Meski ada beberapa kejadian lucu karena adanya hijab yang memisahkan tamu laki-laki dan perempuan. Iya sih, hijab itu ga bisa terlaksana total karena riweuh banget, terus banyak tamu dan pihak keluarga yang belum paham main nyelonong aja. Lalu mau ga mau suami juga harus mondar-mandir antara pelaminan luar (untuk ikhwan) dan dalam (untuk akhwat) karena ada pihak keluarga dan tamu-tamu yang request foto bareng (segan mau ditolak karena udah datang jauh-jauh booo… otomatis suami ke pelaminan perempuan kan?). Saking anehnya nikahanku, ga sedikit ibu-ibu yang protes langsung ke depan mukaku “Kenapa sih dek dipisah-pisah pengantinnya, ribet amat, kan udah sah!”. Mukanya ibu itu udah bete banget kelihatannya.

Tamu yang datang membludak, kalo dihitung kasar mungkin ada sekitar dua ribuan tamu yang datang. Alhamdulillah makanannya cukup, karena mamak udah memperkirakan hal-hal yang mungkin saja terjadi. Tamu masih ada aja yang datang walaupun udah lewat Isya… Alhamdulillah, banyak yang datang, banyak yang memberi do’a restu. Alhamdulillah, Alhamdulillah, maka nikmat Allah yang mana yang sanggup kamu dustakan ?.

Ohya, suami adalah orang pertama yang mengajak aku menikah dan langsung diterima, hihihihihii… memang ada sedikit rasa bimbang dan banyak pertanyaan di awal proses pernikahan, apakah kami nanti akan cocok satu sama lain hingga seterusnya ?. Karena kami dari segi sifat, kepribadian, dan hobi jauh berbeda. Tapi satu hal yang membuatku yakin untuk memilih bersamanya adalah kesamaan prinsip dan visi misi hidup kedepannya. Semoga kami berdua bisa terus memperbaiki diri bersama dan saling mengingatkan dalam ibadah dan kebaikan. Aamiiin…

nikah1-copy

S.A.H

Alhamdulillah, 8 November 2014 adalah hari yang indah. Alhamdulillah aku telah menyempurnakan agamaku. Ya Allah semua ini tidak akan terjadi tanpa Kuasa dan Kehendak-Mu Ya Allah semua kebahagiaan dan kesedihan adalah ujian Semoga tidak melalaikan, semoga tidak menjatuhkan

Teruntuk : Bapak, mamak, suami tersayang, adekku yang mbelis, bapak-ibu mertua, adik ipar yang cantik, keluarga besar kami berdua, sanak saaudara, handai taulan, tetangga, teman pengajian, sahabat, vendor-vendor yang berjasa atas kelangsungan acara, dan siapapun yang membaca tulisanku. Aku ucapkan terima kasih banyak. Jazzakumullah Khairan Katsiran, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua…

tumblr_nawv2qcD0D1twpuxio1_500

Noted🙂

Tagged: , , , , , , , , , , , , , ,

37 thoughts on “How’s life ?…

  1. nengwie November 15, 2014 at 1:43 am Reply

    Waah selamat yaaa barakallah… Ikut bahagia bacanya… Semoga rumah tangga yang Sakinah Mawaddah warohmah terwujud…aamiin…

    Oh ya suami teteh jg laki-laki pertama yang meminang dan diterima ^_^

    • Eka Novita November 16, 2014 at 10:27 pm Reply

      Aamiin, makasih banyak do’anya teh🙂
      Hehehhehehe, samaan dong kita ya teh…

  2. ayanapunya November 15, 2014 at 4:13 am Reply

    Waah barakallah ya ekaa. Semoga menjadi keluarga samara

    • Eka Novita November 16, 2014 at 10:28 pm Reply

      Jazzikallah khairan katsir mbak Yana, Aamiin ya Rabbal ‘alamiiiin…

  3. Puji November 15, 2014 at 4:58 am Reply

    Alhamdulillah. Selamat ya

  4. jampang November 15, 2014 at 5:18 am Reply

    wah… kabar gembira😀

    baarakallaahu lakuma wa baaraka ‘alaikumaa wa jama’a baynakumaa fil khair

    aamiin

    • Eka Novita November 16, 2014 at 10:30 pm Reply

      Jazzakallah khairan bang… Aamiin ya Rabbal’alamiin.

  5. Amy Rahmi November 15, 2014 at 6:23 am Reply

    Waaahh…..selamat mbak Eka🙂 Barakallah…

  6. dhico velian November 15, 2014 at 9:27 am Reply

    Selamat ya Mbak…
    Semoga menjadi keluarga Sakinah mawaddah warahmah… Aamiin

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:02 am Reply

      Aamiin, makasiiih Dhico🙂

  7. Crossing Borders November 15, 2014 at 11:00 am Reply

    Wah selamat ya..😃 Semoga langgeng dan bahagia..

  8. 박희린 justRIN November 15, 2014 at 1:18 pm Reply

    Alhamdulillah mba eka.. Sekarang udah jadi istri orang..
    Semoga rumah tangganya sakinah mawaddah warohmah ya..
    Selamat menjalani kehidupan baru..

  9. fikacu November 15, 2014 at 1:46 pm Reply

    ekaaaa,selamat yah say. cantik sekaliiii.. kamu taaruf yaaa.. Insya Allah rumah tangga itu menyenangkan sekali.. jadi istri dan ibu yang baik yaaa..🙂

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:04 am Reply

      Makasiih banyak mbak. Aku semi-semi ta’aruf mbak, karena udh kenal lama sama suami, tapi baru kenal sama keluarga besarnya 3 bulan sebelum menikah🙂

  10. Hafidh Frian November 15, 2014 at 2:19 pm Reply

    Wah selamat mbak ya, semoga sukses dunia akhirat dlm mengarungi bahtera keluarga🙂

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:04 am Reply

      Aamiiin ya Rabb, makasih Hafiiidh…

  11. Haya Najma November 15, 2014 at 10:03 pm Reply

    barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khoir.. waaa, prosesnya cepaat, insyaAllah barakah🙂

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:05 am Reply

      Jazakillah khairan sis, Aamiin ya Rabb…

  12. JNYnita November 16, 2014 at 7:43 am Reply

    Barakallah Mbak.. Aku ingin nikah yg spt itu, tapi ortu malah pengennya wayangan.. Huaduuuuh..

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:06 am Reply

      Makasiih mbak, hehehhe beda keluarga beda budaya mbak, bukan masalah tho😀

  13. sukasukakeii November 16, 2014 at 8:18 pm Reply

    Huwaaa… kaget pas tumben mampir ke sini dapet kabar super bahagia,…
    Barakallah Kak… Kei ikutan senang banget denger kabar ini…🙂

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:07 am Reply

      Makasiiih banyaaakkk Keiiii, Alhamdulillah😀

  14. Inge Febria November 17, 2014 at 7:45 am Reply

    Selamat yaa….
    Barakallah… semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Selamat merayakan cinta🙂

    • Eka Novita November 17, 2014 at 8:07 am Reply

      Jazzakillah khair, makasiiih banyak mbak🙂

  15. nyonyasepatu November 17, 2014 at 2:35 pm Reply

    huaa selamat yaa Eka🙂

  16. Riri November 18, 2014 at 2:02 pm Reply

    waahh selamat ya…barakallah semoga menjadi keluarga yang samara ya mbak… salam perkenalan dari saya

    • Eka Novita November 18, 2014 at 10:42 pm Reply

      Jazzakillah khair,,, makasih banyak… salam kenal juga Riri🙂

  17. assa November 19, 2014 at 11:55 am Reply

    Barakallah lakumaa wa jama’a bainakumaa fii khair.. Selamat yaa kak Eka..🙂
    Selamat kenempuh “kehidupan nyata”. Karena “kehidupan Nyata” itu dimulai setelah menikah. *Kata siapa sih?😀 pokoknya selamat dah🙂

    • Eka Novita November 19, 2014 at 11:42 pm Reply

      Jazzakillah khair Assa, makasiiih banyaaak… Iya bener, banyak yang bilang kehidupan nyata itu setelah menikah🙂

  18. ufonearth November 21, 2014 at 3:59 pm Reply

    Wuah. Blogwalking dan nemu ini. Manten baruh ternyatah. Baarakallaahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khayr. Selamaaaat yaa. Maaf telat
    Salam manis
    Uf.onearth

    • Eka Novita November 21, 2014 at 6:10 pm Reply

      Jazzakillah khair🙂
      makasih banyak udah mau mampir dimari…
      Salam manis kembali…

  19. Highlights of 2014 | Eka's Voyage December 26, 2014 at 5:01 am Reply

    […] Tanggal 8 November aku resmi menjadi istri dari Afrioni Jaya Saputra. Seorang sahabat baik dari zaman kuliah yang rasanya aku ga percaya sekarang sudah jadi suamiku. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: