Sampai jumpa lagi :’)

Bukan… ini bukan ucapan sampai jumpa lagi kepada pembaca blog ini kok (*kege-er-an punya pembaca :P). Tapiiii, untuk beberapa saat bakalan susah blogging dan blogwalking dikarenakan kesibukan di ‘alam nyata’. Padahal rasanya udah rindu banget pengen menyelami tulisan teman-teman blogger… Mudah-mudahan pertengahan bulan depan bisa aktif blogwalking lagi, InsyaAllah.

Aku sengaja mampir bentar kesini untuk numpang curhat, meluahkan perasaan yang bisa dibilang lagi sedih-sedihnya. Jadi gini, aku… jujur… saja… paling… gak… suka… dengan… perpisahan. Tapi, sudah suatu ketetapan kalo ada pertemuan pasti disertai dengan adanya perpisahan. Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka. Kesedihanku ini karena aku merasa sepi, kangen dan berjauhan dengan sahabatku yang udah kayak saudara sendiri. Mereka adalah saudara-saudara yang kukenal semenjak tinggal di ex-kosan-ku dulu, AL Fitrah II.

aku-anita

Aku dan Anita…

Pertama, Anita… Dia ini adalah partner in crime-ku, teman curhat, teman begadang, teman ngakak, teman cakar-cakaran, dan teman kelaparan. Setelah puas makan bangku kuliahan Teknik Informatika dan menggondol ijazah, dia memutuskan untuk pulang ke Duri. Sekarang dia udah kerja jadi guru disana. tempat tinggal-nya lumayan jauh dari tempat tinggal-ku, beda kabupaten. Tapi, seenggaknya kami masih satu provinsi. Masih bisa ketemu, dan komunikasi kami lancar jaya…

aku-Unisuci

Aku dan Uni Suci…

Kedua, Uni Suci… Sama kayak Anita, Uni adalah fresh graduate dari jurusan Teknik Informatika. Uni Suci adalah orang yang sangat lembut hatinya, gampang nangis, mudah panik, dan sangat rajin puasa senin-kamis. Selepas lulus, Uni bertahan di Pekanbaru beberapa bulan untuk mencari peruntungan rezeki alias cari kerjaan. Tapi, belum mendapatkannya… mungkin Allah punya rencana baik yang masih disimpan untuknya. Kemudian Uni Suci dengan beberapa pertimbangan memutuskan untuk meninggalkan Pekanbaru, pulang ke kampung-nya di provinsi sebelah untuk transit sementara dan kemungkinan akan pergi ke kota di provinsi lain untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikannya. She left me spechless, becauseย  i thought she will always in Pekanbaru… Bagaimanapun, masih ada kemungkinan untuk ketemu lagi, meskipun susah karena jarak yang jauh, dan karena Uni rajin menelpon, aku bakalan selalu dapat kabar darinya.

10153083_849161285110082_1062545042_n

The brave… Emillia Sari…

Ketiga, Emillia Sari, one of my junior in ex-kosan. Saudariku yang wajahnya selalu cerah dan cantik, pemberani, mandiri, serta cerdas. Selepas lulus dari Pendidikan Kimia, dia jadi guru Kimia di salah satu SMA di Pekanbaru. Dia adalah adik junior-ku yang berani menolongku waktu aku kena rampok di kos. Ketika si perampok mengobrak abrik barang-barang di kamarku sambil mengacungkan pisau dapur di leherku. Dia yang menarik aku yang sudah pasrah kaku ketakutan dengan kekuatan super ke kamarnya. Dia yang berteriak meminta tolong sambil memukul-mukul terali besi jendela. Sementara aku cuma bisa tergugu dilanda keterkejutan dan ketakutan. Thank you so much Emil for your braveness to save me… Aku sudah cukup lama nggak kontak dengannya semenjak dia memutuskan untuk pindah kos. Dan kemarin, aku dikejutkan dengan kabar yang dibawa Uni Suci bahwa Emil sudah pergi, she left me, left us, left everyone around her. Innalillahi wa innailahi roji’uun… Emil, meninggal dunia setelah mengalami koma karena penyempitan pembuluh darah otak. Kontan kaki dan tanganku lemas, rasanya aku nggak percaya. Emil… yang selalu mandiri dan kelihatan sehat bugar, masih muda, sedang menikmati dunia baru-nya sebagai guru, pergi begitu cepat… Aku bahkan nggak sempat menjenguk dia, karena Emil tidak memberi tahu tentang sakitnya kepada siapapun kecuali keluarganya. Emil rencananya akan dimakamkan hari ini di provinsi sebelah. Aku sudah tidak akan bisa bertemu dengannya lagi, sudah benar-benar berpisah ruang dan waktu๐Ÿ˜ฅ.

Aku sedih, sangat sedih… Aku benci perpisahan. berkali kali kukatakan pada diriku dan hatiku untuk menjadi kuat… Perpisahan bukan akhir segalanya. Masih ada banyak cara berhubungan dengan mereka yang kamu sayangi. Selagi masih ada di dunia masih bisa telfon, sms, masih bisa ketemuan. Tapi jika sudah tidak di dunia lagi masih bisa melalui do’a-do’a tulus untuk kelapangan jiwa di perjalanan berikutnya. Berkali-kali aku belajar bahwa inilah kenyataan di dunia. Tidak ada yang abadi. Kita ada untuk sementara. Secinta apapun dengan orangtua, keluarga, saudara, kekasih, dan sahabat… kita pasti berpisah dengannya. Inilah hidup.

Sampai jumpa lagi teman-teman, semoga Allah memudahkan kita untuk bersilaturahmi dan menjalin kasih sayang, saling merindukan satu sama lain. Semoga kita bisa ketemu lagi di lain waktu dan kesempatan. Untukmu Emillia yang sedang menempuh perjalanan baru, jasad boleh berpisah tapi jiwa tetap hidup… Semoga kita kelak bertemu dan berkumpul di Surga, tempat yang penuh taman-taman indah dengan sungai-sungai mengalir dibawahnya. Tempat yang tidak mengenal kesedihan, kesakitan, dan duka lara. Do’aku menyertaimu, semoga Allah menerima amal ibadahmu, mengampuni segala kesalahanmu, dan meringankan perjalananmu… Aku merindukanmu :’).

Tagged: , , , , , , , ,

9 thoughts on “Sampai jumpa lagi :’)

  1. Iwan Yuliyanto October 17, 2014 at 6:18 am Reply

    Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un, the brave Emilia Sari.
    Semoga segala amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya. aamiin.

    Semoga mbak Eka bisa berjumpa kembali dengannya di jannah-Nya.

  2. jampang October 17, 2014 at 8:08 am Reply

    Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiโ€™uun.
    Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa ‘afiha wa’fu ‘anhaa.

    pengalaman dengan pencuri itu serem banget, mbak

  3. Puji October 17, 2014 at 8:49 am Reply

    Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiโ€™uun. Semoga amal ibadah Emilia diterima di sisi Allah SWT

  4. nyonyasepatu October 17, 2014 at 3:03 pm Reply

    hampir aja mikir mau perpisahan hihi

  5. Siro Gane October 21, 2014 at 12:44 am Reply

    Innalillahi wa inna ilaihi rooji’uun. perpisahan,kematian pasti terjaid, tapi kadang manusia susah buat menerimanya yaa๐Ÿ˜ฆ

  6. ferdiansyah30 November 4, 2014 at 8:40 pm Reply

    Innalillahi.. Smoga amal ibadahnya diterima sama Allah. Amiin

  7. alfasemua November 8, 2014 at 6:55 pm Reply

    jangan hilang semangat!:) apapun yang terjadi, semuanya kembali sama Allah… dan kesedihan bukanlah akhir dari kehidupan… kerusakanlah yang sanggup mengakhiri hidupmu…

    Jangan lupa mampir-mampir ke blog ku, belajar Islam bareng-bareg:)

    semangat belajar Islam! ^^

  8. katamiqhnur.com November 22, 2014 at 7:27 am Reply

    sedih..๐Ÿ˜ฆ
    salam kenal ya. jangan lupa untuk mampir balik ke –> katamiqhnur.com

  9. soeman jaya November 22, 2014 at 10:55 pm Reply

    Berpisah dengan tetangga memang terkadang sangat menyedihkan. apalagi ‘tetangga baik hati dan peduli kepadakita selama hidup bertetangga … tengok saja kata2 bijak : Hormati dan sayangi tetangga kita – karena tetangga adalah saudara kita terdekat.๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: