Lewat Kertas, kutitipkan rindu buat Ayah

“Hanya lewat kertas ini aku berharap dia akan kembali. Entah besok, saat aku terbangun di pagi hari dan melihatnya duduk disamping tempat tidurku, atau saat aku terlelap, lalu tiba-tiba dia membangunkanku dengan pelukannya”.

Novel

Ragika Agri, adalah seorang mahasiswa sederhana, tinggal disebuah rusun, dan bekerja part-time sebagai penonton acara musik bayaran. Agri menyimpan kenangan mendalam akan sosok Ayah. Ayah yang selalu ia nantikan kehadirannya. Ayah yang telah meninggalkannya, adiknya -Kamil-, dan almarhumah Ibunya untuk wanita lain. Agri tidak pernah membenci Ayahnya, karena ia percaya Ayah pasti punya alasan kuat saat meninggalkanya. Meskipun sedih, jatuh pada kekecewaan berkali-kali, Agri tetap menanti Ayahnya dengan setia.

Semua kerinduan ia tuangkan dalam berlembar-lembar kertas. Kertas-kertas surat tersebut selalu diletakkannya dalam sebuah kantung kecil di bangku terminal. Sebuah bangku yang diabaikan orang-orang. Agri berharap suatu saat Ayah akan datang dan membaca rasa rindunya. Sungguh mengejutkan, ia melihat sosok pria yang sangat mirip dengan Ayahnya adalah seorang Ayah dari artis papan atas. Apakah itu Ayahnya ?. Jika memang benar, mungkinkah Ayah masih mengingatnya, dan sudi kembali padanya lagi ?.

***

Kesan pertama yang aku rasakan saat membaca novel ini adalah nuansa mellow yang kental. Sosok Agri yang memendam rindu, kecewa, harapan, dan kegalauan masa muda tersampaikan dengan apik. Karakter Agri, digambarkan sebagai pemuda yang tidak percaya diri walaupun dia dikaruniai wajah yang tampan, dikarenakan latarbelakang kehidupannya yang sederhana dan tanpa orangtua. Agri pemuda yang bertanggungjawab, ia menggantikan sosok orangtua yang tidak dimiliki oleh adiknya, Kamil. Aku pribadi akan jauh lebih puas jika tokoh Agri bisa lebih emosional dan beringas, kekeke. Tokoh pendukung lain seperti Ayah, Kamil, Saini, Kemy, dan Junas mampu mendukung kekuatan cerita.

Aku suka dengan karakter tokoh Agri, bisa dibilang dia itu menggambarkan anak yang baik dari lahir. Walaupun sudah diabaikan Ayahnya bertahun-tahun dia tidak menyimpan dendam. Ini sebuah kelebihan menurutku, secara tidak langsung penulis memberi penanaman moral pada kita, untuk tidak menghadapi sebuah luka batin dengan kebencian. Tokoh Agri mengajarkan pada kita bahwa seorang anak sudah semestinya memiliki cinta tulus tanpa syarat pada orangtuanya.

Satu hal yang menggelitik, pemilihan nama “Saini” sebagai nama kekasih Agri terlihat menarik buatku, karena nama “Saini” jarang sekali aku temui di novel, bukan nama yang umum digunakan. Unik sekali. Tokoh pendukung berikutnya, adalah sang artis papan atas Gian Pranama dan Anita Raina. Dari deskripsi yang dicurahkan penulis aku kok jadi membayangkan kalo mereka itu adalah Afghan Syahreza dan Raisa, hehehe… Untuk tokoh Ayah sendiri, gimana ya aku menjelaskan karakter-nya… Ayah disini seperti seorang laki-laki yang tidak punya ketegasan untuk memilih dan bertindak, tidak punya keberanian, dan itu bikin aku gregetan.

Alurnya cukup cepat, meskipun bernuansa mellow pembaca tidak akan dibuat mengantuk. Gaya bahasa yang digunakan penulis khas remaja, tidak perlu mengerutkan kening dalam menganalisa kalimat per kalimatnya. Novel setebal 207 halaman ini ukurannya pas digenggam dan dibawa karena menggunakan jenis kertas yang ringan. Sayang, novel ini terlau cepat selasai dibaca, jadi rasanya kurang puas, heehehe. Aku suka banget dengan pemilihan font dan desain cover-nya yang seperti kertas surat yang sudah lusuh.

Sebagai orang yang suka dengan jalan cerita yang rumit, penuh konflik dan romance yang heboh, aku kurang mendapatkan sensasi konflik yang menggetarkan dada, hahaha drama queen abiiis !. Untuk ekseskusi ending novel ini aku nggak mau ngasih pendapatku, karena takut jadi spoiler. Kalian harus baca sendiri untuk mendapatkan nikmatnya membaca dan kepuasan setelah menyelesaikan sebuah buku. Aku mengharapkan kedepannya penulis mampu memperkaya pemilihan kata dan istilah, agar pembaca mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Satu nilai tambahan dariku untuk novel ini, karena penulis memasukkan penggalan lirik lagu favoritkuuuuu “Be My Girl-nya JYJ”. Yeah you rock girl, love it !!!.

Sekilas tentang penulis :

Novel ini ditulis oleh Lina Ramdayani, lahir di Tasikmalaya 19 Maret 1992. Sebelumnya, karya tulis Lina pernah dimuat dalam trilogi “Hylla” dalam Episode II Frog’s Ring (2012) dan antologi Di Sebuah Surau Ada Mahar Untukmu (2012).

Well, i met this girl in the one of cyber community called “Chunsas”, it means community for Yoochun fans. You all can rolling your eyes in front of me now, hahahaa, but do you think i’m going to talk about Yoochun or Korean Drama here ?. Of course no no no. I’m talking about this girl, Lina Ramdayani. Jadi setelah cukup lama kenalan, mention-mentionan, dan DM-DM-an. Aku baru nyadar kalo cewek ini ternyata seorang penulis. Kyaaaaa… I always have soft spot in my heart for writer. So, setelah dapat kabar novelnya sudah rilis dipasaran, aku semangat banget membelinya meski harus nunggu lama mencari waktu dan kesempatan untuk ‘turun gunung’, maklum ane tinggal di kampung, ga ada toko buku seperti Gramedia disini😄. Saat membaca novel ini, aku merasa tersentuh… karena yang ada ditanganku saat ini adalah buah karya dan hasil kerja keras. So, Lina… i’ll be honest to you. Novel ini bagus, tapi tetap butuh perbaikan disana-sini. Aku yakin semakin tinggi jam terbang-mu dalam menulis, akan membuat hasil tulisan-mu semakin cemerlang. Berimajinasi-lah sebebas-bebasnya (in the appropriate way yaaaa…) agar ide-ide cerita bisa tergali. Aku tunggu karya tulismu berikutnya, tetap semangat menulis yaaa dear😀.

Ohya, resensi-ku ini murni penilaian pribadi. Mohon maaf kalo penilaian subjektifku ini gak sesuai dengan penilaianmu atau malah menyinggung. Lina Ramdayani, bisa kalian temui DISINI, silahkan follow Lina untuk kenalan, tanya-tanya, ngasih kritik, saran dan ide-ide membangun for her next project !.

Selamat membaca guys !

***

Judul buku    : Lewat Kertas, kutitipkan rindu buat Ayah
Pengarang    : Lina Ramdayani
Penerbit       : Kana Media
Tahun terbit : 2014
Tebal buku   : 207 halaman
ISBN            : 978-602-267-037-7

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

16 thoughts on “Lewat Kertas, kutitipkan rindu buat Ayah

  1. ayanapunya August 27, 2014 at 1:56 am Reply

    Koverna unik yaa..🙂

    • Eka Novita August 27, 2014 at 12:56 pm Reply

      iya mbak, unyu-unyu gitu😀

  2. ndutyke August 27, 2014 at 11:41 am Reply

    Kyknya bagus. Tp aku ga bgitu suka yg mellow2😦 soalnya hidupku sndr udah cukup mellow n drama.

    #CURHAT😆

    • Eka Novita August 27, 2014 at 1:01 pm Reply

      Pukpuk mbak Tyke🙂
      kalo gitu baca Lupus aja yuk mbak biar happy, aq jg skrg lg Mellow *curhat balik

  3. jampang August 27, 2014 at 11:52 am Reply

    kayanya bagus nih… buat inspirasi, siapa tahu bisa bikin novel yang isinya kebalikan….
    Lewat Kertas, kutitipkan rindu buat Anakku
    😀

    • Eka Novita August 27, 2014 at 12:58 pm Reply

      Bikin bang, bikin bang, nanti aku beli…
      Aku jg pengen beli buku “Jejak-jejak yang terserak”, tp aku belum turun gunung😄

      • jampang August 27, 2014 at 1:15 pm

        ya harus beli dulu buku itu dulu, mbak. kan supaya dapat inspirasi. kalau cuma sekedar surat aja, draftnya sudah ada. tapi ditolak sama penerbit karena terlalu bersifat pribadi dan disarankan dibuat yang lebih umum. salah satunya ya bentuk novel😀

      • Eka Novita August 27, 2014 at 1:17 pm

        InsyaAllah aku beli Bang, chayoooo project novelnya !

  4. TIRS August 27, 2014 at 3:40 pm Reply

    Wah kayak mellow banget nih.. Sayangnya gua rentan galau.😦

    • Eka Novita August 27, 2014 at 10:37 pm Reply

      Mellow bukan berarti galau masbro😀

  5. dhicovelian September 2, 2014 at 12:10 pm Reply

    Kalau hanya sekilas melihat sampulnya, seperti bukan sambul buku. Sebelumnya saya kira itu tulisannya Mbak Eka di kertas terus di foto…😀

    Unik sampulnya, beda dari yang lain…😀

    • Eka Novita September 2, 2014 at 12:33 pm Reply

      Iya, aku juga suka sama tampilan cover-nya, sweet gitu🙂

  6. Happy Fibi September 6, 2014 at 9:17 pm Reply

    Penulisnya setahun di atasku, tapi udah punya karya keren ginian :’. Jadi pengen bikin buku juga nih (9 ^ ^)9.

  7. Mutiara Q.A (@Mutiara_B1A4) November 9, 2014 at 4:04 pm Reply

    amanat dan pesan dari novel diatas apa kak???:)

  8. azrin munthe January 10, 2015 at 12:58 pm Reply

    keren mbak kisahnya sangat menginspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: