Kepada Ibu Pertiwi

Negeriku, Indonesia
Sudah 69 tahun kita merdeka
Sudah cukup lama kita terbebas dari penderitaan
Waktu itu, ketika kita masih dijajah
Kita semua bersatu
Rela berkorban nyawa, harta benda, tenaga, dan pikiran
Demi menebus kebebasan
Kebebasan yang mahal harganya
Penjajah itu telah pergi ibu
Lalu, para pejuang dan pendahulu kami
Merumuskan ide-ide untuk membentuk sebuah negara
Negara yang dicita-citakan memiliki budi yang luhur
Yang adil, yang aman ditinggali
Yang menaungi luasnya wilayah yang membentang
Yang mengayomi setiap penghuninya
Yang melindungi Kekayaan alam, dan warisan budaya leluhur
Kita begitu kaya Ibu…
Begitu kaya…

Negeri ini benar-benar dirahmati
Hingga mampu membuat siapapun terkagum-kagum
Bahkan menaruh rasa iri hati, ingin turut memiliki
Kita punya matahari yang hangat sepanjang tahun
Hutan tropis bagai rangkaian batu zamrud
Lautan biru nan dalam yang menyimpan harta karun
Gunung yang mengandung emas
Tanah yang begitu subur

Ibu, seandainya pahlawan yang telah gugur
Melihat Negeri kita saat ini…
Aku takut mereka akan menangis kecewa
Karena saat ini, kami anak-anak Ibu
Bertarung melawan saudara sendiri
Saling menjajah satu sama lain
Kami terpecah belah Ibu
Hati kami tidak satu…
Sekarang, di negeri ini
Begitu banyak masalah
Begitu banyak ketamakan
Begitu banyak tindakan amoral
Begitu banyak kesombongan
Begitu banyak pengkhianatan

Ibu, aku hanya salah satu dari anak di negeri ini
Aku tidak mampu berbuat lebih dari kesanggupanku
Aku tidak mampu membuat perubahan massal
Akupun tidak punya daya untuk melawan ketidakadilan
Aku tidak bisa berbagi lebih, kecuali ilmu yang aku punya
Tapi, aku berjanji Ibu
Aku akan mendidik keturunanku kelak
Aku berdo’a Ibu… agar keturunanku nanti
Tidak termasuk kedalam anak-anak yang tidak tahu diri
Anak-anak yang tidak mencoreng harga diri-mu
Di mata anak Ibu yang lain, ataupun dimata negeri lain
Keturunanku tidak akan membuatmu malu, Ibu
Kami akan menjadi anak-anak negeri
Yang tahu membalas budi
Semampu kami…
Kami tidak akan melupakan sejarah
Kami tidak akan melupakan agungnya pengorbanan pahlawan
Kami tidak akan melupakan pahitnya penjajahan
Kami tidak akan melupakan Ibu
Tempat kami lahir dan dibesarkan
Tanah Air Kami, Indonesia.

Semoga Ibu tidak murung
Semoga Ibu tidak berduka
Semoga Allah, Tuhan Penguasa Semesta Alam
Selalu melindungi Negeri ini
Dan, memberi petunjuk pada kami agar selalu berjalan lurus
Agar kami menjadi manusia yang membawa manfaat

Percayalah Ibu, aku bangga terlahir sebagai anak Negeri ini
INDONESIA

 

 

Eka Novita – Perawang, 17 Agustus 2014

Tagged: , , , , , , , ,

8 thoughts on “Kepada Ibu Pertiwi

  1. jampang August 18, 2014 at 8:01 am Reply

    semoga nikmat yang begitu banyak ini bisa tetap terjaga…. oleh kita

  2. Ceritaeka August 21, 2014 at 7:43 am Reply

    Dirgahayu Indonesia🙂

    • Eka Novita August 21, 2014 at 9:26 pm Reply

      Yeaaaaaahhhhh !!!! Dirgahayu Indonesia😀

  3. TIRS August 21, 2014 at 4:06 pm Reply

    Yoih! Keren, ka.
    Semoga ibu tidak murung, tidak berduka. :))

  4. kutukamus September 28, 2014 at 2:10 am Reply

    ‘Ibu’ mana pun pasti berbesar hati
    kalau anaknya punya sikap seperti ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: