Monthly Archives: July 2014

Belajar Puasa Belajar Jujur…

????????????????????????????????????????????????????????????????

Sumber : djigokelasinspirasi2.wordpress.com

Seingatku, aku belajar puasa penuh saat masuk usia 8 tahun lewat beberapa bulan. Waktu itu aku duduk kelas 3 SD. Waktu kecil aku termasuk anak yang jarang dengerin nasehat orangtua. Seakan-akan aku nunggu kena batu-nya dulu baru mau mendengar nasehat mereka. Nggak heran, orangtua-ku sering naik darah karena kelakuanku.  :D.

Waktu diajak berpuasa penuh, aku merengek-rengek nggak mau puasa penuh. Karena ngeliat teman-temanku masih banyak yang puasa setengah hari. Mamak bilang, puasa itu nggak boleh ikut-ikutan teman, karena puasa itu untuk Allah. Aku pun tawar menawar sama mamak, kalau aku bisa puasa penuh, per harinya aku minta uang. Dibayarkan pas lebaran.  Malah tambah kena marah. Ya sudah, nggak ada harapan untuk mengelak atau mengeruk keuntungan dari berpuasa *anak minta di toyor. Mamakku yang galak itu kalau sudah bilang “tidak”, ya benar-benar “tidak” !.

Dan puasa penuh pertamaku itu memberiku pengalaman dan pelajaran yang kuingat sampai sekarang.

Pengalaman 1

Aku bangun tidur pagi, berbaring malas-malasan sambil nonton TV. Adekku waktu itu masih usia balita, dia duduk di sebelahku sambil ngemil kerupuk udang. Adekku itu, dengan baik hatinya menyuapkan kerupuk udang kemulutku. Aku membuka mulut, kunyah-kunyah, telan, glek !. Baru ingat kalau hari itu aku puasa.  Aku panik, dan kesal. Dasarnya aku anak kecil yang tempramen, kucubit adekku. Kontan saja dia nangis jerit-jerit. Mamak datang dan marah-marah, sambil menenangkan adekku.

“Kau apakan adekmu ?”, mamak melotot.

“Aku cubit… disuapkannya aku kerupuk. Udah kutelan baru aku ingat puasa. Jadi batal puasakuuuu !”, ngomel.

“Nggak batal puasamu, kau kan lupa, jangan minum air, teruskan puasamu !”, balas mamak.

Ooooh I see, kalo makan/minum karena lupa ternyata puasa-nya tidak batal. *catat.

Pengalaman 2

Waktu itu setiap bulan Ramadhan anak SD diliburkan. Jadi bulan puasa kuisi dengan full bermain seharian. Kadang aku dan teman-teman berkeliling main sepeda di tengah hari. Kami bersepeda entah kemana-mana, menjelajahi gang-gang, mengunjungi rumah teman-teman. Hingga, kami berhenti di mesjid untuk ngadem bentar. Salah satu temanku dengan santainya minum air mentah dari keran mesjid.

“Ish, nggak puasa !”, tuduhku.

“Aku puasa setengah hari, udah lewat tengah hari niii…”, katanya. Continue reading

Dikunjungi Syaikh dari Palestina

Dua hari yang lalu, aku menerima sms dari sahabatku yang berisi ajakan untuk menghadiri tabligh akbar di mesjid Raudhatul Jannah – Perawang. Rupanya kampungku (ehmmm lebih tepatnya Kecamatan-ku) mendapat kunjungan dari seorang Syaikh dari Palestina.  Aku mengiyakannya, karena aku memang suka menghadiri majelis ilmu. Awalnya agak kaget juga sih menerima ajakannya, soalnya sahabatku ini adalah seorang dokter yang sibuk pake banget banget dengan kegiatan dinasnya di sebuah rumah sakit umum daerah. Hihihiii, jarang-jarang nih bisa pergi ke majelis ilmu bareng dia. Jazzakillah khairan katsiran sahabatku atas ajakan dan jemputannya :).

Sekitar pukul setengah 8 malam lewat dikit, Syaikh tersebut tiba di mesjid Raudhatul Jannah Perawang. Alhamdulillah mesjid dipenuhi oleh jamaah, banyak sekali anak-anak yang antusias untuk bisa bertemu dan mendengarkan langsung kajian yang akan di bahas oleh sang Syaikh tersebut.

Kami sholat Isya berjamaah yang disambung langsung dengan sholat tarawih dan witir. Syaikh tersebut menjadi imam sholat kami. Bacaan beliau sangat bagus dan merdu, MasyaAllah !. Kalau aku nggak berada disitu mungkin aku menyangka suara itu adalah rekaman murottal berformat mp3. Beliau menggunakan surat-surat al-qur’an yang panjang, tapi terasa sebentar saja. Mungkin karena hati terhanyut ke dalam syahdunya lantunan ayat-ayat Allah. Sholat tarawih terasa begitu nikmat karena dilaksanakan sesuai tuntunan Sunnah Rasulullah, tidak menggunakan do’a-do’a yang mengandung bid’ah di saat akan memulai sholat tarawih.

Suka^5505 copy

kelihatan gak Syaikh-nya ? yang lagi duduk itu loh..

Selepas sholat Tarawih dan Witir, Syaikh tersebut memperkenalkan diri dengan menggunakan bahasa Arab, yang diterjemahkan oleh Ustadz Eko ke dalam bahasa Indonesia. Nama beliau adalah Yusuf Ismail Suliaman, biasa dipanggil Ustadz Thoriq. Beliau adalah seorang hafidz Qur’an yang lahir di Gaza, Palestina. Beliau seorang lulusan Doktoral Universitas Islam Madinah jurusan tafsir. Kedatangan beliau ke Indonesia khusus-nya Perawang adalah untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat Indonesia, untuk menyampaikan situasi terkini dan riil di Palestina. Kedatangan beliau juga diikuti penggalangan dana untuk Palestina melalui tim bantuan kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap).

Beberapa poin yang kucatat dari penjelasan beliau mengenai kondisi di Palestina saat ini adalah : Continue reading

Sudah hari ke-16 Ramadhan yaaaah…

Assalamualaikum semuanya…

Masih pada puasa kan ?.
Kali ini pengen cerita yang ringan-ringan. Sebenernya pengen nulis-nulis aja sih, tapi gak ada ide, jadi kubiarkan aja jari-jari ini mengetik sesuka jati. Ketik ketik ketik, ketik terus. Enaknya nulis apa ya ?… Ohya, nulis tetang pagi ini aja deh.

Ehhhm, tadi aku kebangun pagi buta sekitar jam 2-an lewat, gara-gara dengar adek laki-lakiku grasak grusuk di ruang tengah. Sayup-sayup kedengeran orang main bola, ohya baru ngeh kalo lagi ada siaran live final Piala Dunia. Kucek-kucek mata, ngelap-ngelap jigong, belek, dan muka yang berminyak (apa yang kalian harapkan dari wajah perempuan yg baru bangun tidur, muka princess ala sleeping beauty ?, gak mungkin lah !). Eh, tetiba kuku gak sengaja nyenggol jerawat di alis. Sakiiiitnyaaaaaaaaaaaaa bikin melek !. Hidupin lampu kamar, ngecek kondisi muka di kaca, itu jerawat masih tunas tapi kesenggol dikit aja sakitnya, Na’udzubillah.

Masih agak sempoyongan (???), aku keluar kamar, haus… mau minum. Terus, si adek minta dibuatin indomie goreng untuk temen nonton bola. Aku pura-pura gak dengar, wong rencananya abis minum mau bobok lagi. Rupanya bapak kebangun dan ikutan nonton bola. Kali ini bapak yang request minta dibuatin indomie. Yaaaaaaaaahhhh, agak sebel juga lagi ngantuk-ngantuk disuruh masak. Tapi tetep dikerjain laah, aku ndak mau lah dikutuk jadi anak durhako gara-gara tidak mau masak indomie di pagi buta. Kelar masak, ngantuk pun ilang. Jadinya, aku bikin kopi sambil ikutan nonton bola. Sekalian nunggu jam 4 lewat untuk makan sahur.

Argentina kalah ya sodara-sodara *pukpuk Argentina. Congrats Jerman, byebye Babang Klose, nikmatilah masa pensiunmu dengan tenang dan leyeh-leyeh :D.

Trus, tadi abis sholat subuh jama’ah sama mamak, aku ngecek kalender, eh ternyata udah masuk hari ke 16 Ramadhan ya. Nggak kerasa, cepet bener waktu berlalu. Berarti tinggal setengah bulan lagi udah pisahan sama Ramadhan. Huhuhhhuuu. Cepatnyaaaaaaaa… Ohya, katanya malam lailatul qadar itu ada di malam-malam ganjil dan di sepuluh malam terakhir ramadhan. Dari dulu aku penasaran banget, malam lailatul Qadar itu seperti apa ya ?, apa teman-teman blogger sudah ada yang pernah mendapatkan malam lailatul qadar ?, share dong !.

Ngomongin perasaan, aku masih mellow nih mengingat sodara-sodara di Palestina. Sedih aja bawaannya. Tapi, tetap saja rasanya itu nggak cukup. Kabar terakhir yang aku baca udah 160-an korban tewas, 1000-an orang luka-luka, 70 % korban serangan Israel adalah rakyat sipil, kebanyakan perempuan dan anak-anak. Aku ngerasa puasa yang aku jalani ini beda banget “nilai-nya” dengan puasa-nya sodara-sodaraku di Palestina. Mudah-mudahan Allah memberi mereka pahala yang besar atas ketabahan dan kesabaran mereka, InsyaAllah.

Yaudah deh, segini aja yang pengen di tulis. Ini jari dan kepala lagi gak mood diajak nulis-nulis. Ohya, gak boleh lupa nulis >> PRAY FOR GAZA, PRAY FOR SURIAH, PRAY FOR ROHINGYA too. PEACE !!! Wassalam.

6a00d834522bcd69e200e54f45fdca8834-640wi1

PEACE YOOO !!! FREE PALESTINE !

Bersabarlah saudaraku…

151493_620

Sumber : tempo.co

Hari ini, Allah masih meniupkan nyawa di tubuhku untuk bangun melaksanakan sahur. Sementara di bumi Allah bagian lain, ada sekumpulan orang-orang yang tak sempat menyambut sahur karena meregang nyawa.

Sahur kali ini, Allah berbaik hati mengizinkan aku menikmati sepiring nasi hangat yang masih mengepul disertai lauk pauk yang nikmat. Sementara di bumi Allah bagian lagi, ada sekumpulan orang-orang yang tidak bisa sahur karena tak ada bahan makanan di dapur-dapur mereka.

Sahur kali ini, aku masih bisa bercengkrama dengan keluargaku, berbincang tentang banyak hal dari kekalahan telak Brazil dan kemenangan Argentina di semifinal Piala Dunia hingga pemilu yang kedua kubu sama-sama mengklaim kemenangan. Sementara di bumi Allah bagian lain ada sekumpulan anak-anak yang menghabiskan waktu sahur dengan ratapan, lelehan air mata dan lantunan doa-doa yang dipanjatkan atas kepergian anggota keluarga mereka.

Di negeriku, akhir waktu sahur diiringi lantunan adzan merdu nan syahdu yang memanggil untuk melaksanakan kewajiban sholat shubuh. Sedangkan di bumi Allah bagian lain waktu sahur ditemani dentuman suara bom yang memecahkan gendang telinga dan merenggut nyawa.

Di negeriku, kami melaksanakan sholat fardhu 5 kali dalam semalam. Sementara di bumi Allah bagian lain, sholat fardhu mereka bertambah satu, sholat jenazah !.

Di negeriku, kami bisa melaksanakan ibadah puasa dan ibadah sunnah lainnya dengan leluasa. Kami bebas mendatangi mesjid mana saja yang kami mau. Ketika sore datang, kami beramai-ramai mencari hidangan berbuka untuk dinikmati bersama keluarga. Sementara itu, di bumi Allah bagian lain, ada sekumpulan orang-orang yang dilarang berpuasa, dilarang beribadah, mesjid-mesjid dirubuhkan, simbol Islam dihina dina, bahkan usaha untuk mencari makanan pengganjal perut pun termatikan.

Di negeriku, sekelompok orang menentang keras penutupan lokalisasi pelacuran, tempat yang teramat menjijikkan dimana wanita menukar harga diri demi lembaran rupiah dan laki-laki bernafsu seperti hewan membuang uang. Semua itu atas nama KEMANUSIAAN. Sekarang atas nama HAK ASASI MANUSIA aku bertanya, akankah kau yang berkoar-koar tentang HAM berani maju dibarisan terdepan membela saudara-saudaraku yang terinjak-injak martabatnya, yang mati mengenaskan karena membela izzah-nya sebagai manusia beragama di bumi Allah yang mungkin kau tak pernah peduli dimanapun mereka berada.

167946_620

sumber : tempo.co

Pernahkah kau dengar tentang Suriah, dimana saudaraku kaum Sunni dipaksa bersujud kepada penguasa, dibantai massal dari segala penjuru, baik menggunakan pedang, pistol, bom, rudal, hingga senjata kimia yang mampu meluluhkan kulit dan daging. Mereka dibantai oleh manusia-manusia berhati iblis yang menganut agama benalu tapi mengaku Islam, yakni Syiah !.

Adakah kau mendengar tentang saudara-saudara muslim yang terlupakan. Dimana mereka dibunuh karena mereka mempertahankan agama Islam. Pernahkah kau tau nasib mereka di bumi Allah lainnya ?.
Somalia ?
Afghanisatan ?
Irak ?
Iran ?
Pakistan ?
Chechnya ?
Bosnia ?

Tahukah kau ada saudara-saudara kita semuslim mati dengan leher-leher tergantung di Burma, Rohingya ?

Tahukah kau saudara kita di Palestina menyambut awal Ramadhan dengan suguhan misil dan rudal oleh pasukan biadab Yahudi ?. Continue reading

A blessed month :’)

10446696_10203309186042767_3810222996710788898_n

When the month of Ramadan arrived at the time of the Prophet (salallaahu ‘alayhi wasallam) he said: “A blessed month has arrived. Observing it in fasting is obligated on you. During this month, the gates of Paradise will be opened and the gates of Hellfire will be closed. The devils (Shayaatin) will be chained. In it there is one night, during which worship is better than worship in a thousand months. Whoever is denied its blessings has been denied the biggest blessing.”

—  (Related by Ahmed, Nasai, and Bayhaqi)

Burning your sins

ice-cream-wallpaper-16122-16617-hd-wallpapers