Tentang Pendidikan…

logo tut wuri handayani

Sumber : fajar-studio-virtual.blogspot.com

Masih ingat dengan Ki Hadjar Dewantara sang pelopor pendidikan Indonesia sekaligus pendiri Pergururan Taman Siswa ?. Semoga masih ingat ya. Dan readers, masih ingatkah dengan semboyan beliau yang berasal dari bahasa Jawa : Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani – di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberikan daya kekuatan.

Dari semboyan aku mengambil kesimpulan bahwa kita sebagai orang dewasa (orangtua) mestinya memberikan pendidikan dengan cara menanamkan contoh/suri tauladan yang baik, memberi semangat dan motivasi kepada anak-anak untuk tumbuh menjadi manusia dengan karakter baik.

Anak itu ibaratnya kertas putih yang bebas kita lukis sesuai dengan kehendak kita. Pastikan yang kita lukis bukanlah coretan kasar dan buram. Kita lukis mereka dengan halus, menggunakan warna-warna indah menceriakan hidupnya. Ada yang bilang anak itu cerminan orangtua, apa yang kita lakukan itulah yang ia tiru menjadi kepribadian. Untuk membentuk anak yang baik tentulah kita harus menjadi orang yang baik terlebih dahulu, setidaknya berusaha merubah diri menjadi baik. Begitu juga untuk mendapatkan anak yang cerdas tentu kita yang harus mengarahkan dan memberi makanan sehat untuk mendukung perkembangan otaknya. Pendidikan dasar bukan berarti hanya pendidikan formal, belajar baca tulis hitung. Dan pendidikan itu bukan jadi tanggung jawab guru di sekolah saja, melainkan tanggung jawab orangtua dan semua orang dewasa. Karena pendidikan pertama berasal dari keluarga, dari tangan-tangan ayah ibu yang mendidik anak dengan kesabaran dan kasih sayang.

siswi-SD-berjilbab

Sumber : kaskus

Sebagai bekal untuk mendidik anak kelak, aku membaca beberapa artikel tentang pendidikan, dan dapat kurangkum bahwa pendidikan dasar yang sebenarnya penanaman adab (akhlak, etika, sopan-santun, dan moral). Pada zaman dahulu, sahabat Rasulullah yakni generasi para salaf (generasi terdahulu yang hidup di zaman Rasulullah) mendidik anaknya dengan menanamkan adab (akhlak yang baik) sebelum mengajarkan ilmu-ilmu yang lain untuk menunjang kehidupan.

Al-Imam Malik bin Anas Al-Ashbahi Al-Qurasyi –rahimahullah– mengatakan, “Wahai anak saudaraku, pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu. (Dari kitab Hilyah Al-Auliya (VI/330), karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani).

Dari Zakariya Al-‘Anbari, bahwasannya beliau berkata, “Ilmu tanpa adab laksana api tanpa kayu bakar. Dan adab tanpa ilmu bagaikan roh tanpa jasad.” (Dari kitab Jami’ li Akhlaqir-Rawi wa Adabis-Sami’ (1/80), karya Al Khatbib Al Baghdadi).

Hal ini berbanding lurus dengan diutusnya Rasulullah membawa ajaran Islam ke kota Makkah yang pada masa itu dilanda kerusakan moral penduduknya. Ya, Islam datang bertujuan untuk memperbaiki akhlak manusia. Menanmkan pendidikan adab yang baik akan membuat si pemilik ilmu menjadi pribadi berakhlak mulia, bermental ksatria, namun rendah hati sesuai dengan pepatah lama “padi semakin berisi semakin merunduk”. Banyak sekali contoh betapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh manusia yang cerdas tapi tidak diimbangi dengan akhlak yang baik.

Setelah menananamkan pendidikan adab, selanjutnya adalah pendidikan agama (ini adalah fardhu ‘ain alias wajib hukumnya bagi umat Islam), setelah itu barulah memperkenalkan ilmu formal kepada anak untuk bekal-nya mengarungi kehidupan. Yang terbaik adalah menyelaraskan antara pendidikan akhlak, agama dan ilmu lainnya.

Kurasa mempelajari bagaimana cara mendidik anak sudah masuk dalam kategori wajib untukku saat ini. Aku sadar betul sebagai perempuan, tanggung jawabku nanti ketika menjadi ibu tentulah mengurus dan mendidik anak dengan tanganku sendiri. Di mataku anak itu adalah investasi jangka panjang, jika anakku nanti menjadi orang yang baik dan berguna bagi agama dan bangsa tentu hal itu menjadi tabungan pahala untukku, yang InsyaAllah memudahkan perjalananku untuk menggapai Surga. Yeah sekarang aku belajar teorinya aja dulu, aplikasinya kan learning by doing, beda anak tentu beda pula cara penanganannya. Mendidik anak itu gak gampang, butuh ekstra sabar, ekstra usaha, ekstra tekun, dan ekstra do’a.

Semoga pendidikan di Indonesia semakin bagus, sistem kelulusannya dievaluasi lagi dong, kulihat UN gak efektif sebagai digunakan sebagai standar kelulusan, karena gak semua anak punya minat di pelajaran tertentu. Aku setuju dengan Albert Einstein yang mengatakan ‘Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid’. Tapi ya bukan perkara mudah untuk merubah sistem yang ada, minimal dibenahi-lah, disesuaikan dengan kondisi di lapangan.Sekarang kulihat udah banyak sekolah yang berbasis agama, ada homeschooling juga, semakin banyak alternatif bagi orangtua untuk menyekolahkan anak. Pengennya pelajaran PPKN (kewarganegaraan ya kalo sekarang ?) diaplikasikankan sebaik-baiknya, gak cuma sebatas dihafal doang. Pelajaran Sejarah gak dihilangkan (ingat JAS MERAH, jangan lupakan sejarah !).

Semoga kemudahan untuk mendapatkan pendidikan untuk anak-anak yang kurang mampu semakin terbuka luas. Alhamdulillah sekarang sudah ada dana BOS (bantuan operasional sekolah) dari pemerintah untuk anak-anak kurang mampu. Tapi tetap saja ada anak-anak lain yang tak tersentuh program ini😦. Di beberapa daerah kesejahteraan guru sudah meningkat, mudah-mudahan menambah motivasi guru-guru untuk mengabdi mendidik anak bangsa. Sekedar informasi, di daerahku tenaga guru honor di sekolah negeri sebelum mendapat tunjangan ini-itu hanya sekitar Rp 300 – 400 ribu per bulannya loh. Semoga kedepannya lebih banyak program pemerintah yang memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru di daerah terpencil. Akhir kata, maju terus pendidikan Indonesia. Selamat hari pendidikan Nasional, semuanya !.

Tagged: , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “Tentang Pendidikan…

  1. jampang May 2, 2014 at 5:47 am Reply

    seperti bahasan yang sedang marak… soal UN yang diartikan sama seperti gambar aneka binatang itu yang harus ikutan tes naik pohon…. pasti monyet yang menang😀

    semoga tingkat kesejahteraan guru akan lebih baik lagi ke depannya

    • Eka Azzahra May 2, 2014 at 5:49 am Reply

      Aamiin Aamiin, mudah-mudahan ya bang.

  2. ayanapunya May 4, 2014 at 2:36 pm Reply

    Semoga ke depannya sistem pendidikan kita bisa lebih baik. Tapi yang lebih penting kita sebagai calon orang tua bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya

    • Eka Azzahra May 4, 2014 at 5:13 pm Reply

      Iya mbak Yana, betul sekali mempersiapkan diri menjadi calon orangtua dg sebaik-baiknya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: