Monthly Archives: April 2014

So, I turn off the TV !

Hari ini memasuki tahap “kelewat eneg” nonton TV. Sebelumnya selama nge-kos aku jarang sekali nonton TV karena aku lebih suka internetan (blogwalking, download drama series, baca e-book). Gak ada waktu buat nonton (sibuk tidur, leyeh-leyeh, ngobrol dan bercanda sama teman), diluar kurangnya minatku dengan tayangan televisi kita yang kurasa acaranya membosankan. Semenjak tinggal dengan orangtua, aku jadi mengikuti kebiasaan orangtua nonton acara berita tiap pagi, siang, sore.

Dan aku shock bertubi-tubi dengan kasus pelecehan seksual yg menimpa anak-anak yang ‘kok bisa?’ nyaris ada dimana-mana. Hampir di semua provinsi terjadi kasus seperti itu . Aduuuh, sakit banget hatiku. Aku perempuan, walaupun gak mengalami, aku tau pasti rasanya hati si ibu korban. Salut dengan ketabahan dan ketegasan ibu korban menempuh jalan panjang untuk mengungkap kasus yang menimpa anaknya. Iya keadilan harus diperjuangkan.

Kalo aku jadi pemimpin, nggak ada tuh istilah proses ini-tu yang dipanjang-panjangin, kelamaan !. Langsung ku berlakukan hukum rajam buat pelakunya, minimal hukum penjara selamanya bukan seumur hidup. Atau kayak di Korea Selatan, pelaku pedofilia itu dikebiri. Biar tau rasa !. Mudah-mudahan ibu korban tabah dan kasus tersebut cepat selesai dan pelaku di hukum seberat-beratnya.

Aku gak ngerti, kenapa sekarang banyak banget kasus asusila di negeri ini. Benci rasanya setiap nonton berita yang disuguhkan hanyalah “krisis moral” penghuni negara ini. Jarang banget muncul berita prestasi. Bukan rahasia umum kalo beberapa media suka memblow up berita negatif, karena lebih “laku” di pasaran. Dan, satu hal yang kutangkap dari fenomena berita kriminal. Ada beberapa orang yang “sakit jiwanya” menjadikan berita kriminal sebagai sumber inspirasi, untuk ditiru. Nggak heran kalo beberapa tindakan kriminal pola-nya mirip-mirip.

TV itu media yang bagus untuk ngasih informasi yang bermanfaat ke masyarakat. Aku gak menutup mata dari beberapa program TV yang bagus dan berwawasan. Tapi kok sekarang banyakan yang gak mutu ya?. Yang aku benci banget siaran televisi kita adalah acara lawakan-nya.

Lawakan yang jahat banget menurutku, sering menghina dan menyakiti secara fisik. Dan itu laku padahal gak lucu !. Acara yang joget-joget gak jelas itu pun banyak yang nonton, ratingnya tinggi. Huhuiiiiii !!!. Apalagi sinetron yang over drama dengan konflik bodoh gak masuk akal dan episodenya dipanjang-panjangin sampe berapa season itu pun laris manis.

Yang paling nyebelin adalah harapan yang patah saat nonton berita, pengen tau perkembangan apa sekarang di negaraku ini. Ealah yang ada malah berita orang bikin video XXX, ketangkap melakukan XXX, melakukan XXX dg anak-anak, membuang bayi yang gak berdosa karena malu ketahuan XXX. Pejabat ini ketahuan bagi-bagi mobil buat orang kaya. Pemilu legislatif yang ngabisin dana 16 triliun yang hasilnya bikin orang gontok-gontokan.

Aduuuuh uang 16 triliun rasanya cukup untuk menafkahi orang-orang gak mampu di negara ini. Bisa membuat mereka hidup layak, bisa sekolah, bisa berobat kalo sakit, bisa bikin rumah sederhana untuk berteduh. Continue reading

“KANGEN”

Karya : WS Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.

Love is…

PYC quotes

Photo by Cho Sun Hee. Edited by me.

You right Chunnie, you’re right… Love is understanding and forgiveness.

Ciplukan dan Cerita Masa Kecil

cape-gooseberry-physalis-peruviana-edulis-

Buah ciplukan. Sumber : http://www.kerneliv.dk

Kemaren sambil nungguin bapak fisio terapi, aku buka-buka majalah Femina yang ada diruang tunggu RSUD. Di situ ada artikel singkat seputar buah Ciplukan yang ternyata nama lainnya adalah Bladder Cherry ada juga yang bilang Gooseberry, keren amat yak !. Katanya di overseas buah ini banyak digunakan sebagai hiasan cake karena warna buahnya yang cantik dan juga menyehatkan. Saat membaca tentang buah ciplukan aku terkikik geli lantaran ingat kenangan masa kecil-ku sama si buah asem-manis-rada pahit ini.

Physalis-minima-group-5

Physalis minima,  Sumber : commons.wikimedia.org

Semasa aku kecil keluargaku tinggal di sekitar pinggiran hutan. Beneran hutan lho, dulu desa Tualang Perawang belum menjadi Kecamatan. Beda jauh keadaanya dengan desa Tualang Perawang saat ini yang ‘namanya’ saja ‘desa’ tapi ramai dan padat-nya lebih mirip kota Kabupaten. Disekitar rumahku buah ciplukan yang tumbuh liar dengan lebatnya, mamakku bilang buah ini bisa dimakan. Ternyata rasa buah yang sudah matang enak juga, mirip rasa buah tomat. Tanda buah ini matang sempurna terlihat saat selubung mahkota buah-nya sudah kering dan buahnya berwarna kuning.

Aku suka ngumpulin buah ini dan dikantongin untuk dimakan bareng teman kecil. Beberapa temanku menjuluki buah ini dengan nama buah “cilotuik”. Kadang buah yang belum matang kami jadikan mainan. Ditiup ujung selubunng mahkota buahnya sampai menggembung dan pukulkan ke jidat, nanti buah-nya akan meletus / meletup dan menghasilkan bunyi “POP !!!” yang lumayan kuat. Asyik sekali kalau main buah ini, sampai-sampai jidat kami penuh biji buah.

_vyrn_490rainbow_chard_comp

Physalis alkekengi. Sumber : http://www.semillasunicas.es

Ternyata diluar negeri tanaman ciplukan dijadikan tanaman hias karena bentuk selubungnya yang indah. Yang biasa dijadikan tanaman hias adalah jenis ciplukan Physalis alkekengi, selubung buah-nya cantik berwarna merah seperti lentera Cina. Sedangkan ciplukan yang banyak terdapat di Indonesia adalah jenis Physalis angulata dan Physalis minima. Buah ciplukan, masih sodaraan sama terong dan tomat loooh. Menarik ya !.

Buah ciplukan yang sekarang lumayan susah ditemukan ini ternyata punya banyak manfaat. Manfaat dan khasiat Ciplukan diperoleh dari berbagai kandungan kimia didalamnya yaitu :
Chlorogenik acid, C27H44O-H2O, Asam sitrun dan fisalin. Sedangkan untuk buahnya mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula. Dan didalam bijinya terdapat kandungan Claidic acid. Tanaman ciplukan bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), mampu meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh.

Tanaman dan ciplukan dapat mengobati beberapa penyakit sbb : Continue reading

S.E.T.I.A

Iya, kata mamakku aku ini tipe orang yang setia. “SEtiap TIkungan Ada” gitu maksudnyah ?. Hihihihi, bukanlaaaah~~. Jadi aku ini beneran setia (bisa dibaca -awet-) kalo menggunakan barang. Sebenernya aku-nya gak sadar, baru ngeh pas mamak bilang “Kamu ini kok mirip banget sih sama mamak, kalo make barang awet banget gak rusak-rusak”. Kalo dipikir-pikir bener juga sih.

Ada suatu waktu aku dan mamak bongkar-bongkar lemari yang kepenuhan baju. Baju menumpuk itu sebenernya udah gak dipakai lagi. Setelah kami amati ternyata baju-baju itu masih sangat bagus kondisinya, tapi udh gak pernah dipakai lagi karena ummmm… baju itu gak syar’i. Seperti t-shirt ketat, kemeja lengan pendek, rok/celana yang pendek. Sebenernya bisa dipake dirumah, tapi aku kok gak nyaman ya makenya didepan bapak dan adek laki-lakiku. Aku lebih milih pake baju tidur lengan panjang atau daster longgar terusan untuk dirumah.

Well, balik ke masalah awet. Banyak banget barang-barang yang kupakai umurnya udah tahunan. Aku ini jenis orang yang kalo udah suka sama satu barang bakalan make yang ituuu ituuu aja. Tas ransel hitam dibawah ini pernah jadi kesayanganku, aku pakai dari kelas 2 SMA sampai kuliah semester 6 (kurleb 5 tahun umurnya). Tas ini pensiun jadi milikku karena dicuri lebih tepatnya dirampok maling beserta isinya (dompet, laptop, handphone, dokumen,dll).

tas ransel-ku

Tas ransel zaman preman (baca : muda) dulu :p…

Untuk jalan-jalan atau kegiatan santai aku lebih sering pakai dua tas ini, si kucel bulukan. Si kucel warna krem aku pakai dari awal kuliah tahun 2007 sampai sekarang (2014). Sedangkan si coklat motif tartan baru aku pakai sekitar 2 tahunan. Padahal aku punya tas yang lain, tapi nggak tau kenapa suka aja pake tas ini kemana-mana. Padahal lihat aja modelnya yang udah out of date.

tas sandang-ku

Dua tas sandang berbahan kain favoritku, udah lecek dan bulukan 🙂

Nah, perempuan itu punya semacam nafsu lahiriah yang nggak tahan untuk merogoh kocek untuk membeli barang-barang yang sebenernya gak dibutuhkan. Aku pun begitu. Misalnya aku beli tas atau sepatu yang lagi “trend”, nyatanya barang-barang itu cuma aku pake sekali, dua kali, dan nggak pernah kupakai lagi seterusnya. Jadi aku ngerasa hawa nafsu-ku yang kadang suka “terhanyut”  untuk beli ini-itu, sungguh tindakan mubazir. Soi, trik ampuh-ku kalo kumat pengeeeeeeeen banget beli sesuatu dengan mengatakan “Jangan !, ntar nggak dipakai lagi, sayang duitnya” dalam hati. Tapi… aku juga menyediakan satu sepatu, tas, dan beberapa baju yang layak untuk dibawa pergi ke pesta, kondangan, kenduri, etc. Jaga image dikit lah, sesekali keliatan rapi dan ‘cling’ gitu. Jangan pula setiap kali pergi, aku-nya keliatan mbladus terus, ntar dikira orang aku nggak dikasih duit sama orangtua. Ihik. Continue reading

[Wrap Up] Let’s Eat – Final !

fee87890a1af7524f7e5584328d4a400

Let’s Eat !

Okay, drama Let’s Eat udah selesai ditonton lebih dari 2 minggu yang lalu. Dan, aku udah pernah nulis review drama ini sebelumnya. Bisa di check disini. But i can’t help it but write about it again just because i like this drama so much !.

Guys, it’s not typical romantic-comedy mainstream drama that shows unlogic lovey dovey situation or chessy lover scene. It’s so realistic captured our daily life problems perfectly. So you MUST watch it to get a different experience !.

Let's eat scene1aLet's eat scene2a Let's eat scene3a

Drama ini penyajiannya lebih kayak sitcom yang setiap episode-nya mengangkat tema / masalah tertentu. Tentu saja dengan kemasan yang profesional dan smooth. I love the casts, the characters, the settings, the storyline, the theme of drama that provides you close up eating food so delicious scenes even makes you want to bite your pc screen or unconsciously drooling. Yeah i love EVERYTHING.

Let’s Eat beneran bisa banget bikin aku ngikik, senyum-senyum, patah hati, geregetan, shocked dan bikin lapar disaat yang bersamaan. Drama ini mengakhiri semua konflik dengan manis dan damai. Membuat hati pemirsah yang sebelumnya resah penasaran dengan akhir cerita menjadi senyuman lega. Fhiiiuuuuh~~. Abis preview yang ditayangkan di akhir episode selalu aja mislead, bikin penonton salah tebak. Sutradara-nya kaco nih suka memainkan hati penonton. Benciiii tapi sukaaaa.

Di akhir episode ditampilkan sebuah puisi yang berjudul RICE, dan aku suka banget kata-katanya, for some reason it does suit for me…

RICE
To you who eat a lot of rice because you are lonely
To you who sleep a lot because you are bored
To you who cry a lot because you are sad
I write this down
Chew on your feelings that are cornered like you would chew on rice
Anyway, life is something that you need to digest.

Continue reading