Ujian…

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”. (HR. Tirmidzi no. 2399, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

Beberapa hari ini super hectic, nggak sempat untuk sekedar istirahat apalagi blogwalking ke rumahnya bloggers favorit. Btw, sekarang aku sibuk bolak-balik dari kost-an, ngajar les dan ke RSUD untuk merawat bapak. Dalam kondisi yang melelahkan batin, aku menyadari bahwasannya kebahagiaan dan kesedihan itu berjalan beriringan. Bahagia dan sedih sejatinya sama-sama ujian. Bahagia kadang melalaikan, dan kesedihan malah menyadarkan.

Beberapa hari setelah hari bahagia (wisuda), keluargaku mendapatkan ujian. Ujian yang cukup keras. Bapakku mengalami kecelakaan, beliau ditabrak sepeda motor tepat di bagian kanan tubuhnya. Pasca kecelakaan beliau tidak merasakan apa-apa, tapi ketika beliau hendak menggerakkan kaki terasa sakit luar biasa. Kaki beliau lunglai dan ada luka robek di kaki kanannya yang menyebabkan darah segar terus mengucur. Bapak yang tinggal di Perawang langsung dirujuk ke Pekanbaru untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Hasil rontgen menunjukkan kaki kanan Beliau mengalami patah tulang di tiga tempat, tulang kering, paha, dan pinggul.

Suka^^5209

Bapak pasca operasi

Alhamdulillah Bapak sudah dioperasi, ini pertama kalinya dalam keluargaku salah satu dari kami mengalami operasi besar, semoga ini yang terakhir kalinya. Operasinya makan waktu setengah hari. Mamakku terus saja gemetaran karena takut dan cemas. Ketika bapak dibawa keluar dari ruang operasi, aku nggak bisa nahan perasaanku. Aku nangis, karena takut luar biasa melihat wajah Bapak pucat sekali, tangannya dingin, tatapannya kosong. Aku nggak tega melihat Bapakku yang sudah tua menderita. Alhamdulillah sehabis operasi Bapak langsung bisa bicara, nanya sekarang jam berapa dan minta diwudhukan untuk sholat Zhuhur…

Dokter bilang, kemungkinan Bapak untuk bisa berjalan normal adalah 50 : 50. Itu dikarenakan parahnya kondisi tulang pinggul yang patah dan faktor usia Bapak. Kalaupun setelah operasi ini Bapak belum bisa bergerak, ada kemungkinan Bapak akan di-operasi lagi. Tapi apapun hasilnya nanti, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Bapak. InsyaAllah ada hikmah dibalik ujian ini. Alhamdulillah, sepanjang Bapak dirawat tak putus-putus teman dan kenalan Bapak – Mamak yang datang menjenguk, memberi do’a dan bantuan dana. Senang rasanya banyak yang sayang sama Bapak dan Mamak, perasaan pun jadi sedikit lebih ringan.

Ya, seminggu ini terasa berat buatku, sedih karena orang-orang yang kusayangi menderita, sakit dan kehilangan. Bapak menderita kesakitan, salah seorang sahabatku pun mendapat ujian kehilangan setelah menjenguk Bapak. Dan kini saudara-saudaraku sesama penghuni bumi Lancang Kuning diuji kekurangan oksigen akibat asap kebakaran hutan.

riau, bahaya

Polusi udara Riau berbahaya, sumber : Liputan6

Polusi udara di Riau udah masuk ke level berbahaya. Udah ribuan orang yang terserang ISPA, sekolah-sekolah diliburkan, dan bandara lumpuh total. Berada di kota Pekanbaru, seperti berada di dunia lain. Nggak ada langit biru, nggak ada sinar cerah matahari, yang terlihat hanya warna kelabu kekuningan. Sedihnya, hujan belum lagi turun membasahi bumi kami. Idealnya, masyarakat Riau harus di-evakuasi, tapi mana mau Pemerintah yang kami percayai repot-repot mengevakuasi untuk kami. Wong, nangkap pelaku dan memadamkan kebakaran hutan aja ogah-ogahan.

Semoga Allah menambahkan kesabaran dan ketabahan di hati kita, dan setiap ujian yang kita alami menjadi tebusan dan penggugur dosa. Semoga dengan adanya ujian, kita belajar makna menyayangi, memelihara, dan mensyukuri nikmat Allah. Dan, untuk mereka-mereka yang merampas hak untuk menghirup oksigen bersih, membakar hutan, dan mengabaikan amanah serta kepercayaan kami adalah orang-orang yang ZHOLIM, tunggu sajalah waktunya Allah yang Maha Melihat dan Maha Adil membalas mereka dengan azab yang pedih…

 

Tagged: , , , , , , , , , , ,

15 thoughts on “Ujian…

  1. jampang March 14, 2014 at 2:21 pm Reply

    innaalillaahi wa innaa ilaiho raaji’uun
    semoga bapak lekas sembuh, aamiin

    dan juga kabut asapnya segera hilang

    • Eka Azzahra March 14, 2014 at 2:22 pm Reply

      Aamiin ya Rabbal ‘alamiin, mohon do’anya mas… Keadaan di Riau asapnya udah parah banget, bisa bikin orang mati lemas😥

  2. Nina March 14, 2014 at 5:18 pm Reply

    Semoga cepat sembuh untuk bapak ya ka, dan semoga asap di riau sekitarnya khususnya pku segera hilang amiiiiin

    • Eka Azzahra March 15, 2014 at 11:19 pm Reply

      Aamiin ya Rabb, makasih do’anya mbak Nina. Semoga diijabah oleh Allah🙂

  3. kebomandi March 14, 2014 at 11:43 pm Reply

    eka… semoga cepat sembuh yaa buat ayahnya eka.. terus kabut asap nya cepetan ilang ya, sebenernya, aku ikutan emosi liat komentar gubernur riau, bilang nya kurang lebih “personil yang diturunkan sudah cukup, tinggal menunggu pertolongan Allah”. padahal kan usahaaa dulu tuh yang penting heuuu -.-

    • Eka Azzahra March 15, 2014 at 11:21 pm Reply

      Amiin ya Rabb. Thanks ya Ayu do’anya. Iya emang emosi ngeliat penanganan mereka yg ogah-ogahan. Tapi Alhamdulillah hari ini hujan udah turun, kabut asapnya udah agak menipis, walaupun masih di level Berbahaya😦

      • kebomandi March 16, 2014 at 1:59 am

        iyaaaa… sempet liat twit nya teh liamarta juga.. semoga cepet hilaaang yaa dan riau sekitarnya kembali normal.. amin ({})

  4. Gusti 'ajo' Ramli March 15, 2014 at 8:02 am Reply

    Semoga sabar dan tabah ya eka, di setiap musibah selalu terkandung hikmah. Moga bapak eka lekas sembuh…

    • Eka Azzahra March 15, 2014 at 11:23 pm Reply

      Aamiin ya Rabb…
      Makasih do’anya ya Ajo, InsyaAllah ada hikmah-nya…

  5. mhilal March 20, 2014 at 8:13 pm Reply

    Saya merasakan banyak sekali kesan duka & kebencian dalam tulisan ini. Semoga segala ujian lekas berakhir, lalu muncul tulisan baru yg penuh keceriaan dan suka ria🙂

    • Eka Azzahra March 21, 2014 at 2:20 am Reply

      Saya berduka tapi nggak membenci kok. Dibalik kesulitan adakemudahan, InsyaAllah ceria lagi🙂

      • mhilal March 22, 2014 at 9:34 pm

        🙂

  6. hendronurkholis March 30, 2014 at 4:04 am Reply

    Get Well Soon buat bapak
    sekarang gimana kondisi asap Riau?

    • Eka Azzahra March 30, 2014 at 12:42 pm Reply

      Makasih🙂.
      Alhamdulillah, skrg Riau udah lumayan cerah, titik api jg tinggal satu, mudah-mudahan hujan terus biar api di hutannya segera padam.

  7. Highlights of 2014 | Eka's Voyage December 26, 2014 at 5:01 am Reply

    […] Aku dan keluarga mendapat hantaman keras, cobaan atas kecelakaan yang menimpa bapakku. Kecelakaan yang membuat bapakku kehilangan kesempuranaan fisiknya. Tapi Allah Maha Baik, Allah […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: