Wanita dan Domestic Violence

do you know

The power of woman

Tulisan ini terinspirasi dari kelas ke 5 yang diadakan oleh Akademi Berbagi Pekanbaru. Kelas ini menghadirkan seorang Psikolog, mbak Indah Damayanti. Aku menitikberatkan persoalan domestic violence kepada wanita. Kenapa ?, karena aku melihat wanita memang diciptakan berbeda dari laki-laki, lemah secara fisik dan perasaan. Dan umumnya, kaum wanita sering menjadi korban dari domestic violence (kekerasan dalam rumah tangga). Kekerasan rumah tangga banyak jenisnya, bisa berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga kekerasan ekonomi. Biasanya pelaku dari KDRT memiliki karakter yang kurang baik, emosional yang berlebihan, overprotective (suka mengontrol), tidak bertanggungjawab, dll.

Aku melihat realitanya sulit bagi wanita untuk bisa ‘tanggap’ dalam urusan domestic violence. Seperti yang disampaikan oleh mbak Indah, 1 dari 3 wanita di Indonesia pernah mengalami kekerasan domestik. Tapi, tidak banyak wanita yang mau terbuka akan kekerasan yang terjadi pada dirinya. Karena anggapan umum di masyarakat bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan aib. Betapa memalukan bila hal itu sampai diketahui umum. Apalagi mengingat wanita kadang bergantung dari segi ekonomi pada laki-laki (suami), tentunya ia lebih memilih diam daripada kehidupannya dan anak-anak berantakan.

Aku pernah menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, dan bertanya kepada mamakku “Kenapa ibu itu tidak bercerai saja, rasanya sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dari suaminya ?“. Mamakku menjawab, “Cerainya orang seperti kita nggak semudah cerainya para artis, malu sama orang-orang. Apalagi anak-anak masih butuh dibiayai. Ibu itu sudah paruh baya, apalagi yang mau dicari, ya sudah bersabar saja. Mudah-mudahan jadi tabungan pahala“. See ?… nggak gampang kan melarikan diri dari fakta ini. Jujur, siapa sih yang nggak keder untuk punya pasangan kalau ngelihat banyaknya kasus KDRT.

Seperti sebuah lirik lagu “tidak semua lakiiiiiii lakiiiiiii…”. Memang sih, nggak semua korban kekerasan rumah tangga hanya wanita. Seperti yang muncul di berita kriminal, ada wanita yang tega menggorok dan memutilasi suaminya. Tapi ya kalau dilihat-lihat lagi kasus itu efek domino dari kekerasan di rumah tangga. Kecewa dan sakit hati yang ditahan begitu lama mampu mengubah wanita jadi monster yang gelap mata. Efek kekerasan di rumah tangga melahirkan anak-anak yang ‘sakit’ secara batin. Bisa jadi sangat tertutup atau kebalikannya, liar dan brutal. Mirisnya anak-anak yang tumbuh di keluarga yang tidak harmonis sering melarikan diri ke arah negatif. Bisa ke narkoba, dan pergaulan bebas yang membuat ia merasa ‘diterima’ dan ‘disayangi’.

Kusadari fakta menyakitkan, kadang orang yang paling dicintai justru mampu menyakiti kita begitu dalam. Dan atas nama cinta, hal itu pun termaafkan.

Karena aku muslimah, aku melihat permasalahan ini sesuai kacamata agamaku, Islam. Ada beberapa nasihat indah berupa hadits yang disampaikan Rasulullah bagi laki-laki dalam memperlakukan wanita…

“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik ! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik !” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19).

“Sesungguhnya mereka itu (yang suka memukul isterinya) bukan orang yang baik di antara kamu.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibbandan al-Hakim).

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban , dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu).

Memiliki pasangan (menikah) tidak selalu yang indah-indah saja, pasti ada cobaan yang menghampiri. Walaupun belum punya pengalaman menikah, aku yakin menikah itu butuh komitmen, usaha dan cinta untuk menguatkan perahu yang diarungi bersama. Karena menikah itu urusan sekali seumur hidup (InsyaAllah), perempuan-lah yang harus kuat, berani untuk melindungi diri sendiri, dan selektif memilih laki-laki yang bakal jadi suami. Ini hidup kita, kita yang tentukan !

Kenali terlebih dahulu calon pasanganmu, jangan seperti beli kucing dalam karung !. Kalau kamu penganut paham tidak pacaran, jangan takut… Ta’aruf-lah (berkenalan) lewat orang terdekatnya, keluarganya. Lihat dari bagaimana interaksi di keluarga tersebut, tanyakan detail bagaimana karakter si laki-laki. Karena kepribadian tumbuh dari lingkungan keluarga, jika sudah terlihat benih-benih sifat emosional yang berlebihan, kita sebagai wanita berhak mundur dan berhenti.

Aku pribadi menjadikan agama sebagai tolak ukur dalam memilih laki-laki (walaupun belum nemu). Seperti yang saya kutip dari sebuah tulisan, “cinta dapat pudar seiring dengan waktu, yang tersisa dan membuatnya bertahan adalah komitmen dan kecintaan terhadap Allah“. Pilih-lah pasangan atas dasar kecintaanya kepada TuhanNya, Allah Subhanahu wata’ala. Seperti yang dinasihatkan oleh seorang Tabi’in…

“Pilihlah lelaki yang baik agamanya. Jika marah tidak akan menghina, bila cinta akan memuliakan.”- Hasan Al Bashri.

Jangan lupa terus memperbaiki diri, jadilah wanita yang baik agar mendapatkan pasangan yang baik, InsyaAllah. Lalu bagaimana penanganannya jika kita melihat tindakan KDRT ?. Tunjukkan kepedulian, rangkullah ia agar merasa nyaman dan tenang. Jangan pernah menghakimi, menyalahkan, banyak bertanya. Bantu ia mencarikan solusi apabila KDRT sudah fatal, seperti ke psikolog apabila trauma tidak kunjung hilang. Dan terakhir, hargai apapun keputusan yang ia ambil, jangan ikut campur memperkeruh suasana.

Aku sadar, menulis layaknya berbicara, jauh lebih gampang daripada aplikasinya. Mohon maaf jika tulisanku menyinggung, menggurui, ataupun menghakimi. Aku fikir, apapun dasar kekerasan dalam rumah tangga tidaklah dibenarkan. Aku berharap diluar sana, mereka pelaku kekerasan dalam rumah tangga sadar akan kesalahannya. Dan untuk wanita, jadilah kuat setegar karang, kita pantas untuk berbahagia.

Tagged: , , , , , ,

15 thoughts on “Wanita dan Domestic Violence

  1. athiex82 January 8, 2014 at 8:06 am Reply

    nice post😉

  2. ladeva January 8, 2014 at 10:03 am Reply

    Ini refleksi yang sangat bagus, Mbak Eka🙂
    Terima kasih ya🙂

  3. ladeva January 8, 2014 at 10:07 am Reply

    Reblogged this on Ladeva's Blog.

  4. Gusti 'ajo' Ramli January 8, 2014 at 10:17 am Reply

    untuk mendapatkan yang baik memang kuncinya adalah memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu… Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yang terus memperbaiki diri..

    salam
    Jika ada harapan dan impian yang sudah/akan diwujudkan mari berbagi kisahnya di GA Kolaborasi.. Ada hadiah-hadiah menarik lho.. ayo ikutan di http://garammanis.com/2014/01/01/giveaway-kolaborasi-apa-impianmu/

    • Eka Azzahra January 9, 2014 at 4:20 am Reply

      Udah main-main ke blog kamu, menarik giveaway-nya🙂

  5. Agfian Muntaha January 8, 2014 at 12:35 pm Reply

    Aduuuuh Eka, aku hampir nangis bacanya. Di keluargaku, aku mengenal orang yang hobi banget mukulin istrinya (bukan Ayahku tapi, dia sayang banget sama Ibuku soale, hehe), tapi tapi, ternyata KDRT tidak hanya fisik ya, tapi juga ekonomi? Jadi kalau istri morotin suami tu termasuk KDRT juga kan? Hahahahaha *ngarep

    • Eka Azzahra January 9, 2014 at 4:24 am Reply

      Aku sedih juga, klo ngeliat korban KDRT bingung sendiri mau nolongnya gimana. Takut dikira ikut campur urusan rumah tangga org.
      Morotin ?, kalo suaminya yang ikhlas diporotin gimana ?. Gak termasuk KDRT dong ya… ^________________^

  6. akberpekanbaru January 10, 2014 at 2:15 pm Reply

    Reblogged this on Akademi Berbagi Pekanbaru and commented:
    Ulasan singkat salah satu peserta kelas #5 Akber Pekanbaru “DOMESTIC VIOLENCE AWARENESS”. Nice post!🙂

  7. jampang January 15, 2014 at 7:56 am Reply

    perempuan memang hebat. saya suka dengan perempuan😀

  8. Afrioni Ali Jaya January 15, 2014 at 8:04 pm Reply

    artikelnya keren,, bookmark dulu aaaahh, ijin bukmak yah.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: