[Akademi Berbagi] – Be A Smart Flyer

Ini kali kedua aku ikut kegiatan sharing class yang diadakan oleh Akademi Berbagi Pekanbaru. Di kesempatan ini, tema yang diangkat oleh AkBer adalah “Be a Smart Flyer”. Untuk aku yang awam soal dunia penerbangan, bisa dibilang kelas kali ini bener-bener pencerahan. Maklum aku baru sekali naik pesawat, takut ?… pasti dong. Secara first time kan ngerasain namanya ngambang diudara dengan ketinggian berapa ribu kaki, kalo jatuh pasti jadi peyek. So, first time aku naik pesawat sepanjang perjalanan aku berdzikir, takut mati ya Allah (manusiawi kan takut mati ?, secara amalku belum apa-apa, hiks).

Suka^^4560

Suasana kelas…

Back to the topic, narasumber  sharing class kali ini adalah Mas Agung Cahya. Beliau adalah seorang yang udah berpengalaman di dunia penerbangan. Pernah bekerja di beberapa maskapai terkemuka di Indonesia. Menurut penjelasan Mas Agung, sebenernya kita nggak perlu takut untuk menggunakan pesawat. Sebab, diantara sekian banyak moda transportasi yang tersedia, pesawat merupakan transportasi yang paling aman. Lho kok bisa ?. Apa jaminannya ?.

Karena, sebelum pesawat  siap untuk diterbangkan, ada banyak rangkaian prosedur ceklist yang harus dipenuhi pesawat untuk layak terbang, dan jumlah ceklist-nya bisa ratusan. Hampir setiap  3 bulan sekali wajib dilakukan maintenance menyeluruh untuk pesawat yang akan digunakan. Ada banyak rule dan prosedur yang complicated plus  kompleks dalam menjalankan sebuah pesawat. Itu semua  dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang. Nah, hal inilah yang jarang ditemukan di moda transportasi lainnya seperti (bus, kapal, dll). Karena itulah, pesawat dianggap sebagai moda transportasi yang paling safe.

Karena dianggap safe, maka nggak heran kalo pesawat cost-nya tinggi. Selain untuk keselamatan, cost yang tinggi dikarenakan operasional armada pesawat itu semuanya serba bayar, misalnya : nyewa tangga, nyewa bus, nyewa pesawat, BBM (Avtur jenis jet A1, kalo ga salah), sampe parkir di bandara juga bayar booo.

Nah, sekarang berbagai maskapai penerbangan lagi gencar promo tiket pesawat murah. Apakah nantinya sisi safe itu akan hilang ?. Ya jelas nggak dong ah !. Safe dan murah itu gak related. Karena mau tiketnya murah atau mahal, pesawat akan tetap melakukan serangakain prosedur yang sama. Karena prosedur itu adalah syarat wajib-nya. Yang dikurangi disini adalah sisi fasilitas yang ditawarkan. Misalnya, nggak dapet air minum atau snack yang perjalanannya gak makan waktu lama. Atau, kalau penumpang pengen minum atau makan ya musti beli dan harganya pun mahal (ups !). Jadi, jangan takut naik pesawat ! (ini ngomong sama diri sendiri).

Setelah ngebahas masalah prosedur kelayakan terbang, pembahasan berlanjut ke masalah hak penumpang, tanggung jawab maskapai  (mencakup asuransi, dll). Apa yang harus kita lakukan jika pesawat delay. Delay adalah kondisi dimana terjadi perbedaan waktu antara waktu ETA (estimated time of arrival) atau ETD (estimated time of departure) yang dijadwalkan dengan realisasinya. Masalah delay dan lainnya akan terjawab jika temans mau belajar, mau mencari tahu dan mau membaca. Karena bakalan panjang banget kalo aku tuliskan disini, sebaiknya temans mengunduh UU RI No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang tanggung jawab pengangkut udara. Silahkan searching via Google. Gampanglaaah, sambil merem juga bisa (sambil kriyip kriyip dikit tentunya :P).

Setelah tau hak dan tanggung jawab sebagai penumpang, kedepannya kita harus bisa menyingkapi masalah yang terjadi dalam dunia penerbangan dengan tenang. Jangan beli tiket mepet-mepet dengan waktu keberangkatan. Beli tiket untuk penerbangan pagi untuk meminimalisir pesawat delay. Usahakan datang lebih cepat dari jadwal dan tunggu disekitar announcer. Tanggung jawab airlines itu dimulai dari gate boarding. Nggak asik kan kalo sampe ketinggalan pesawat karena kita-nya yang lalai. Menyikapi pesawat yang delay  atau cancel flight sebisa mungkin  dibawa santai. Tanyakan ke petugas gimana prosedur selanjutnya untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Nggak usah pake emosi dan main gaplok ke petugas gegara senewen, hehehehe.

Mas Agung juga bercerita sekilas tentang profesi pilot. Denger nama pilot aja udah kebayang gimana gagah dan kerennya. Tapi sayang, profesi pilot ini adalah profesi yang  membuat kita sering jauh dari rumah (jadi Bang Thoyib gitu lah). Kenapa ?, karena tuntutan pekerjaan untuk melakukan journey flight tidak memungkinkan untuk bisa pulang ke rumah setiap hari layaknya pekerja kantoran.

Saat ini kebutuhan akan armada pesawat di Indonesia cukup tinggi, sedangkan tenaga operasional pesawat beserta kru masih terhitung sedkit. Nah, menjadi pilot merupakan profesi yang sangat menjanjikan. Sekarang kehadiran pilot wanita di Indonesia sudah banyak, itu merupakan indikator bahwa Indonesia masih membutuhkan pilot-pilot baru lainnya.

Di Indonesia sendiri, pelan tapi pasti sudah terlihat kemajuan dalam dunia penerbangan kita. Walaupun tetap saja ada maskapai penerbangan yang dalam hal pelayanan memiliki banyak masalah disana sini. Tapi, sebaiknya kita sebagai penumpang turut membantu dengan menjadi penumpang yang kritis dan menyikapi permasalahan yang ada dengan kepala dingin.

Ada baiknya kita mengetahui hal-hal umum, seperti tidak merokok di cabin demi kenyamanan bersama. Mematikan hape karena interferensi frekuensi radio / sinyal karena dapat menganggu penerbangan. Menggunakan safety belt  saat lampu/tanda  (Fasten Seat Belt) menyala.  Tidak menyimpan barang berat di dalam Overhead Bin. Dan biar gak rugi kena charge tambahan, usahkan jangan sampai over bagasi, hehehehe.

Fhiiiuuuh, akhirnya kelar juga nulis pengalaman di kelas ketiga AkBer Pekanbaru. Terima kasih AkBer Pekanbaru sebagai penyelenggara kegiatan sharing class ini. Terima kasih juga Mas Agung udah mau berbagi ilmunya, persentasinya tadi bagus banget, aku jadi tau ada aplikasi Flight radar untuk mengetahui penerbangan di seluruh dunia secara realtime. Keren !. Duhduh, susah jadi orang gaptek, bawaannya surprise melulu kalo ngeliat aplikasi baru. Kekeke.

Ohya, tadi aku ketemu lagi sama Mbak Lianda Marta, ngobrol-ngobrol tentang jadi relawan di AkBer Pekanbaru. Aku sih pengen banget ikutan, tapi dengan sifatku yang gak suka kemana-mana, gaptek dan susah membaur dengan lingkungan baru bikin aku keder kalo mau jadi relawan. Kira-kira bisa gak ya ngejalanin-nya ?, takut gak konsisten aja nantinya… So, seminggu ini aku pikir baik-baik dulu deh kayaknya. Semoga dapat pencerahan, Yooosshh Ganbatte !!!.

Tagged: , , , , , , , , , ,

7 thoughts on “[Akademi Berbagi] – Be A Smart Flyer

  1. senopatieducationconsultant November 24, 2013 at 12:06 am Reply

    Posting yang bagus

  2. Mulyadi November 24, 2013 at 12:16 am Reply

    ayo gabung jadi relawan..😀

  3. akberpekanbaru November 24, 2013 at 1:19 am Reply

    salam kenal eka , boleh saya reblog postinganya di blog akberpekanbaru.wordpress.com ?

    • Eka Azzahra November 24, 2013 at 1:21 am Reply

      Salam kenal kembali, monggo silahkan…🙂

  4. akberpekanbaru November 24, 2013 at 10:13 am Reply

    Reblogged this on Akademi Berbagi Pekanbaru and commented:
    Be A Smart Flyer – Coretan Eka Peserta Kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: