Hari Raya Idul Adha 1434 H

Selamat Hari Raya Idul Adha semuanyaaa…

Alhamdulillah, tahun ini masih bisa merayakan hari raya dengan keluarga di Perawang, bisa melaksanakan sholat Ied sama-sama. Karena masih single, Qurban tahun ini masih ditanggung Bapak, ihik. Seperti hari raya Idul Adha di tahun-tahun sebelumnya, kami bangun pagi-pagi, mandi bersih, dan siap-siap berangkat sholat. Ohya, kami berangkat sholat Ied tanpa sarapan terlebih dahulu karena sunnah dari Rasulullah adalah tidak makan apapun terlebih dahulu sampai selesai sholat Ied. Jadi kalau lapar, ditahan sebentar dulu yaaa…

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu’aib  Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dari penjelasan Imam Ahmad yang dinukil dari Ibnu Qudamah di atas bahwa sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha hanya berlaku untuk orang yang memiliki hewan qurban sehingga ia bisa makan dari hasil sembelihannya nanti. Sedangkan jika tidak memiliki hewan qurban, maka tidak berlaku. Wallahu a’lam.

Suka^^4446

Suasana menjelang sholat Ied di lapangan mesjid Al Hasanah

Suka^^4452

Outfit lebaran, abaya hitam favoritku *salah fokus eh…

Pukul setengah delapan pagi, sholat Ied dimulai dan di-imami oleh Ustadz Urfa. Selesai sholat Ustadz Urfa menyampaikan khutbah tentang  suri tauladan dan pola asuh (pendidikan) yang ditanamkan oleh keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW. Yang paling aku ingat dari khutbah tadi adalah pendidikan anak butuh usaha keras dan kesabaran dari orangtua. Selain usaha orangtua juga tidak boleh putus dalam berdo’a kepada Allah Subhananhuwata’ala untuk memohonkan anak menjadi anak yang sholeh. Ketika menjadi orang tua kelak, semarah atau sekecewa apapun kepada anak, jaga lisan agar tidak terucap doa yang buruk. Karena bisa jadi doa buruk itu sampai kepada Allah dan dikabulkan dalam waktu yang tidak kita ketahui. Wallahu’alam musta’an.

Sambil mendengarkan khutbah, mataku tertuju ke adik cantik yang duduk di depanku bersama Umi-nya. MasyaAllah cantiknyaaa, masih kecil sudah dilatih orangtuanya paka hijab yang syar’i. Sejuk hati melihat anak-anak yang seperti ini. Tetap terus seperti ini ya dik sampai besar nanti…

Suka^4460b

Adik cantik anaknya siapaaa ?

Pukul sembilan kurang, sholat Ied selesai, dan kami sekeluarga pun pulang. Sampai dirumah, aku bantuin mamak antar makanan ke tetangga, sudah jadi tradisi untuk saling bertukar makanan dengan tetangga. Alhamdulillah, dapat makanan macam-macam, walau belum masak daging perut sudah kenyang duluan. Hehehe.

Selanjutnya, bapak dan adek pergi ke mesjid untuk potong hewan Qurban. Aku dirumah saja dengan mamak, selain kami takut hati juga nggak tega ngeliat mata si sapi pas rebah mau dipotong. Sorot matanya itu lho, sorot keikhlasan yang susah dijelaskan, seakan-akan sapi itu tahu ini adalah akhir hidupnya dan dia rela hidupnya diserahkan kepada pemilik-Nya yang sejati. Tenanglah wahai sapi, kamu mati dalam keadaan khusnul khatimah, berakhir dengan baik. Semoga kamu dapat pahala yang banyak yaaa…

Nah, dirumah aku kebagian tugas jagain dua keponakan-ku yang super degil (nakal). Karena mamak dan kakak sepupuku sibuk meracik bumbu ini itu. Menjaga dua keponakan ini rasanya kayak kena azab, capek nampoll.

Dea (si adek) - Aida (si kakak)

Dea (si adek) – Aida (si kakak)

Si kakak, Aida (yang putih) gampang jaganya, anaknya patuh banget nggak perlu dijagain sih sebenernya. Sedangakan si adek Dea (yang hitam) nakalnya minta ampun, lasaknya melebihi lasak anak laki-laki. Kakinya udah nggak bentuk kaki lagi, saking banyaknya bekas luka. Si Dea ini susah banget diatur, apa yang dilarang justru itu yang dikerjakan, mana tadi dia pake acara nangis-jerit-guling-guling sampai urat lehernya mau putus. Astaghfirullah, capek betul jaga si Dea ini. Aku pulak yang rasanya mau nangis jaga dia. Musti baca buku psikologi anak untuk bisa menghadapi anak kayak dia ini. Hiks.

Alhamdulillah, capek menjaga dua keponakan yang degil pun terbayar. Sup tulang sapi buatan mamak udah jadiii. Sup buatan mamak ini favorit keluargaku. Sup ini dagingnya empuk, karena dipresto dulu selama setengah jam. Aku paling suka nyeruput sum-sum-nya. Sup ini memang penuh dengan kolestrol, harus banyak-banyak makan timun sehabis makan sup ini.

Sup tulang sapi buatan mamak...

Sup tulang sapi buatan mamak…

Yah, gitu aja sih cerita seputar hari raya Idul Adha-ku. Btw, sekali lagi selamat hari raya Idul Adha semuanyaaaa, semoga ibadah puasa Arafah dan Qurban kita diterima Allah Subhanahu wata’ala. Aamiin.

Tagged: , , , , ,

12 thoughts on “Hari Raya Idul Adha 1434 H

  1. ayanapunya October 15, 2013 at 7:12 pm Reply

    Selamat hari raya idul adha 1434 H yaa..🙂

    • Eka Azzahra October 15, 2013 at 7:18 pm Reply

      Iya mbak, selamat hari raya juga ntuk mbak dan keluarga🙂

  2. Afrioni Jaya Saputra October 16, 2013 at 12:23 am Reply

    selamat lebaran mbak Eka Azzahra

    • Eka Azzahra October 16, 2013 at 6:12 am Reply

      Selamat lebaran juga Afrioniiii🙂

  3. awan putih October 16, 2013 at 6:53 am Reply

    mantaf tuh masakannya.. hehe.. paling seneng isap2 tulang yang dilengkapi dngn sum-sum tulang tersebut🙂

    • Eka Azzahra October 16, 2013 at 1:27 pm Reply

      Alhamdulillah, emang beda sensasinya nyeruput sum-sum, ribet tapi enak…:)

  4. Fascha October 16, 2013 at 9:27 pm Reply

    Sup tulang nya cetar membelah awaaaan!, gigantis!!

    • Eka Azzahra October 16, 2013 at 9:33 pm Reply

      tulangnya kaki sapi mbak, makanya gede banget, sampe makannya aja susah, hehehehe…

  5. Hikari Azzahirah October 18, 2013 at 4:51 pm Reply

    selamaaattt….
    dan salam kenal dari Bandung ^____^

    • Eka Azzahra October 19, 2013 at 12:22 pm Reply

      salam kenal juga dari Pekanbaru – Riau🙂

  6. meutya~halida October 19, 2013 at 11:43 am Reply

    “Menjaga dua keponakan ini rasanya kayak kena azab, capek nampoll.” *asli ngakak*

    Btw selamat Idul Adha Eka, belom telat kan? Hehe.. Mblenger banget sama daging2an nih..

    • Eka Azzahra October 19, 2013 at 12:24 pm Reply

      Selamat hari raya juga mbak, iya Alhamdulillah, aku udah mabok daging, hehehehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: