Writing Challenge #1 ~ Write a Short Autobiography

kaekaPerkenalkan, namanya Eka Novita Sari, biasa dipanggil orang-orang terdekat dengan panggilan Opik. Seorang gadis keturunan Jawa Medan yang terlahir di Hari pohon sedunia, 21 November 1989. Menumpang lahir di Kota Pinang, sebuah kecamatan di perbatasan Sumatera Utara – Riau. Selebihnya menjalani masa kecil sebagai nomaden, ikut orang tua mengarungi hidup berpetualang berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Pulau Sumatera. Beruntung, orang tua segera berhenti berpetualang saat ia masuk usia sekolah, dan memutuskan untuk tinggal menetap di sebuah kecamatan. Kecamatan yang roda perekonomiannya ditunjang oleh keberadaan sebuah pabrik kertas, kecamatan Tualang Perawang.

SD – SMP bersekolah di sekolah swasta milik yayasan perusahaan. Menikmati fasilitas yang saat itu dirasa cukup lengkap untuk ukuran desa (dulu Perawang belum jadi kecamatan seperti sekarang). Di sekolah minat baca berkembang, bahagia berlama-lama di perpustakaan, kebetulan orangtuanya pun suka membaca, hingga membaca menjadi kebutuhan. Aktif di kegiatan Pramuka, suka seni dan sastra, semasa SD-SMP berkali-kali menjuarai lomba baca puisi dan melukis. Lebih suka menggambar dan mengkhayal daripada mendengarkan pelajaran. Takut dengan angka, horor dengan matematika. Hobi mengerjakan tugas prakarya yang dikumpul sebulan lagi, tapi sengaja melupakan PR Matematika yang dikumpul esok hari.

SD-SMP merupakan masa yang paling indah, paling murni. Sifat dasar tomboy, suka kabur dari rumah jika disuruh tidur siang, tidak pernah punya rambut panjang,  hobi main sepeda dan bulu tangkis dengan teman laki-laki sampai kulit menjadi hitam. Masa SMP pertama kalinya si tomboy naksir anak laki-laki, pengalaman yang memalukan yang selalu jadi bahan ejekan teman-teman. Di masa SMP juga berkenalan dengan sepeda motor, menikmati kebut-kebutan, hadiahnya kecelakaan yang membuat motornya tidak bisa dikendarai lagi, ringsek. Alhamdulillah si tomboy selamat, tidak ada luka serius, hanya ada beberapa bekas luka lecet yang tidak bisa hilang.

Masa SMA, merupakan masa-masa pergolakan, masa yang penuh dengan pelajaran hidup, dan perubahan. Ia disuruh orangtuanya hidup mandiri, sekolah di ibukota provinsi, Pekanbaru. Si tomboy masuk ke sekolah negeri, untuk pertama kalinya si tomboy pakai jilbab. Bukan karena ingin, tapi karena disuruh orangtuanya. Banyak pengalaman pahit, tapi banyak juga kenangan manis yang terukir. Di SMA juga ia berkenalan dengan rohis, berkenalan dengan kakak-kakak pembimbing rohis yang anggun dan berwajah teduh. Tapi ia belum konsisten, masih buka tutup jilbab, masih tomboy, masih urakan.

Selepas SMA ia masuk ke UIN Sultan Syarif Kasim, sebuah universitas Islam yang menjadi saksi perubahannya. Pelan-pelan ia berubah, menjadi lebih feminim, pelan-pelan memanjangkan khimar, pelan-pelan mengganti jeans, kaos, menjadi gamis dan abaya. Selama kuliah berkenalan dengan teman-teman yang suka mengkaji masalah agama. Banyak perbedaan yang ia lihat, namun ia menganggap hal itu adalah wajar, lumrah, selama tidak menyimpang dari landasan Islam Al Qur’an dan Sunnah.

Hidayah Allah melalui perantara orantua membawanya untuk pelan-pelan belajar mendalami Islam dengan pemahaman Ahlussunnah wal jama’ah, pemahaman yang  yang diwariskan turun temurun dari Nabi Muhammad shalallahu wa alaihi wassalam kepada para salaf (terdahulu) yaitu sahabat-sahabatnya, kemudian ke tabi’in, selanjutnya ke tabi’ut tabi’in, dst. Ia mencintai pemahaman ini, yang berlepas diri dari bid’ah dan kesyirikan. Ia belum sepenuhnya menjadi muslimah yang baik, belum menjadi muslimah yang ideal, ia masih dipenuhi kekurangan disana-sini, tapi ia selalu belajar, belajar walaupun pelan-pelan.

Ia muslimah yang suka menonton film, dorama Jepang-Korea. Lebih suka menyimpan uang untuk beli novel-buku daripada untuk beli baju , asesoris, dll. L’arc-en-Ciel band Jepang yang paling dia suka, kesengsem berat sama rocker gaek ber-style androginy, HYDE. Doyan berlama-lama menatapi gantengnya wajah Takuya Kimura, betah ngobrolin soal Yoochun JYJ di forum. Kalau penyakitnya lagi kambuh, ia rela gak tidur sampai pagi demi mendownload drama. Dulu, sering membuat teman se-kos kaget karena mengakak di tengah malam gara-gara nonton variety show Running Man.  Semasa ngekos, akhir pekan dimanfaatkan untuk begadang bareng Anita chingu untuk nonton drama, cekikian, bergulat, dan cakar-cakaran.

Cita-citanya selalu berubah-ubah, ingin jadi komikus, pelukis, penulis, wartawan, dan guru. Ia mengambil kuliah D3 jurusan Pers dan Grafika, setelah lulus ia meneruskan transfer ke S1 jurusan Ilmu Komunikasi prodi jurnalistik untuk menggapai cita-citanya menjadi wartawan. Tapi saat magang ia dilema, sepertinya wartawan bukan pilihan yang tepat, terlalu keras, jam kerja yang panjang tidak terduga, harus siap kapan aja kalau ada kejadian penting, dan susah untuk menegakkan idealisme. Nah, cita-citaku menjadi wartawan sebaiknya dikubur dulu.

Saat kuliah ia mengisi waktu luang dengan menjadi guru les privat, ia jatuh cinta dengan anak-anak, ada kepuasan tersendiri ketika ia melihat anak les-nya mendapat nilai bagus saat ujian. Ia merasa berharga, ia merasa saat ini menjadi guru adalah cita-citanya. Tapi, ia juga belum bisa memastikan apakah ia pantas menjadi guru dengan bekal ijazah Sarjana Ilmu Komunikasi. Wallahu’alam musta’an… hidup manusia sesungguhnya telah diatur oleh Allah Subhanahu wata’ala, ia tinggal menjalankan saja.

Saat ini cita-citanya sederhana saja, ia hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orangtua, saudara, teman-teman, dan orang disekitar. Mau jadi apa, kita lihat aja nanti.

Tagged: , , , , , , ,

5 thoughts on “Writing Challenge #1 ~ Write a Short Autobiography

  1. Faraziyya July 31, 2013 at 8:32 pm Reply

    waktu kuliah di Stan aku ikut LPM. Dan sempet ngerasain hal yg sama, aku kurang cocok di jurnalistik (meski aku kagum bgt sm org berprofesi jurnalis) karena aku kurang ‘berani’..
    kesamaan lain, aku juga sukaa banget Running Man. Hearted that show banget deh pokoknya😄

    • Eka Azzahra July 31, 2013 at 8:50 pm Reply

      Aku juga salut dg wartawan yg serius sama idealisme-nya, bener-bener ngasih berita yg membangun bukan sekedar menjatuhkan orang lain di publik. Apalagi sama wartawan yg ngeliput di daerah konflik, mereka keren bgt.
      Suka Running Man juga, kyaaaa !!! Emang keren bgt tu variety show, sukses bikin aq g sabar nungguin tiap episode-nya, hehe…

  2. Promosi Jubah August 17, 2013 at 2:47 am Reply

    Sentuhan dalam blog awak buat saya termenung… mungkin
    simple .. tapi mendalam bagi yg mahu berfikir..
    tahniah .. dari peminat tulisan awak🙂

  3. Muhammad Joe Sekigawa April 20, 2014 at 9:07 am Reply

    Assalamu’alaykum..

    Salam kenal ya mba Eka🙂

    • Eka Azzahra April 20, 2014 at 2:02 pm Reply

      Walaikumsalam, Salam kenal kembali Mas Joe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: