Raja Faisal dari Arab Saudi

urlf

Raja Faisal bin Abdul Aziz Al Saud, beliau merupakan sosok yang yang adil, bijaksana, dan cerdas, seorang Raja yang layak dijadikan panutan bagi rakyatnya. Beliau dinobatkan sebagai Man of The Year tahun 1974 oleh majalah TIME. Bukan karena beliau sosok yang disukai oleh Amerika, melainkan sebaliknya, beliau sosok yang dibenci oleh Barat. Beliau merupakan orang yang disegani oleh kawan maupun lawan. Sosok yang tidak gentar dengan ancaman-ancaman dari lawan-lawannya yakni bangsa Eropa dan Amerika.

Raja Faisal merupakan keturunan langsung dari dua perintis kerajaan Arab Saudi yakni Raja Saud (dari pihak ayahnya) dan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab (melalui ibunya). Ia lahir pada tahun pada April tahun 1906. Ibunya meninggal ketika ia masih sangat muda, kemudian ia dibesarkan oleh kakek dari pihak ibu, yang mengajarinya Al-Quran dan prinsip-prinsip Islam, pendidikan tersebut  meninggalkan jejak mendalam pada dirinya dan sisa hidupnya. Dalam didikan keluarga dan ulama-ulama disekitarnya, beliau pun tumbuh sebagai anak yang baik dalam pendidikan kerohaniannya, bahkan ia sudah mampu menghafal Al-Qur’an dalam usia yang masih sangat muda.

urle

TIME – Man of The Year 1974

Pada tahun 1919, saat pemerintah Inggris mengundang Raja Abdulaziz untuk mengunjungi London, namun sang Raja tidak bisa pergi untuk memenuhinya. Maka, ia pun mengirim anaknya, Pangeran Faisal yang masih berusia 14 tahun untuk melakukan kunjungan. Kunjungan ini membuatnya menjadi anggota Kerajaan Saudi pertama yang mengunjungi negara itu. Dalam kunjungannya yang berlangsung selama lima bulan, ia bertemu dengan para pejabat. Di periode yang sama, ia juga mengunjungi Perancis, sekali lagi menjadi anggota Kerajaan Saudi pertama, yang melakukan kunjungan resmi di sana.

king faisal

Diusia 16 tahun, Pangeran Faisal diangkat menjadi panglima perang dan diberi kepercayaan untuk  memimpin sebuah ekspedisi, guna memadamkan pemberontakan sebuah suku di wilayah Asir, Hijaz bagian selatan. Pengalaman militernya kembali digembleng diusia 19 tahun, ketika diberi kepercayaan mengomandani sebuah pasukan untuk merebut Jeddah dari suku Hashemit yang berhaluan Syi’ah Zaidiyah yang seringkali membuat makar melawan Pemerintah di Hijaz. Pangeran Faisal mencapai prestasi puncaknya dalam bidang militer pada tahun 1934, beliau berhasil merebut pelabuhan Hoderida dalam waktu yang relatif singkat dari kekuasaan Negara Yaman Sekuler yang mana waktu itu dibantu oleh militer Kerajaan Inggris.

Pangeran Faisal ditunjuk raja muda Hijaz pada tahun 1926. Pada tahun 1932, Raja ‘Abdul ‘Aziz pun memproklamirkan berdirinya Negara Monarki Arab Saudi dengan Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman sendiri sebagai Raja pertamai, dan Pangeran Faisal ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri Arab Saudi.

Di usia yang muda beliau telah menduduki berbagai posisi penting, bahkan beliau juga tercatat sebagai salah satu pendiri PBB dan OKI. Setelah PBB mengeluarkan resolusi pemecahan Palestina untuk pendirian negara Israel, Pangeran Faisal pun mendesak ayahnya, Raja ‘Abdul ‘Aziz untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat yang menjadi salah satu pencetus resolusi tersebut, namun permintaannya ditolak oleh Raja ‘Abdul ‘Aziz karena masih adanya hubungan timbal balik diantara kedua negara tersebut waktu itu.

Pada tanggal 2 November tahun 1964, beliau diangkat menjadi Raja Saudi Arabia menggantikan kakaknya, Saud bin Abdul Aziz Al Saud, karena tersangkut kasus skandal keuangan dan gagal mengatasi krisis yang terjadi di semenanjung Arab.

79050140

Di awal kepemimpinannya, Raja membuat berbagai keputusan yang mengagumkan, mulai dari mengizinkan anak-anak wanita Arab untuk bersekolah, meskipun keputusan ini menimbulkan kekhawatiran banyak ulama konservatif. Untuk menenangkan mereka, beliau sebagai Raja mengizinkan agar kurikulum pendidikan untuk perempuan ditulis dan diawasi oleh anggota pimpinan agama, kebijakan ini terus berlangsung bahkan setelah kematiannya.

Beliau membangun rumah untuk penduduk, menstabilkan perekonomian Arab, dan menemukan ladang minyak baru di perairan Saudi dengan jumlah cadangan minyak lebih dari 240 milyar barrel dan menjadikan Arab Saudi sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia. Ladang minyak yang luas itu sesuai dengan janji Allah dalam Al Qur’an, “Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi.”

Beliau dikenal sebagai pemimpin yang shalih dan sangat memperhatikan kesejahteraan dan kepentingan rakyatnya, banyak sekali program-program baru yang dicanangkannya selepas penobatannya sebagai kepala negara. Beberapa diantaranya adalah, pada tahun 1967 Raja Faisal menggalakkan program penghapusan perbudakan, program ini ia lakukan dengan membeli seluruh budak di Arab Saudi dengan kas pribadinya hingga tak tersisa satupun budak yang dimiliki seorang majikan di negara itu, bahkan ada budak yang ia beli itu memiliki harga sangat mahal (dengan nilai mata uang dimasa itu), yaitu 2.800 dolar. Kemudian ia bebaskan budak-budak yang dibelinya tersebut dan dilanjutkan dengan pemberlakuan aturan tentang pelarangan adanya perbudakan di Arab Saudi untuk selamanya.

Sebelumnya, pada tahun 1963, beliau mendirikan stasiun televisi pertama di negara itu, meskipun siaran yang sebenarnya tidak akan dimulai selama dua tahun. Seperti banyak kebijakan yang lain, program ini menimbulkan keberatan kuat dari beberapa kaum relijius dan konservatif. Tapi Raja Faisal meyakinkan mereka, bahwa prinsip-prinsip kesopanan Islam akan diperhatikan dengan ketat, dan memastikan bahwa siaran terkandung sejumlah besar program keagamaan. Raja Faisal juga membantu mendirikan Universitas Islam Madinah pada tahun 1961.

Raja Faisal juga melakukan penyederhanaan gaya hidup keluarga kerajaan serta melakukan penghematan kas kerajaan dengan menarik 500 mobil mewah Cadillac milik istana, dana dari hasil program diatas salah satunya terealisasi pada pembangunan sumur raksasa hingga sedalam 1.200 meter sebagai tambahan sumber air rakyat untuk dialirkan pada lahan-lahan tandus disemenanjung Arab.

His_Royal_Highness_Faisal_Ibn_Abdul_Aziz

Di era perang 6 hari Arab-Israel pada Juni 1967, Raja Faisal menjadi penyokong dana untuk membiayai segala perlengkapan perang bangsa Arab sehingga memudahkan bangsa Arab untuk memukul mundur Israel dari Palestina. Namun Israel tidak menyerah, di tahun 1973 mereka memulai kembali perang Arab-Israel dengan sokongan dari militer Amerika.

Hal ini membuat Raja marah dan serta merta melakukan embargo minyak terhadap negara-negara barat. Embargo ini membuat bangsa barat kewalahan karena mereka adalah konsumen minyak bumi terbesar dalam kapasitas mereka sebagai negara industri. Hal tersebut berkembang menjadi krisis yang besar di Amerika dan negara barat lainnya. Negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (N.A.T.O) yang tadinya mendukung Amerika pun berbalik diam dan meninggalkan dukungannya atas Amerika dikarenakan takut terkena embargo besar Raja Faisal tersebut. Akibat dari embargo tersebut atas Amerika Serikat adalah lumpuhnya sektor industri dan transportasi, bahkan perekonomiannya menjadi kacau hingga mengalami krisis berkepanjangan yang diperkirakan baru bisa pulih selama sepuluh tahun kedepan (sejak dimulainya embargo).

Oleh karena itu, pihak Amerika mencoba untuk berunding dengan Raja Faishal namun kemudian ditolak. Amerika kemudian mencoba membalas tindakan embargo Arab dengan melakukan embargo impor barang-barang hasil industri ke Arab Saudi. Bukannya menyerah, Raja malah mengeluarkan pernyataan yang sangat bijak dengan mengatakan,

Kami dan leluhur kami telah mampu bertahan hidup dari kurma dan susu, dan kami akan kembali dengan cara itu lagi untuk bertahan hidup (tanpa bantuan barang-barang dari barat).

Pernyataan dan keputusannya tentang embargo minyak yang melumpuhkan ekonomi Amerika itulah yang membuat sang Raja begitu dibenci oleh sang musuh dan begitu disanjung oleh bangsa Arab. Menteri Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, kemudian mencoba untuk mengunjungi Raja Faishal dan mencoba membujuknya untuk menarik keputusannya. Dalam memoarnya, ia menjumpai sang Raja yang sedang murung, maka Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja:

Pesawatku kehabisan minyak, berkenankah yang mulia memerintahkan orang agar mengisinya dengan minyak kembali? Dan kami siap membayarnya dengan kurs internasional.

Namun Raja tak tertawa sedikitpun, ia memandang Henry Kissinger sambil berkata:

Dan aku hanyalah seorang lelaki tua yang mendambakan untuk dapat beribadah (sholat dan do`a) di Masjidil Aqsa (Al Aqsa)… maka maukah engkau (Amerika) mengabulkan permintaanku ini ?

Tanggapan tersebut adalah sebuah sindiran balik sang Raja untuk Amerika yang mendukung penjajahan Israel atas tanah Palestina. Raja telah menempatkan dirinya dengan bijak sebagai musuh Amerika dan menolak penghentian embargo selama Amerika terus menyokong Israel, sesuai dengan titah sang Raja: “Tidak akan ada perdamaian sebelum Israel mengembalikan tanah-tanah Arab yang dirampas pada tahun 1967 !” , saat itu Amerika hanya bisa terdiam.

Dalam seruan khutbah Jihadnya melawan Israel, Raja Faisal berdo’a dihadapan khalayak agar Allah menetapkan kematiannya diterima Allah sebagai orang yang terbunuh dijalanNya (Syuhada). Ia juga berdo’a agar Allah bersegera mencabut nyawanya apabila ia tak mampu membebaskan tanah suci Al-Quds (Yerussalem) dari cengkeraman Israel dalam perang yang akan terjadi saat itu.

Sebagai seorang ayah, Raja Faisal merupakan sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Beliau memiliki 17 orang anak dari 4 orang istri. Putra-putra Raja Faisal menerima pendidikan yang luar biasa dibandingkan dengan pangeran-pangeran lain yang sama-sama terlahir dari keluaraga kerajaan Saudi.

faisal-and-khalid-in-their-young-man-days-001

Raja Faisal dan putranya Pangeran Khalid

Anak-anak beliau seperti, Pangeran Turki menerima pendidikan formal di sekolah bergengsi di New Jersey, dan kemudian melanjutkan Georgetown University, ia juga menjabat sebagai kepala intelijen Saudi, duta besar untuk Inggris, dan kemudian duta besar untuk Amerika Serikat. Sementara itu Pangeran Saud adalah alumnus Princeton University, ia terus memegang posisi penting dalam pemerintah Saudi. Putra sulungnya Pangeran Abdullah memegang beberapa jabatan pemerintahan selama beberapa waktu. Pangeran Khalid adalah gubernur dari Provinsi Asir di barat daya Arab Saudi selama lebih dari tiga dekade sebelum menjadi gubernur Provinsi  Makkah pada tahun 2007. Putrinya, Lolowah binti Faisal adalah aktivis terkemuka untuk pendidikan perempuan di Arab Saudi. Putri Sara pada tahun 1962 mendirikan salah satu organisasi amal. Putri Nahda, memenangkan hadiah Chaillot pertama bagi organisasi hak asasi manusia di Teluk pada tahun 2009.

Pada tanggal 25 Maret 1975 terjadi sebuah tragedi yang menyebabkan Raja Faisal wafat, beliau dibunuh oleh keponakannya sendiri, yaitu Pangeran Faisal bin Mus’ad yang baru saja pulang dari Amerika Serikat. Pangeran tersebut menyamar sebagai delegasi Kuwait yang ingin bertemu Raja Faisal secara mendadak. Namun Raja Faishal mengenalinya, kemudian Pangeran pergi untuk memeluknya, saat itu Raja Faisal membungkuk untuk mencium keponakannya (sesuai dengan budaya Arab), dan Pangeran Fmengeluarkan pistol dan menembaknya dalam jarak dekat. Tembakan pertama menembus dagu Raja Faisal dan yang kedua  menembus telinganya. Raja segera dibawa ke rumah sakit, dan tak lama kemudian meninggal karena kehabisan darah.

Setelah pembunuhan itu, Riyadh mengadakan tiga hari berkabung dan semua kegiatan pemerintahan terhenti. Raja Faisal dimakamkan di pemakaman Al Oud di Riyadh pada tanggal 26 Maret 1975. Penggantinya, Raja Khalid, menangis di atas tubuhnya pada saat pemakamannya.

Dari hasil penyidikan dan interogasi yang dilakukan, Pangeran Faisal bin Mus’ad mengaku bahwa pembunuhan itu atas dasar inisiatifnya sendiri, selain teori konspirasi (adanya campur tangan Amerika dalam pembunuhan ini) yang berhembus di masyarakat, petugas pun mencurigai adanya kerusakan mental pada Pangeran Faisal bin Mus’ad. Pada saat sekarat Raja Faisal meminta agar pembunuhnya terhindar dari hukuman Qishas. Namun, Pengadilan tinggi agama tetap menghukum Pangeran Faisal dan menjatuhkan hukuman mati. Pangeran Faisal dipenggal di lapangan umum Riyadh, pada tanggal 18 Juni 1975 sebelum matahari terbenam, eksekusi tersebut disaksikan publik secara langsung.

Selamat jalan Raja yang bijaksana, semoga engkau ditempatkan ditempat yang baik bersama dengan para Syuhada, semoga segala kesalahanmu di ampuni oleh Allah Subhanahu wata’ala. Mungkin saat ini, kami umat muslim di zaman ini sangat kekurangan sosok pemimipin yang seperti anda, yang berani melawan penindasan kaum kuffar terhadap sesama saudara muslim, pemimpin yang santun lagi shalih, pemimpin yang memperhatikan hak-hak rakyatnya.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok beliau, semoga kita bisa mengambil semangat dan sifat baik beliau, untuk mengubah bangsa kita yang semakin terpuruk ini, menjadi bangsa yang mau berbenah diri agar selalu dirahmati Allah Subhanahu wata’ala.

2168782412_2653e85266

Ma’a salamah …

 Sumber : seribukunang-kunang.blogspot.com dan Wikipedia

Tagged: , , , , , , , ,

3 thoughts on “Raja Faisal dari Arab Saudi

  1. فمي أجهنيس (@Fami_Agnes) July 24, 2013 at 9:43 am Reply

    nice post🙂

  2. readlead November 17, 2013 at 1:59 pm Reply

    keren pik. aku baru kali ini baca detail tentang raja arab meski sblumny aq uda sring bc di wiki ttg raja2 arab, tp salut sama kmu bisa bikin biografi singkat ttg Raja Faisal… trus posting tulisan kyk gini ya! fighting!🙂 btw, aq rizki cuma klu comment di luar fb n twitter, aq lbh suka pake nama readlead hehehe

    • Eka Azzahra November 17, 2013 at 10:21 pm Reply

      Makasih ki udah mau mampir n’ baca, semoga bermanfaat ya. Ki, aq udh tau nama lainmu readlead, kan kmu pake nama ini jg di forum soompi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: