Libuuur ~ Jawa Tanah Leluhur

Kadang, hal yang paling dirindukankan bagi puja kesuma (putra jawa kelahiran sumatera) adalah pulang kampung ke Jawa, menjejakkan kaki ke tanah leluhur. Tapi niat untuk bisa pulang kampung menjenguk keluarga  bagi para perantau dengan kehidupan sederhana sering terhalang banyak hal, salah satunya adalah finansial.

Aku adalah salah satu dari sekian banyak puja kesuma yang mengalaminya, hehehe. Lahir dari bapak Jawa-Medan, dan mamak jawa murni. Terima kasih kepada mamak yang berdarah jawa murni, karenanya aku bisa menjejakkan kaki di tanah jawa. Sampai aku berusia 23 tahun, terhitung baru 4 kali aku mengunjungi keluarga di tanah jawa, tepatnya daerah Jawa Tengah. Butuh usaha ekstra bagi orang tuaku untuk bisa pulang kampung sekeluarga, bekerja dan menabung harus giat agar niat bisa terlaksana. Karenanya kami gak bisa sering-sering pulang kampung ke Jawa. Kira-kira 5 tahun sekali baru kami bisa pulang kampung.

Alhamdulillah Allah Subhanahu wata’ala melapangkan rezeki kepada kedua orang tuaku, tanggal 21 Juni kemarin bertepatan dengan libur sekolah kenaikan kelas, kami sekeluarga menjejakkan kembali kaki kami di tanah jawa. Tapi, pulang kampung kali ini agak berbeda buatku, kali ini kakek tidak akan menyambut kedatangan kami lagi. Kakekku sudah meninggal 6 tahun yang lalu. Cuma ada nenek  dan saudara-saudara  yang menyambut kami. Sedih, aku rindu kakek😦.

Sukapsd871

Berangkaaaaat !

Nenekku sekarang tinggal sendirian, kadang-kadang ditemani sepupuku atau saudara-saudara sepupu ibuku. Anak-anak nenek semuanya merantau, ada yang tinggal di Bekasi dan Semarang. Orangtuaku, bude, dan paklek-ku sebenarnya sangat ingin membawa nenek untuk tinggal bersama.Bukankah sudah tanggung jawab anak untuk mengurus orang tua. Tapi nenek orangnya sangat keras hati, beliau tidak mau meninggalkan rumahnya, tidak mau pergi dari tanah kelahirannya, karena sayang dengan rumah dan takut tidak bisa berziarah ke makam suaminya.

Jadi, apa yang bisa diperbuat oleh anak-anak nenek selain berusaha sesering mungkin mengunjunginya. Mungkin keluargaku lah yang paling jarang mengunjungi nenek, dikarenakan jarak yang jauh.

Kampung halamanku terletak di Kabupaten Purworejo, kecamatan Bagelen, desa Bapangsari. Di desa inilah mamak dilahirkan, tumbuh besar dan menyelesaikan sekolah sampai tingkat SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Setelah lulus SPG mamak merantau ke Aceh dan sekarang menetap di daerah Riau, mengabdi menjadi seorang guru.

Kecamatan Bagelen terkenal dengan buah durian dan manggis, sayang waktu berkunjung kemarin sedang gak musim, jadi gak bisa nyicipin deh. Secara keseluruhan aku senang berada di kampung nenek, suasananya sangat berbeda dengan sumatera yang panas. Apalagi waktu itu sedang kebakaran hutan di Riau, seluruh daerah Riau diliputi kabut asap, bahkan sampai ngekspor asap segala sampe ke ke selatan Thailand. Udara sangat tidak sehat waktu itu.

Disini, bisa lihat sawah hijau menguning yang terdampar luas seperti karpet, langit yang biru jernih, suasana yang sejuk segar karena banyak pohon. Apalagi kalau malam hari, udara benar-benar dingin, tidurpun jadi nyenyak. Paru-paru menjadi sehat karena limpahan oksigen, rumah nenekku dikelilingi hutan bambu. Aku terheran-heran dengan perbedaan waktunya, malam terasa cepat datangnya, pukul 6 sore sudah gelap gulita. Kalau di Riau pukul 7 malam kita masih bisa melihat semburat cahaya matahari, padahal masih sama-sama daerah waktu indonesia barat.

Sukapsd905

Hamparan sawah yang seperti karpet

2013-06-22 08.57

Dua katroks bersaudara yang excited ngeliat sawah ^^

Sukapsd890

Jalan menuju rumah nenek, masih asri kan !

Sebagai anak Sumatra yang norak dan katrok, banyak hal yang membuat aku excited sendiri. Aku dibuat terpesona dengan hal kecil. Terkejut-kejut mendengar suara kereta api lewat, disini setengah jam sekali kereta api lewat, aku belum pernah naik kereta api, kepengen banget sebenarnya coba naik, tapi mau pergi kemana ?. Aku juga terpesona dengan cabe jawa, kenapa cabenya besar dan gendut ya ? Kalau cabe sumatra kecil, langsing dan keriting. Tapi jangan main-main sama cabe rawit jawa, pedasnya bikin nangis. Orang jawa ini kuat makan cabe rawit lhooo. Jadi sebenarnya siapa yang lebih kuat tahan pedas, orang minang atau orang jawa ? *mikir.

Sukapsd920

Cabe ijo jawa, besar-besar !

cabe rawit nenek copy

Jangan main-main sama cabe rawit ini, pedasnya bikin nangis beringus !

Nenekku usianya udah 90-an lewat. Namanya Sarbinah, aku memanggilnya Mbah Sar. Beliau masih kuat bekerja, pandangannya masih jelas, tapi pendengaran sudah tidak lagi. Hobi nenek mengunyah inang kapan saja dimana saja. Nenek tipe orang tua yang gak suka diam, walaupun kebutuhan sehari-hari sudah ditanggung anak-anaknya, nenek tetap bekerja. Membersihkan halaman, mencabut rumput, membuat sapu lidi, memotong bambu untuk jadi kayu bakar, dan kadang-kadang menjual kelapa. Hebaaaat !!!

Nenekku mempunyai kakak, usia beliau sudah 102 tahun, aku memanggilnya Mbah Mo. Beliau ingatannnya sangat jelas. Tapi, udah sulit bergerak, penglihatan dan pendengarannya sudah tidak jelas lagi. Beliau suka bercerita tentang masa kecil ibuku, walaupun suaranya udah gak jelas dan nafasnya terengah-engah beliau tetap semangat bercerita. Mbah Mo sudah gak kuat berjalan, praktis segala keperluannya diurus oleh anak Mbah Mo. Anak Mbah Mo juga-lah yang mengurus keperluan nenekku, seperti mengirimi nenekku makanan setiap hari, atau membelikan kebutuhan sehari-hari .

Sukapsd941

Bapak dan nenekku, nenekku selalu membawa senjata rahasianya, pentungan a.k.a tongkat !

Suka^4062 copy

Mamak dan Mbah Mo, ngobrol.

Hal yang paling menyenangkan adalah, seluruh anak nenek menyempatkan datang mengunjungi kami. Ya iyalah, susah siiih ketemu sama si orang sumatra, ntah kapan bisa jumpa lagi. Wajib diusahain untuk bisa ketemu. Seneeeeng, bisa ketemu keluarga Bude, paklek, sepupu, dan saudara jauh lainnya. Satu hal yang paling membekas, orang Jawa memang ramah dan sangat menjaga sopan santun. Kadang jadi malu sendiri kalo aku si anak sumatra ini keliatan banget ‘keras’-nya. Salah satu yang paling nyata adalah ketika menyahut panggilang dari orang tua.

Bude     : Endaaaah… (nama anak bude)
Endah   : Daleeeeeeeem… (bahasa jawa)

Kalo aku ?

Mamak : Opiiiiiik… (panggilanku)

Aku        : Apaaaaaaaaaaaaaa maaaaak !!!

Setelah itu bude-ku melotot memandangiku, aku sih malah gak nyadar kalo melotot itu tanda marah, dan cuek aja. Hahahhahahaha. Serius menjawab “apa mak” itu bukan hal yang kasar di sumatra, hampir semua menjawab begitu. Yah, lain padang memang lain ilalang. Beda budaya memang suka bikin geli dan keki, tapi sejatinya aku tetap peranakan Jawa yang gak akan lupa dengan kampung halamanku.

Ohya, nenekku sayaaaaaang banget sama kucing, sampai di ajak tidur bareng, dipeluk-peluk, mesra deh !

Sukapsd946

Nenek dan kucing yang selalu akur…

Libur kali ini sangat singkat, kami cuma seminggu di rumah nenek, karena mengingat sebentra lagi masuk sekolah dan akan memasuki bulan Ramadhan. InsyaAllah lebaran nanti, orangtuaku akan berlebaran di Sumatra Utara. Liburan kali ini juga sangat berkesan, sangat menyenangkan bertemu dengan saudara yang lama tidak berjumpa. Kami pulang ke Riau dengan hati berat, orang tuaku sudah bertekad, InsyaAllah jika ada umur dan rezeki, kami akan membawa nenek untuk tinggal bersama kami di Riau, tapi tentu saja dengan persetujuan semua keluarga besar. Semoga Allah melindungi, menjaga, dan memelihara kedua nenekku ini dengan baik. Semoga kami semua diberi umur panjang agar bisa berjumpa lagi di kemudian hari. Insya Allah…

Tagged: , , , , , , ,

One thought on “Libuuur ~ Jawa Tanah Leluhur

  1. […] cuma bisa nangis. Ya Allah, siapa sangka kalau kabar yang datang begitu buruk. Nggak nyangka kalo pertemuanku dengan Mbah Sar 3 tahun lalu adalah yang terakhir. Terkejut aku dengan kabar ini, karena selama yang ku tahu Mbah Sar memang sudah uzur tapi beliau […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: