S.A.H.A.B.A.T

Sahabat adalah orang yang menemani kita dalam kehidupan, tempat kita berbagi, bercerita, kadang bisa jadi orang yang lebih mengerti dan memahami kita daripada keluarga sendiri, kadang dengannya kita bisa bebas menjadi diri sendiri, tidak perlu ditutup-tutupi.

Dulu aku pernah menjadi orang yang sangat anti pergaulan karena waktu SMA aku di bully, aku benci berteman. Aku menjadi galak, tempramen, dan keras hati. Sakit hati sedikit, aku akan siap-siap mengahajar dengan tatapan mata super kejam, lidah yang tajam, dan tangan yang tak segan untuk menampar. Komplitlah sudah, wajah jutek dan kepribadianku tukang jagal. Aku tidak suka menyakiti hati orang lain, tapi dulu selalu ada saja orang-orang yang ingin cari masalah. Kurasa, menutup diri dari pertemanan adalah pertahananku agar aku tidak terus-menerus disakiti.

Aku, kadang merasa seperti orang yang terasing, merasa begitu berbeda, merasa tidak bisa memahami, dan tidak bisa mendekat dengan orang lain. Banyak orang datang dalam kehidupanku, tapi hanya sedikit yang meninggalkan jejak dan kenangan di hati. Sulitnya, dengan sifatku yang cuek bermuka judes tapi sensitif melankolis lagi naif, membuatku kadang lebih suka sendiri. Susah rasanya bergaul dengan orang lain. Aku selalu merasa tidak cocok, kalau tidak cocok aku merasa tidak perlu bersusah-susah untuk memaksakan diri berteman.

Semasa SD-SMP, aku masih anak yang ceria dikelilingi banyak teman yang baik dan menyenangkan. Teman-teman yang membuat kita terpacu untuk jadi orang yang lebih baik. Aku dulu begitu menikmati masa-masa sekolah, gak datang sehari aja rasanya rugi banget. Heran deh, pas masuk masa SMA kehidupanku terasa begitu gloomy, padahal katanya orang-orang, masa SMA lah yang paling indah. Kalo nggak ingat bakalan nyusahin ortu, di minggu pertama, aku bakalan minta pindah ke sekolah lain. Untung gak jadi, segala pengalaman pahit di SMA ternyata mendewasakan aku. Hehehe. Sebenernya ada juga sih beberapa teman selama di SMA yg aku sayang, bisa diandalkan, dan sampai sekarang selalu aku jaga hubungan baik dg mereka, tapi gak banyak sih. Mungkin mereka adalah teman-teman baik yang sudah melalui proses seleksi hati.

Beruntungnyaaaa, aku masuk ke sebuah universitas Islam yang disana aku bertemu dengan orang-orang baik. Disanalah aku belajar bahwa manusia itu unik, dengan kepribadiannya masing-masing. Pelan-pelan aku mulai berdamai dengan hatiku, mulai belajar untuk menerima orang lain apa adanya dan memperbaiki sikapku. Aku belajar untuk membuka diri, lebih perhatian dengan orang disekelilingku, menyesuaikan diri di segala kondisi dan tabiat seseorang, aku belajar lebih fleksibel. Aku belajar menjadi orang yang tulus. Alhamdulillah, selama kuliah aku menemukan teman dan sahabat yang Alhamdulillah baik-baik. Mereka semua adalah pengisi dalam hidupku.

Tapi ada seorang sahabat, dia spesial dihatiku. Ehmmmmm. Dia bisa kuandalkan, selalu kurindukan, dan paling mengerti kisah pahit-manisnya hidupku dan selalu ada untuk menenangkan aku. Aku temenan sama dia dari SD sampai sekarang, satu sekolah terus dari SD-SMA, pisah sekolah ya waktu kuliah aja. Dia ceriwis dalam arti positif, kalau aku curhat sedikit, dia bakalan menghujaniku dengan nasehat-nasehat. Yang paling kuingat dari kata-katanya. Kamu gak boleh berubah, mana kamu yang dulu ?, yang selalu semangat !!!, gak boleh nyerah, gak boleh lemah ! . Karakter kami dari luar beda banget tapi kayak ada sebuah ikatan tak terlihat yang menyatukan hati kami berdua, dan itulah yang menjadikan banyak persamaan. Aku memahamimu, dan kamu sebaliknya. Ceileeeeeeee.

Dulu kita sering berantem untuk hal-hal kecil, tapi semuanya malah jadi lucu kalau diingat-ingat kembali. Walau jarang ketemu, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, my bestfriend ! Aaaah, aku kangen kamu nginap di kosan-ku dan kita menghabiskan malam dengan ngobrolin hal yang sama dan udah diulang ratusan kali. Kita ini pelupa atau emang suka mengulang-ulang cerita ?. Kenangan manis kita harus selalu diingat yaaa.

Dia yang menguatkan aku waktu aku di bully, dan aku juga ada untuknya saat dia di-bully secara psikis oleh seorang cowok psycho. Kita saling menguatkan waktu itu, waktu dimana gak ada orang lain yang bisa kita percaya, gak ada orang yang tau gimana sakit, dan sedihnya kita. Alhamdulillah masa-masa buruk sudah berlalu. Kita udah ada dilingkungan yang baik, ditemani orang-orang yang baik juga. Aku merindukanmuuu my bestie. Semoga kamu baik-baik dan sehat selalu. I surely rely on you IKA RUMI. Smoooocchh…

Mee and you

si gigi kelinci dan si gigi kapak…

Sekiranya aku marah maafkan aku, dan jika engkau marah, aku akan memaafkanmu, kalau tidak begitu kita tidak akan pernah berteman – Abu Darda

Kalau aku lupa padamu maka Allah tidak akan melupakanmu, tidak melupakan kebaikanmu — Syaikh Sa’ad Asy-Syatsry hafizohulloh

Pesan moral :

Semoga kedepannya gak ada lagi abege-abege labil yang suka mem-bully orang lain, perbuatan kalian itu berbahaya sekali. Tekanan psikis yang kalian berikan kepada teman kalian bisa mengubah seseorang menjadi orang yang kejam. Serius lho, lagian apa sih gunanya nge-bully orang lain. Jangan gara-gara kalian iri karena tidak bisa lebih baik, atau ngerasa disaingi, ngerasa jauh lebih baik dari orang lain, etc, etc-lah, trus kalian bisa memperlakukan orang lain seenak jidat. Fair play dong, terima aja kekurangan diri sendiri dan perbaiki itu, jangan menyalahkan orang lain yang gak ada urusannya sama kalian. Ingat lho segala perbuatan kita ada balasannya. Balasan itu gak kalo menimpa diri kita, bisa jadi ke keluarga kalian, mauuu dapat balasan ?. Biasanya balasan itu lebih kejam daripada perbuatan. *lho kok jadi ngancem ?, tp itulah realita.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: