KARAM

Oleh : Ajimuddin Tifani

 
Aku ingat kamu, sebab
bukanlah laut namanya
jika kau tak membiarkan perahu berkaraman
 
Pada lenguh-lunglaiku, pada puncak ketinggian
Aku kenang biru jubahmu
yang menjelma gelombang laut, tempat kapalku yang fana
menemukan kekaramannya yang baka
 
Subuh hari kita berjumpa di pantai
Kau serahkan laut itu padaku
“Jadilah gelombang, karang, pasir, pantai, jadilah
Jadilah riak, badai, camar, gua-gua di dasarnya, jadilah
Jadilah ikan, cakrawala, jadilah laut” ucapmu basah
 
Tapi, adakah kau ingat aku saat ini, sebab
bukan laut namanya,
jika aku tak membiarkan perahumu ย karam di tengahnya

 

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: