[Movie Review] Jiro Dreams of Sushi

Jiro_dreams_of_sushi1

Baru-baru ini kelar nonton film yang sangat inspiratif. Hasil donlotan teman yang dibagi ke saya. Hehehe. Judul filmnya, Jiro Dreams of Sushi. Sebuah film dokumenter buatan tahun 2011 yang disutradai oleh David Gelb. Film ini mengandung banyak sekali pelajaran hidup, terutama mengenai dedikasi dan arti dari sebuah kerja keras. Film ini bercerita tentang  perjalanan hidup dan karir Master Sushi bernama Jiro Ono. Seorang lelaki tua berusia 85 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang Master untuk menghasilkan karya yang ‘sempurna’. Penyajian film ini pun dikemas dengan sangat baik dan  indah. Kita pun akan disuguhi aneka rupa sajian sushi yang membuat perut keroncongan.

Jiro Ono memiliki sebuah toko sushi yang tidak besar, kecil saja seperti warung, tapi tampilannya apik sekali. Tapi jangan salah, untuk bisa makan disini pelanggan harus reservasi tempat dari sebulan sebelumnya, dengan kisaran harga dimulai dari 30.000 yen. Harga yang cukup mahal untuk menikmati sushi yang dibuat langsung oleh sang Master. Tapi menurut Yamamoto seorang pe-review makanan profesional, meskipun tampilan dari sushi pak Jiro sederhana, tapi harga yang mahal itu sangat sesuai dengan kenikmatan dan kemurnian rasa yang  ditawarkan.

Keahlian dan kelezatan sushi-nya Pak Jiro sudah sangat terkenal  di Jepang. Menurutnya, tidak ada rahasia khusus dalam teknik membuat sushi yang lezat. Kuncinya adalah menjadi shokunin sejati yaitu menjadi orang selalu mengulang-ulang hal yang sama setiap harinya (konsisten). Tidak semua orang yang sukses memiliki bakat lahir dalam dirinya. Tapi jika ingin dunia mengakui keahlianmu, tentunya harus ada bakat, tapi selebihnya tergantung  usaha dan kerja keras.

Bagi Jiro, hal yang paling penting dalam membuat sushi adalah menciptakan kesatuan rasa antara nasi dan ikan.  Jika kesatuan tersebut tidak menghasilkan harmoni rasa yang utuh maka sushi tidak akan terasa enak. Harus ada dinamika dalam penyajian sushi, seperti halnya musik, harus ada irama yang enak didengar untuk dinikmati.

Jiro adalah tipe orang yang memasang target kedisiplinan yang tinggi untuk dirinya sendiri. Tidak mudah puas dengan hasil kerjanya hari ini, selalu berusaha mencari cara untuk membuat sushi lebih baik lagi untuk meningkatkan keahliannnya.

Once you decide on your occupation, you must immerse yourself in your work. You have to fall in love with your work. Never complain about your job. You must dedicating your life to mastering your skill. That’s the secret of success and it’s the key to being regarded honorably.

– Jiro Ono

Menurut Yamamoto, seorang chef yang hebat mengikuti  5 tanda khusus, yaitu : Melakukan pekerjaan dengan serius secara konsisten sampai menuju ke level tertinggi. Bercita-cita untuk meningkatkan keahlian. Kebersihan, jika restoran tidak bersih, maka makanan yang lezat pun jadi tidak bisa dinikmati dengan maksimal. Ketidaksabaran, karena chef adalah seorang pemimpin yang harus tegas kepada anak buahnya, bersikeras dalam menentukan keputusan. Memiliki gairah dalam bekerja. Dan semua tanda khusus ini ada pada diri Pak Jiro.

Lucunya, meski sudah berusia 85 tahun Pak Jiro enggan berhenti bekerja, ia benci liburan. Ia lebih suka meghabiskan hari-harinya dengan bekerja. Pak Jiro memiliki dua orang anak. Anak pertamanya bernama Yoshikazu. Menurut budaya  Jepang, anak pertama yang ditugaskan meneruskan usaha ayahnya. Jadi sekilas yang kutangkap Yoshikazu seperti tidak punya pilihan lain selain menjadi seorang Chef Sushi. Padahal ia awalnya bercita-cita menjadi sorang pembalap mobil. Tapi Yoshikazu mengikuti kehendak ayahnya, belajar keras untuk menjadi Chef Sushi yang hebat untuk meneruskan impian sang Ayah. Sedangkan anak kedua Takashi, sudah membuka restoran  sushinya sendiri.  Takashi mengaku, akan sulit baginya untuk mengalahkan kepopuleran ayahnya, oleh karena itu ia mematok harga yang tidak terlalu mahal. Ia juga menciptakan suasana restoran yang lebih santai daripada restoran Jiro yang berkesan formal.

If I don’t keep working, my body will become worthless. If my body stop functioning, then I will have to quit. Or if I look too hideous to be here, then I will retire. I have been able to carry on with the same job for seventy five years. It’s hard to slow down. I guess I’m on the last strecth of the race.

– Jiro Ono

Agak kasihan rasanya melihat anak-anak Pak Jiro. Ketika seorang ayah memiliki kesuksesan yang luar biasa, rasanya akan sulit bagi anaknya untuk bisa melampaui kesusksesan ayahnya. Paling tidak untuk menyamai level ayahnya juga terlihat sulit. Apalagi pelanggan akan terus membandingkan cita rasa sushi buatan Jiro dengan anak-anaknya. Jiro menyadari hal itu, karenanya ia selalu menekankan asas hidup bekerja keras dan konsisten agar bisa bertahan dalam bisnis makanan.

You have no home to come back to, that’s why you have to work hard – Jiro Ono

Untuk menghasilkan sushi yang nikmat, maka dibutuhkan bahan baku yang berkualitas tinggi. Jiro sangat didukung oleh vendor-vendor yang memang sudah ahli di bidangnya. Ikan dipasok dari pasar ikan Tsujiki yang memiliki jenis ikan yang sangat beragam. Pemasok ikan, udang, gurita, beras, dll hanya akan mengirimkan barang yang terbaik. Mereka tampak sangat loyal dan mengagumi semangat kerja Pak Jiro.

 Jiro dikenal sebagi seorang master yang keras dan kaku, sangat tipikal orang Jepang. Ketika seseorang ingin bekerja dengan Jiro maka ia akan menghabiskan waktu 10 tahun hanya untuk training, mempelajari teknik-teknik penting dalam pembuatan sushi, bahkan harus melalui beberapa tes yang menyakitkan seperti memeras handuk panas yang membuat kulit menjadi terbakar . Jika sudah bisa memeras handuk panas dengan benar baru boleh memgang ikan.  Kemudian mempelajari teknik memotong dan membersihkan ikan. Setelah 10 tahun latihan baru belajar memasak tamago (telur yang dipanggang). Jika bisa bertahan sampai menjalani latihan selama 10 tahun, maka ia akan diakui sebagai chef rangking pertama. Ini memang training yang memakan waktu paling lama jika dibandingkan dengan restoran lainnya. Namun, hasil yang didaptkan sungguh luar biasa. Ada banyak pelajaran hidup dan pengalaman yang bisa diambil dari seorang Jiro.

Jiro memberikan karyawannya aneka makanan lezat dengan kualitas terbaik untuk melatih ketajaman indra perasa, baginya jika karyawan tidak menikmati makanan lezat, maka mereka tidak akan bisa menciptakan makanan yang enak.  Jiro sendiri sangat mengagumi Chef dari Perancis, Joel Robuchon, yang terkenal akan ketajaman indra penciuman dan perasa. Ia berharap karyawannya pun dapat meneruskan cita-citanya, menjadi seorang shokunin (konsisten dalam bidangnya).

Always look ahead and above yourself. Always try to improve yourself. Always strive to elevate your craft. That’s what he taught me.

– Yoshikazu Ono

Note : Semangat Jiro menjadi seorang yang konsisten dalam bidangnya, selalu bekerja keras, dan melakukan yang terbaik setiap harinya… tentu akan sangat baik jika kita para Muslim mampu mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari dan dalam bentuk ibadah spiritual. Semoga… Aamiin.

Tagged: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: