Kamu saudara kami

Tears

Bila hati kami teramat sedih, mungkin ini karenamu. Bila akhir-akhir ini air mata kami tumpah, itu karena kami mencemaskanmu. Bila beberapa malam ini kami tidak bisa tidur dengan tenang, itu karena kami begitu khawatir padamu. Bila kami terlihat keras padamu akhir-akhir ini, itu karena ingin yang terbaik bagimu. Karena… dimata kami, kamu adalah saudara.

Sudah terlambat memang, kami tidak bisa berbuat apapun untukmu. Aku sendiri bingung dengan apa yang aku rasakan. Aku merasa dikhianati, aku marah, tapi aku juga menyayangimu sekaligus merasakan apa yang kamu rasakan. Aku ingin tidak peduli, berpura-pura tidak tahu, tidak melihatmu, membiarkanmu pergi begitu saja dari kenanganku. Tapi, aku tidak bisa. Aku merasa terjebak dalam kondisi yang tak tertolong. Benci karena kesalahanmu, tapi juga sangat menyayangimu. Begitu juga dengan yang lainnya, semua merasakan kepedihan yang sama. Sesak rasanya, kami semua berusaha bernafas pelan-pelan diantara sesenggukan air mata. Meski sakit kepala mendera, sungguh kami benar-benar tidak bisa berhenti memikirkanmu. Kami teramat sangat menyayangimu, adikku…

Hanya do’a… do’a yang bisa kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Semoga Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih menunjukkan jalan-Nya padamu. Memberikan kesempatan padamu untuk kembali, menjalani kehidupan dengan sinar terang lagi lurus. Semoga kamu bisa mengambil pelajaran dari segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Semoga kamu tabah, sabar, dan bisa melihat dengan jelas, kami meyayangimu. Semarah apapun, sekecewa apapun, di hati kami… kamu adalah adik kami. Saudara kami, saudara semuslim, jika kamu menderita, kamipun merasakan hal yang sama. Kami memaafkanmu, dan kamu juga hendaknya memaafkan kami, sungguh kita hanyalah manusia yang hatinya teramat lemah dan terbatas.

Waktu bagi kita membuka lembaran kehidupan lagi, biar segala duka dan luka terhapus dengan sendirinya oleh waktu. Kapanpun kamu ingin kembali, kami menunggu mu disini, di sebuah rumah dimana kita biasa mengukir setiap kenangan…

“Janganlah seorang mukmin membenci wanita mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” (HR. Muslim)

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”.    (HR. Bukhari, Muslim)

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)

“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (HR. Bukhari, Muslim)

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: