Tsktsktsk

tumblr_m9sggir3Fv1rx63dbo1_500

Kemarin aku pergi ditemani cuaca yang kelabu. Angin dingin yang menusuk tulang menyerbu saat aku membuka pintu, langit dihiasi gemuruh disertai kilat yang membelah malam. Sejujurnya aku tidak mau beranjak dari kamarku, terlalu enggan bercengkrama dengan udara malam yang dingin. Tapi aku tetap pergi mengajar les privat, kewajiban tidak boleh ditinggalkan. Aku pergi sambil menggigit bibir menahan terpaan angin, benar-benar menusuk tulang. Dalam udara dingin fikiranku menjadi sangat jernih, tapi hatiku remuk redam. Aku tidak tahu apakah kemampuan menyembunyikan perasaan adalah keahlian atau wujud kepura-puraan ? Aku ingin terlihat baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi fisikku berkhianat, ia mengungkapkan bahwa aku tertekan. Jelas terjadi perubahan pada fisikku, berat badan yang kian turun, sorot mataku yang tidak lagi ceria, intensitas tersenyum semakin berkurang. Hhhhhhhh…

Udara dingin membantuku untuk berbicara dengan hatiku dalam keadaan tenang. Aku saat ini sedang berusaha. Aku berusaha, mungkin doa dan ibadahku yang belum maksimal. Rasanya begitu banyak hambatan, terlalu banyak waktu dan tenaga yang terbuang, aku tahu ini ujian. Tapi sungguh aku heran dengan diriku sendiri, mengapa aku sungguh tidak penyabar, mengapa aku tidak bisa berhenti mengeluh ?. Sepertinya aku yang membuat diriku semakin tertekan. Aku tidak pernah berhenti mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi. Aku berkali-kali mengingatkan diriku untuk menikmati segala prosesnya. Menikmati kesulitan yang ada, karena aku tahu kesulitan ini yang membuat hasil yang kudapat akan terasa manis. Kesulitan ini yang akan selalu kukenang, karena yang kukerjakan ini layak untuk diperjuangkan. Tapi…, sungguh aku tidak bisa mengerti diriku sendiri. Apa sifat perempuan memang selalu serumit ini, sifat yang suka membuat susah diri sendiri, tsktsktsk…

Aku tidak tahu, apakah semua orang mengalami hal yang sama. Tapi, aku merasa ketika kamu menjadi dewasa terlebih lagi sebagai anak pertama, harapan dari orang-orang disekililingmu akan semakin besar. Aku bersyukur, keluargaku tidak pernah menuntut ini itu, tapi harga diri sebagai anak pertama membuatku merasa malu. Malu, apakah aku gagal menjadi seorang anak yang bisa diandalkan. Malu, menjadi benalu terlalu lama bagi keluarga. Aku sudah tidak sabar ingin berdiri di kakiku sendiri, aku juga ingin keberadaanku mempunyai manfaat bagi mereka. Tapi, sampai saat ini aku belum bisa mewujudkannya. Maafkan aku…

Sudah pertengan bulan Desember, aaah time flies so fast. Aku belum bergerak, masih jalan ditempat. Semoga dengan do’a kedua orangtua yang kucintai dan atas izin Allah Yang Maha Kuasa, aku bisa menyelesaikan tugas yang membuatku kurus kering  begini. Aamiin.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: