Hari Raya Idul Adha

Walaupun telat 2 hari, izinkanlah saya  mengucapkan “selamat Hari Raya Idul Adha”. Semoga ibadah kurban kita diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala. Dan semoga para saudara semuslim yang menyempurnakan rukun Islam, yaitu melaksanakan Ibadah Haji, dapat diterima ibadahnya dan kembali pulang menjadi Haji yang Mabrur.

Alhamdulillah, Kurban kali ini saya masih di tanggung oleh orang tua. Hehehe.  Ya gimana dong, belum punya uang dan penghasilan sendiri untuk berkurban. Semoga, di masa mendatang pas saya udah lulus diberi kemudahan dan kelapangan rezeki untuk bisa kurban sendiri. Agak sedih sebenernya ngeliat sapi mau disembelih. Sorot matanya itu lhoo kelihatan berkaca-kaca, pasrah sekali. Seakan-akan ia tahu ini adalah pengorbanan yang harus ia lakukan kepada Allah Subhanahu wata’ala😦

Ohya teman, sekedar me-refresh ingatan kita mengenai Idul Adha. Ingatkah kita beratus-ratus tahun yang lalu ada seorang Hamba Allah yang sangat luar biasa keikhlasan, kepasrahan, ketaatan, dan keimanannya, beliau adalah Nabi Ibrahim. Seorang Nabi yang dikaruniai anak di usia senja, anak yang sholeh lagi taat kepada Allah Subhanahu wata’ala. Anak yang begitu ia cintai dan ia kasihi, Nabi Ismail. Namun, Allah Maha Kuasa , Ia yang paling berkehendak atas hambaNya. Nabi Ibrahim bermimpi, mimpi yang sama selama 3 kali. Mimpi berupa perintah dari Allah untuk menyembelih anak yang paling ia cintai.

Semoga rahmat Allah melimpah kepada keduanya. Betapa nabi Ibrahim sangat mencintai anaknya. Ketika melihat anaknya begitu ikhlas dan sabar atas ketetapan Allah tersebut, itu adalah saat-saat terberat bagi nabi Ibrahim, bersiap untuk berkorban, menyerahkan sesuatu yang paling Beliau cintai kepada Allah semata. Ketika prosesi penyembelihan itu tiba, maka Allah berkehendak lain. Parang yang tajam tidak mampu melukai leher nabi Ismail, walaupun sudah dicoba berulang kali.

Hingga Allah akhirnya memerintahkan Nabi Ibrahim untuk tidak meneruskan menyembelih Ismail dan digantikan oleh Allah dengan seekor hewan sembelihan yang besar (para ulama sepakat kalau hewan sembelihan yang dimaksud adalah sejenis kambing atau domba). Dan kejadian ini  menjadi asal mula disunnahkannya berkurban bagi umat Islam pada Hari Raya Idul Adha. Sebuah sunnah muakad, ibadah yang sangat dianjurkan pelaksanaanya hingga mendekati hukum wajib.

Betapa mulianya sifat Nabi Ibrahim, hingga peristiwa ini diabadikan ke dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaaffaat ayat 99-108 :

Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (QS. 37:99-108)

Semoga Allah merahmati nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, betapa Allah meninggikan derjat mereka setelah adanya ujian yang berat. Teman, Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekedar perayaan saja. Namun harus dimaknai hikmahnya, ini adalah Ibadah yang apabila dikerjakan dengan setulus hati dan mengharapkan ridho Allah, maka dapat meningkatkan keimanan, kesabaran, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Semoga kita nggak jadi manusia yang hanya sibuk mengurusi urusan dunia saja. Aamin, InsyaAllah.

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: