Kisah Si Pembawa Keledai

Dulu ketika kecil, saya pernah membaca sebuah cerita perumpaan, kisah tentang seekor keledai dan tuannya.

Suatu hari seorang tua dan anaknya melakukan perjalanan jauh ke sebuah kota. Jarak tempuh yang sangat jauh dari tempat tinggal di desa ke kota membuat seorang tua dan seorang anaknya menggunakan keledai sebagai sarana transportasi.

Awalnya orang tua itu naik di atas punggung keledai, sementara anaknya berjalan kaki di samping keledai. Kemudian di tengah jalan bertemu dengan orang yang bilang, “Lihat, orang tua itu tega membiarkan anaknya berjalan kaki, sementara dia enak-enak duduk di atas keledai.”.

Karena mendengar orang bilang demikian, si anak gantian naik di atas punggung keledai, dan ternyata orang lain pun berbicara, “Anak itu tidak menghormati orang tuanya, dia enak-enak duduk di atas keledai, sementara orang tuanya disuruh berjalan kaki.”

Lalu si anak turun dan bersama orang tuanya pun naik di atas keledai, dan orang-orang bergumam, “Lihatlah, tega sekali mereka bersama-sama duduk di atas keledai yang malang.” Karena bingung dengan pendapat orang banyak, akhirnya mereka pun berjalan kaki sambil memegang tali kekang keledai. Ternyata orang-orang masih membicarakannya,”Lihat, betapa bodohnya kedua orang itu, ada keledai tapi tidak digunakan.”

Dari cerita ini saya mengambil kesimpulan, realitanya ada beberapa tipe manusia yang ia disibukkan dengan mengurusi urusan orang lain, kepo   bahkan cenderung selalu memandang perbuatan orang lain itu salah, dan hanya pendapatnya-lah yang benar. Dan ada beberapa tipe manusia yang disibukkan dengan  mengikuti pendapat dan pemikiran orang lain, cenderung tidak punya prinsip. Mungkin ada ketakutan-ketakutan yang membuat ia takut dianggap salah atau aneh dari sebuah kelompok komunitas.

Menurut saya menjadi manusia yang peduli dan memberikan saran boleh-boleh saja asal tidak sampai ke tahap annoying, menghargailah… Dan boleh mendengarkan pendapat orang lain selagi itu masih sesuai dengan prinsip yang kita pegang. Setiap manusia punya prinsip, apa yang ia anggap terbaik untuk dirinya. Sayang, kadang kita terlalu disibukkan dengan memikirkan apa pendapat orang lain terhadap apa yang kita lakukan. Kadang manusia tidaklah memberi pendapat yang membangun malah menjatuhkan.

Berdasarkan pengalaman pribadi, dan nasehat orang tua, saya mempunyai prinsip tidak akan bercerita masalah pribadi atau meminta pendapat kepada orang yang tidak benar-benar kami percaya. Atau bahkan dalam beberapa kondisi, saya merasa lebih bijak mengambil keputusan atau bertindak sendiri setelah berfikir matang terlebih dahulu. Setiap tindakan selalu ada konsekuensinya, akan ada yang suka, dan ada yang tidak. Jadi, percuma rasanya mengambil keputusan hanya untuk menyenangkan orang lain, sementara kita merasa terganggu olehnya.

Berhenti sejenak untuk menutup mata dan telinga dari pendapat-pendapat yang menggangu. Karena kita sendirilah yang paling tahu apa yang kita inginkan, kitalah yang paling tahu apa konsekunsi tindakan kita, maka jangan biarkan pendapat orang lain menghentikan langkah kita. Intinya ketika kita membuat keputusan atau bertindak, harus yakin dan bertawakkal Lillahita’alla, konsultasikan terlebih dahulu kepada orang tua bila belum yakin.

Mendengar pendapat pribadi akan lebih mengasah kepercayaan diri, membuat kita lebih mandiri, dan menempa rasa tanggung jawab pada kehidupan yang kita miliki. Bila nanti suatu saat keputusan yang kita ambil salah, ambillah pelajaran darinya, jangan sampai jatuh pada kesalahan yang sama.  Mari memulai untuk berpikir positif pada diri sendiri, jangan dengarkan pendapat orang lain yang hanya menjatuhkan mental kita. Bukankah ada pepatah yang mengatkan anjing menggonggong kafilah berlalu.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: