Jalan Raya

Jalan raya penuh dengan keegoisan. Orang-orang bernafsu liar melarikan motornya seperti kesetanan. Tidak mempedulikan keselamatan orang lain. Entah apa yang dipikirkannya. Bermain-main dengan maut menurut saya. Remaja-remaja tanggung naik motor dengan congkaknya, tertawa-tawa dengan temannya,  tanpa helm dan tanpa perlindungan apapun ngebut sesukanya. Memotong jalan dengan tiba-tiba, membuat orang lain terkejut setengah mati. Kesal, ya kesal !!!

Bagi saya jalan raya adalah tempat yang paling berbahaya dan paling kejam. Sungguh . Trauma tiga kali kecelakaan di jalan raya membuat saya seperti siput. Membawa motor dengan kecepatan 40-60 km/jam. Biarlah lambat asal selamat. Kapok sudah mengikuti darah muda yang pernah tergila-gila dengan kecepatan. Sudah cukup banyak bekas luka hasil dari mencium aspal jalanan. Sepertinya jalan raya saat ini hanya memberikan dua pilihan. Ditabrak atau menabrak. Saya hanya bisa berhati-hati selama diperjalanan. Berusaha tetap berada di kiri, tidak memotong jalan, dan selalu memakai helm. Semoga Allah selalu melindungi saya selama dijalan raya.

Namun, selain semrawutnya lalu lintas, pemandangan disetiap sisi jalan raya selalu menarik nurani kemanusiaan. Jalan raya menggambarkan dengan jelas pedih dan kerasnya kehidupan bagi mereka yang papa. Menunjukkan  jelas ketimpangan sosial di masyarakat. Menunjukkan jelas suasana hati setiap orang yang melaluinya.  Ya, setiap orang melaluinya dengan membawa kisah hidupnya  masing-masing.

Di jalan raya, mobil-mobil mewah meluncur dengan anggun, sepeda motor  saling menyalip adu kecepatan, bunyi klakson yang memekakkan telinga. Teriakan kernet angkot mencari penumpang, diiringi debu dan asap knalpot  yang merayap ke udara. Pedagang kaki lima disepanjang pinggiran jalan, tidak kasihan dengan pejalan kaki yang ruang bergeraknya kian sempit. Loper koran di simpang lampu merah berbaur dengan para pengemis. Pengemis kecil duduk kelelahan disepanjang trotoar, menunggu waktu lampu merah menyala. Jalan raya tempat tinggalnya para gelandangan dan orang gila yang terabaikan. Jalan raya sungguh menyesakkan hati. Masih adakah yang peduli ?

Mungkin ada baiknya saya berdiam dirumah, menikmati keheningan, menjauh dari jalan raya.

Gambar pinjam dari blog ini.

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: