Bicara soal nikah…

Seandainya semangat membuat tugas sama seperti menulis diary, pasti menyenangkan ! Saya memang bukan jenis mahasiswi rajin, tapi nggak biasanya semalas ini ngerjain tugas sampe ditunda tiga minggu. Huufth. Sambil nunggu datangnya inspirasi untuk buat tugas, enaknya saya nulis-nulis disini aja ya.

Hari Sabtu kemaren untuk pertama kalinya saya menyaksikan akad nikah. Akad nikah salah satu teman baik saya. Mengharukan rasanya. Saya juga ikutan deg-degan menjelang prosesi akad. Nah lhoooo, siapa yang nikah coba ?… tapi bener lho, menyaksikan prosesi itu membuat saya ikutan merasakan apa yang dirasakan teman saya. Deg-degannya, keharuannya, kebahagiaannya, dan kelegaannya telah menuntaskan separuh agama. Selamat ya sahabatkuuu, ikut berbahagia untukmu…

Sesra's Wedding :D

Sesra’s Wedding😀

“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair – Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)

Menikah itu salah satu bagian dari kehidupan yang indah. Menemukan jodoh untuk dicintai, pasangan seumur hidup, serta sahabat mengarungi kehidupan. Menjadi istri yang baik lagi sholeh juga merupakan  ladang amal yang  tak putus-putus. Udah bahagia bisa masuk surga lagi, siapa yang nggak mau coba ?

Rada galau juga sih kalo ditanyain sama ummahat di pengajian, “Masih single ya ? mau nikah nggak ? banyak ikhwan cari istri lhooo…”, hehehe. Lucu deh ummahat kalo lagi membujuk untuk segera menikah. Saya pun selalu bingung membuat alasan untuk ngeles dari topik pernikahan. Manusia normal pasti pengen nikah, tapi saya sadar bagaimanapun menikah itu nggak bisa dilakukan dengan buru-buru. Saya gak seberani beberapa teman-teman saya yang bisa menikah sambil kuliah. Yah, itu karena setiap orang punya prioritas dan kesempatan yang berbeda.

Orangtua saya memahami hal dengan baik, mereka nggak keberatan saya menikah sambil kuliah dengan beberapa persyaratan dan ketentuan berlaku, hehehe. Itu sih kesimpulan saya dari obrolan santai dengan ortu. Tapi saya tahu pasti ortu ingin sekali melihat saya jadi Sarjana dan mandiri secara mental. Saya nggak bisa memberikan apapun untuk ortu saat ini, tapi saya bisa menyenangkan mereka dengan wujud serius kuliah. Sebagai anak perempuan satu-satunya, saya sadar betul kalo saya masih kekanakan, masih manja. Secara mental dan emosional saya benar-benar belum siap. Saya harus bersabar dalam urusan pernikahan dan meluruskan kembali niatan untuk kuliah sebaik-baiknya. Let it flow ajalah, Insya Allah semua ada waktunya. Allah sebaik-baiknya pemilik rencana.

Mumpung masih lajang, inilah waktu yang tepat buat saya untuk membenahi diri. Laki-laki yang baik kan untuk wanita yang baik pula. Adil !. Nah, yang paling penting ya belajar agama dulu lah, dikuatin iman dan ibadahnya. Trus belajar kewajiban istri, kewajiban suami, hak-hak istri dan hak-hak suami, biar gak jadi istri durhaka. Mulai belajar masak, katanya sih menggaet hati suami itu paling tokcer lewat makanan, hehehe (blushing). Mulai belajar rapih, jangan sampe  kebiasaan suka berantakan dibawa-bawa, kan kasian suami kalo pulang kerja ngeliat rumah amburadul. Mulai belajar sabar dan ngontrol emosi, ini nih yang paling sulit. Mulai mempelajari etiket bergaul dengan orangtua, biar disayang mertua, hahahaha. Banyak juga ya yang harus dipelajari, tapi hidup kan emang proses belajar tanpa henti, iya kan ? iya kan ?.

Udahan dulu ah ngantuk, jadi kemana-mana nih tulisannya…

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: