Semangat Pemuda itu…

Saya kurang menyukai media televisi. Saya muak disuguhi dengan tontonan yang tidak mendidik !. Bahkan ketika saya menonton berita, yang tersaji hanyalah masalah betapa carut marutnya negeri yang saya tinggali ini. Sangat sedikit berita tentang prestasi. Ada aja yang nggak beres, hampir semua nggak bener.

Terbetik dalam fikiran saya, ada bagusnya juga channel siaran Televisi hanya satu kembali seperti zaman dulu ,hanya ada TVRI ! Bagaimana ini ? padahal saya mahasiswi komunikasi, sudah seharusnya saya mengakrabi media televisi untuk selalu up to date isu-isu terkini. Tapi saya nggak kuat untuk menyaksikan potret negeri ini. Sungguh !

Terlebih tadi sore saya iseng-iseng menonton televisi, niat hati untuk menyegarkan fikiran. Sampailah saya pada sebuah channel yang menayangkan tentang audisi Boyband dan Girlband Indonesia. Olalala, dudududu… Miris sekali hati saya dibuatnya. Ribuan pemuda-pemudi datang dengan mental instan sangat bernafsu untuk jadi terkenal. Bergaya bertingkah polah bak superstar tapi  kemampuan dibawah standar, plus ditambahi over confident nggak bisa menilai kemampuan diri sendiri. Nggak ada bagus-bagusnya ! (maaf jika terlalu kasar).

Baiklah, saya bukan siapa-siapa. Toh, saya belum bisa berbuat apa-apa untuk negeri ini, cukuplah komentar-komentar yang lain saya simpan sendiri. Disini saya ingin berbagi pemikiran saya mengenai sosok Pemuda. Yah,memangsumpah pemuda udah lewat, tapi gara-gara nonton audisi yang melibatkan ribuan anak muda tadi, hati saya jadi tergugah.

Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Dari sisi sejarah, pada setiap zaman dan peradaban, kaum muda selalu tampil sebagai agen dan aktor perubahan. Secara kolektif, kaum muda bisa menjadi sebuah ikon pembaharu yang sanggup memberikan pengaruh dan imbas dahsyat dalam kehidupanberbangsa dan bernegara. Hal ini sangat beralasan, sebab dukungan fisik, semangat, dan talenta idealisme yang sangat kuat tercitrakan pada sosok kaum muda.

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)

Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dan itu sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia muda dan para pemuda.

Nabi -Shollallahu alaihi wasallam- beliau bersabda dalam hadits yang shahih, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,” lalu beliau menyebutkan di antaranya, “Seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada Rabbnya.”

Tidak bisa dipungkiri menjadi seorang pemuda kerap kali disinggahi virus-virus provokasi. Nah, jika disangkut pautkan, sikap pemuda Indonesia yang saat ini pastilah terprovokasi media, dan media pun tidaklah selalu menyajikan informasi yang mendidik dan  benar. Pemuda itulah yang harus pintar-pintar memfilter dirinya sendiri. Punya kepribadian menentukan sikap apa yang harus diambil dalam menerima hal-hal baru.

Saya rada kecewa melihat para pemuda yang punya mental latah, serba ikut-ikutan. Nggak bisa bilang tidak untuk hal yang jelas-jelas nggak bermanfaat buat dirinya. Yah, mungkin tekanan pergaulan yang membuatnya demikian. Dianggap kuper, nggak gaul, terserahlah saya tidak peduli !

Seharusnya kita sebagai pemuda melakukan yang terbaik semaksimal yang kita bisa. Ir. Soekarno bilang Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dari sejarah kita belajar kawan, para pemuda-pemuda Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka punya visi dan idealisme yang jelas untuk hidupnya, bahkan untuk negaranya sendiri. Mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan saat itu.

Dalam Islam sendiri begitu banyak para sahabat yang masih muda -radhiallahu ‘anhum- memiliki peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama ini baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Di antara mereka ada Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr ibnul Ash, Muadz bin Jabal, dan Zaid bin Tsabit yang mereka ini telah mengambil dari Nabi -Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- berbagai macam ilmu yang bermanfaat, menghafalkannya, dan menyampaikannya kepada ummat sebagai  warisan dari Nabi mereka. Di sisi lain ada Khalid ibnul Walid, Al-Mutsanna bin Haritsah, Asy-Syaibany dan selain mereka yang gigih dalam menyebarkan Islam lewat medan pertempuran jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kitalah para pemuda yang mewarisi semangat pemuda zaman dahulu kawan !

Saya tidaklah seratus persen berbeda, namun saya sedang dalam proses untuk menjadi pemuda yang berbeda dari yang biasanya. Saya ingin punya kepribadian, saya tidak mau ikut-ikutan jika tidak ada alasan yang benar. Ini hidup saya, saya lah yang harus menentukannnya, bukan karena pergaulan atau tuntutan zaman !

Sungguh saya bahagia terdampar kesebuah majelis ilmu yang banyak memberi pencerahan rohani. Belajar agama langsung dari guru yang terpercaya kedalaman ilmunya dan baik akhlaknya. Berkumpul di masjid  mempelajari kehidupan sang panutan sepanjang masa nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam beserta para sahabat. Belajar langsung dengan kitabnya, jelas keshahihan haditsnya, perawi dan sanad-nya. Alhamdulillah saya terdampar bergabung dengan pemuda-pemuda seperti mereka. Semoga saya termasuk salah satunya, Insya Allah.

“…Seseorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid…” (Bukhari, Muslim, dan At Tirmidzi)

Menjadi berbeda dan asing bukanlah hal yang baru kawan. Bahkan Islam pun hadir ketengah kita dalam keadaan teramat asing.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 “Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”. [HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani]

So, kawan jangan takut untuk berbeda !

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: