Biduran, uuuuhh…

Hampir seharian saya garuk-garuk. Nulis ini pun diselingi dengan garuk-garuk. Semoga saya gak berevolusi jadi sesuatu yang doyan garuk-garuk, hehehehe…

Udah dari kemarin, alergi saya kumat, kumat pas cuaca gak menentu, apalagi musim hujan kayak sekarang. Seluruh permukaan kulit bentol-bentol, bengkak kemerahan yang disertai rasa gatal panas. Uuuuuh gak nyaman, gatelnya ituuu lho serasa mau nangis dibuatnya. Cengeng banget siiih. Kata orang tua sih alergi ini namanya biduran, atau galigato. Setelah sibuk melumuri kulit dengan minyak angin, saya coba googling tentang biduran.

Apa sih biduran itu ?

Urtikaria (urticaria, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit (dan mukosa) yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan (edema) interseluler.

Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung singkat (akut, kurang dari 6 minggu), lama (kronis, lebih 6 minggu) dan berulang (kambuhan).

Berdasarkan angka kejadiannya, disebutkan bahwa sekitar 15-20 % populasi mengalami urtikaria dalam masa hidupnya.

Kemungkinan mengalami urtikaria, tidak ada perbedaan ras dan umur (terbanyak pada kelompok umur 40-50 an) . Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita (60%).

Pada urtikaria akut (berlangsung beberapa jam hingga kurang dari 6 minggu), biasanya dapat diketahui penyebabnya dengan mengamati terjadinya urtikaria, sedangkan pada urtikaria kronis (berlangsung lebih 6 minggu walaupun udah diobati) dan berulang biasanya sulit diketahui penyebabnya.

Terus ada berbagai macam pemicu alergi ini ?

Faktor Pencetus terjadinya urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

Apa saja ciri-ciri alergi biduran ?

Gejala atau tanda-tanda urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran.

Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga yang agak berat yakni bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir membengkak, daun telinga menebal dan adakalanya disertai perut mulas serta rasa demam.

Terus pengobatannya gimana ?

Pada prinsipnya penanganan terbaik pada urtikaria adalah menghindari faktor penyebabnya, namun pada kenyataannya tidaklah mudah. Kadang tiba-tiba alergi langsung muncul tanpa peringatan sehingga sulit mengamati faktor penyebabnya. Kadang penyebabnya dapat diketahui tapi sulit dihindari, misalnya cuaca dingin, debu rumah, dll. Pada urtikaria akut dan ringan biasanya mudah disembuhkan tanpa atau dengan obat-obatan.

Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya:

(1) Antihistamin (H1):

  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya …

Efek samping antihistamin pada umumnya ngantuk, karenanya sebaiknya tidak minum antihistamin saat akan beraktifitas, …

(2) Kombinasi setroid dan antihistamin, (misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dll), diminum 3×1 sehari.

(3) Ephedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.

(4) Adrenalin injeksi. Digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).

Sekali lagi, jenis obat di atas hanya contoh. Mungkin ada yang bertanya, gimana kalo make CTM (chlortrimeton) untuk pertolongan pertama ? Boleh, syukur kalo dengan itu udah sembuh.

Ooooh, udah ngeh sekarang. Kayaknya emang bener nih alergi saya dipicu dari perubahan cuaca yang tiba-tiba jadi dingin. Alhamdulillah nggak pernah kambuh pas ada di ruangan ber-AC. Cukup tahu diri juga alergi saya ini, hehehehe😀.

Dulu sih untuk pengobatan pertama saya memang menggunakan CTM. Tapi setelah konsultasi ke dokter, dokter menyarankan untuk tidak menggunakan CTM terus menerus, katanya sih nggak bagus untuk syaraf. Jadi saya hanya mengandalkan minyak angin kayu putih untuk meredakan gatal. Sejauh yang saya cari tahu, sepertinya belum ada ya obat yang bisa menghentikan alergi ini secara permanen. Semoga aja kedepannya ada dokter yang bisa menemukannya, Amiiiiin ya Allah.

Garuk-garuk😀

UPDATE : Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu saya berobat ke sebuah klinik gara-gara biduran kambuh, saya dikasih obat antihistamin, namanya Lerzin Cetrizine, *bukan bermaksud promosi. Minum obat ini alergi biduran cepat redanya, gatal-gatal dan bengkaknya hilang. Tapi alergi tetap kambuh juga kalo cuaca lagi gak bagus dan badan kurang fit. Hanya saja efek smapingnya itu looooh, nguantuk berat, harus istirahat total jadinya. Obat ini bisa dibeli di apotik dengan harga 5 ribu per papan, saya beli langsung sepapan buat jaga-jaga kalo alergi-nya kambuh lagi, semoga membantu🙂

Tulisan ini bersumber dari google. Untuk informasi lebih lanjut silahkan di obrak abrik google-nya, atau segera ke berobat ke klinik / rumah sakit terdekat.

Tagged: , , , , , , , , , ,

9 thoughts on “Biduran, uuuuhh…

  1. Mila August 6, 2014 at 2:53 pm Reply

    Wah keluhan kita sama Eka, kalau saya aleergi telor dan ikan laut, duh klo sdh biduran gak penak bangettt ngettt …. semakin digaruk semakin gatal, duh🙂 senjatanya cuma bedak salicyl aja, yang aman dan gak pake minum obat🙂

    • Eka Novita August 6, 2014 at 3:02 pm Reply

      Enak dong bisa pake bedak Salicyl aja. Kalo biduran-ku ga mempan, sekalinya alergi kambuh, mata dan bibir ane bengkak kayak kena entup tawon😄. huhuhuuu. Makanya selalu siap sedia cetrizine biar langsung reda biduran-nya…

  2. kasih January 26, 2015 at 4:12 am Reply

    saya juga penderita biduran yg kambuhan.tapi mungkin udah parah y….
    saya sudah konsumsi cetirizin selama 2thn setiap 2x sehari.
    dan sepertinya banyak efek yh saya rasakan…
    sedihnya memikirkannya…

  3. kasih January 26, 2015 at 4:13 am Reply

    maaf maksud saya 2 hari sekali

    • Indra February 22, 2016 at 12:18 am Reply

      Sampe sekarang saya juga sakit gatal alergi dingin ini mbak kamu da ketemu solusinya belom??

  4. David Lesmana May 2, 2015 at 9:57 am Reply

    Sy juga kena nih…kasih dong obatnya

  5. imam June 16, 2015 at 10:06 pm Reply

    salam garuk garuk

  6. ayu November 10, 2015 at 2:58 pm Reply

    makasih mbaa informasi nya. kebetulan lagi kena penyakit garuk2😥

  7. Mendadak Asma | Eka's Voyage April 1, 2016 at 8:48 am Reply

    […] Setelah dua kali berobat tapi ga sembuh-sembuh. Akhirnya saya beranikan konsultasi ke dokter yang lebih berpengalaman. Saya mikirnya, jangan-jangan saya kena sinusitis, TBC, atau paru-paru saya bermasalah. Fikiran saya udah yg negatif aja jadinya. Saat konsultasi, beliau bertanya apakah saya punya riwayat penyakit asma. Seumur-umur saya gak punya asma, dan di keluarga saya juga gak ada yang punya asma. Terus, beliau bertanya apakah saya punya riwayat alergi. Kalo alergi, saya memang punya alergi yang gak jelas pemicu-nya. Pokoknya kalo badan saya nggak fit, kelelahan, kurang tidur atau cuaca tiba-tiba panas terus tiba-tiba dingin, kulit saya langsung bengkak-bengkak merah dan gatal. Kalo emak saya bilang, alergi saya itu namanya biduran/kaligata. Sya udah pernah menceritakan tentang kaligata/biduran itu disini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: