KKN di Desa Sri Gading (Part 1)

Awal bulan Juli kemaren saya di buat maleees banget sama keputusan Kampus yang bakalan tetap melaksanakan program KKN. Dari isu yang beredar di kampus, katanya kampus bakalan menghapus agenda KKN di tahun ajaran 2011. Tapi nyatanya gak sama sekali, kampus semangat banget ngadain KKN, walaupun kayaknya persiapannya keliatan ngasal. Banyak banget kekurangan dalam penyelanggaraan KKN tahun ini. Oh stop ! saya gak mau ngomongin kampus, saya mau ceritain pengalaman saya aja.

Nah awalnya, dari pembagian tempat KKN saya dapat jatah di daerah kabupaten Kampar tepatnya di desa XIII Koto Kampar. Bukannya saya gak mau ditempatkan disana, tapi dalam kondisi hati yang setengah hati gak rela bakalan jauh dari orang tua pas moment Ramadahan (meskipun pada akhirnya cuma dapat jatah pulang 3 hari), maka saya pun mengajukan pindah tempat KKN. Saya minta dipindahkan di daerah Kabupaten Siak aja, biar gak terlalu jauh dari rumah ortu saya yang kebetulan di Siak juga.

Setelah disibukkan dengan urusan mencari partner yang mau diajak change tempat, trus bikin surat pernyataan disertai tanda tangan persetujuan dosen pembimbing, resmilah saya pindah tempat KKN. Horeeeee… akhirnya saya ditempatkan di desa Sri Gading kecamatan Lubuk Dalam Siak.

gerbang menuju desa Sri Gading

Desa Sri Gading ini letaknya gak terlalu jauh dari kota Pekanbaru, kira-kira 2 setengah jam lah kalo naik mobil. Iklim di desa Sri Gading lumayan panas di siang hari tapi dingin banget di malam hari (hampir seluruh daerah Riau iklimnya panas menyengat), jalanannya belum diaspal, terus belum ada fasilitas listrik full time yang ada PLTD (pembangkit listrik tenaga diesel) yang nyala dari jam 6 sore-6 pagi, dan sepanjang perjalanan kita bakalan ditemenin sama suburnya perkebunan kelapa sawit milik warga desa.

Umumnya masyarakat di desa Sri Gading bermata pencarian sebagai petani sawit milik sendiri. Jadi masyarakat disini hidupnya makmur sekali, rumah-rumah di desa Sri gading pun udah sama kayak rumah-rumah masyarakat perkotaan, udah gedong lah ! Kita-kita yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Sri Gading jadi heran sendiri ngeliatnya, gak seperti gambaran desa yang kami bayangkan.

Nah, selanjutnya dimulai lah masa-masa perkenalan dengan teman-teman satu kelompok KKN, yang notabene gak saling kenal sama sekali. Kita-kita emang kuliah di Universitas yang sama tapi gak pernah ketemu sama sekali lantaran beda jurusan. Alhamdulillah selama masa-masa KKN nyaman-nyaman aja berinteraksi dengan mereka, kalopun ada konflik, yah konflik kecil-kecilan aja, masih wajar lah. Kemudian hasil dari kesepakatan bersama, maka ditunjuklah Wahyu sebagai koordinator desa, Ryan sebagai wakil kordes, Fitri sebagai sekertaris, dan Elfi sebagaia bendahara. Tinggallah Eka (saya sendiri), Yanti, Fadzlan, Indra, Joko, dan Putra sebagai anggota yang budiman, senantiasa mendukung dan membantu satu sama lain. Tsaaaaaaah…

Selama KKN kami tinggal disebuah rumah milik Pak Haji Jamiran yang sengaja dibiarkan kosong, Alhamdulillah nyaman meskipun gak ada kamar mandi dan toilet nya. Jadilah awal-awal KKN kami rame-rame mandi menumpang di rumah warga, trus akhirnya kita rame-rame buat kamar mandi sama toilet dadakan yang sederhana banget.

Posko Desa Sri Gading


Pembuatan toilet darurat

Selama dua bulan disini kegiatan kita macem-macem, meskipun rasanya kegiatan kita kurang maksimal. Kurang maksimal disini karena kita kebingungan mau bikin program kerja yang dibutuhkan masyarakat. Masyarakat disini umumnya bekerja sebagi petani sawit jadi mereka sebenernya sangat butuh informasi-informasi seputar pertanian kelapa sawit. Berhubung kita-kita gak ada yang dari jurusan pertanian, jadilah kita dibuat bingung dengan program kerja selama disini… Hadeeeeh.

Alhamdulillah setelah konsultasi dengan Pak Kepala Desa yang sangat welcome, kami pun mendapat inspirasi, yaitu ngadain Bimbingan Belajar gratis buat anak-anak disana dari SD sampe SMA untuk semua mata pelajaran, hebat gak tuh ! Terus kegiatan kami selanjutnya cuma ikut-ikut semua kegiatan yang diadain masyarakat desa dan Karang Taruna tentunya. Dari jadi panitia perlombaan ini-itu, jadi wasit di pertandingan ini-itu, ngadain seminar kesehatan reproduksi dan pergaulan bebas,ikut lomba jalan santai se-Kecamatan, terus jualan takjil di bulan Ramadhan. Ini deh sebagian foto-foto kegiatan kita sehari-hari selama KKN.

Pembukaan Bimbel Gratis

Anak-anak desa Sri Gading

Bersih-bersih perpustakaan desa

Lomba jalan santai se-Kecamatan

main sepeda di kantor desa

jalan-jalan sore

Narsis-an di posko

Pembukaan seminar kesehatan reproduksi

Selesai Tarawih

Selama KKN di Sri Gading, kita-kita merasa nyaman, masyarakatnya mayoritas orang suku Jawa. Kebetulan hampir semua masyarakat desa ini adalah transmigran dari Jawa Timur. Masyarakatnya ramah-ramah, baik-baik banget. Anak-anak desa nya excited banget dengan kehadiran kami. Sampai posko KKN kami jadi taman bermain buat anak-anak di desa. Anak-anak cenderung lebih dekat dengan kakak-kakak yang laki-laki daripada kakak yang perempuan, heheehehe… Sebenernya masih banyak banget kegiatan, n’ pengalaman-pengalaman kita selama KKN. Tapi gak semuanya bisa ditulisakan disini. InsyaAllah bakalan bersambung kok, hehehe…

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

One thought on “KKN di Desa Sri Gading (Part 1)

  1. chy-meong November 4, 2011 at 9:05 pm Reply

    ih,,,,
    kakak zahra narsis….
    majang-majang dang
    hahahhahahahahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: