Our Destiny

Kadang ada untungnya juga di abaikan, menjauhi  obrolan-obrolan , dan sedang tidak mood berbicara dengan siapa-siapa. Saya bebas berkelana dengan pikiran saya sendiri. Saya bisa bebas terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan baru yang terlintas di otak. Dari kemarin ini fikiran saya disibukkan dengan permasalahan takdir.

Saya fikir, hidup yang kita jalani sungguh penuh kejutan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa saat nanti. Semua yang kita jalani sungguh diliputi misteri. Kadang kita merasa semua yang terjadi sungguh kebetulan. Namun bukankah dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang kebetulan. Allah telah mengaturnya dengan ketetapan  yang sebaik-baiknya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis pada kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.[Al Hadid : 22]

Siapa yang tahu kalau nanti kita akan mendapatkan hadiah yang sangat kita inginkan. Siapa tahu nanti kita akan jatuh dari sepeda motor.  Siapa yang tahu kita ditakdirkan menjadi anak dari orang tua kita. Siapa yang tahu kapan kita akan pergi untuk selamanya, Hanya Allah sajalah yang tahu semua itu…

Allah-lah yang telah menuliskan segala sesuatu yang diketahuiNya di Lauh Mahfuzh sebagai ketetapan takdirNya. Ketetapan takdir ini terjadi limapuluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit-langit dan bumi.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ. رواه مسلم

“Dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : “Allah telah menuliskan ketetapan segenap takdir bagi segenap makhluk, sebelum Allah menciptakan langit-langit dan bumi dengan jarak limapuluh ribu tahun”. Beliau bersabda: “Sedangkan ‘arsyNya berada di atas air”. [HR Muslim].

Saya menemukan sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang takdir yang dijalani manusia :

Dari Ali Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau n pernah mengiringi jenazah seseorang ke kuburan, lalu beliau mengambil sebatang kayu sambil memukul-mukulkannya ke tanah. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada seorangpun di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempat duduknya; apakah di neraka atau di surga”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kalau begitu apakah kita tidak bergantung (pada nasib) saja?” Beliau menjawab: “(Tidak), berbuatlah, karena masing-masing akan dimudahkan (menuju takdir yang ditetapkan untuknya),” Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Al Lail ayat 5-10″. [Hadits yang muttafaq ‘alaih].

Kemudian para sahabat lalu menyatakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, bukankah kami lebih baik menunggu takdir saja dan tidak usah berbuat apa-apa?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menolak pernyataan mereka seraya menjelaskan: “Tidak!! Tetapi kalian harus tetap berbuat, sebab masing-masing akan dimudahkan menuju takdir yang ditetapkan baginya”.

Jelaslah bagi saya, bahwa kehidupan yang kita jalani telah diatur sepenuhnya oleh Allah Yang Maha Pencipta. Apa lagi yang harus kejar. Tidaklah enak menjalani hidup dengan segudang ambisi. Belum lagi kalau ambisi itu malah menjauhkan saya dari hakikat hidup yang sebenarnya. Semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dalam sebuah pengajian, ustadz mengatakan bahwa manusia janganlah berpanjang angan-angan.

Hidup yang kita jalani saat ini diiringi dengan rasa kepasrahan dan perjuangan. Kita harus pasrah menerima takdir kehidupan yang telah ditetapkan oleh Allah, namun juga diiringi sikap penuh perjuangan melakukan semua hal sebaik-baik  yang kita mampu. Semoga Allah memudahkan kita mendapatkan takdir yang baik. Semoga kita menjadi manusia yang tidak berputus asa dari rahmat Allah, dan terus bersemangat memperbaiki diri.

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersbda : “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Semoga hati saya tetap istiqomah untuk terus belajar agama, saya tidak ingin ruh saya kering kerontang terkontaminasi parah dengan kehidupan keras di zaman ini. Sungguh menggapai hidayah itu lebih mudah daripada mempertahankannya.

Tagged: , , , , , ,

One thought on “Our Destiny

  1. chy-meong November 4, 2011 at 9:10 pm Reply

    lebih baik menjalani takdir dengan sebaik-sebaiknya
    dari pada mengubahnya
    karna harus berjalan tertatih dulu
    i think………..
    berjalan sambil memperbaiki mungkin itu lebih baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: