Perdebatan

Tadi siang menjelang sore hati saya bener-bener mangkel, kesel !!! Kesel lantaran sebuah lontaran pedas yang keluar dari seorang rekan kuliah saat membahas sebuah permasalahan antara agama dan budaya. Awalnya tidak ada niat untuk berdebat sama sekali, hanya ingin menyampaikan argument yang saya anggap benar. Tapi siapa sangka ini jadi menyulut perdebatan yang alot. Saya memebela idealisme beragama saya, dan dia membela idealisme berbudayanya. Bagi saya, yang saya sampaikan tidaklah salah, dan dia juga tidak sepenuhnya benar. Kita saling belajar, wajar ada kesalahan.

Saya sangat kukuh namun santai ketika proses pedebatan itu terjadi, saya haqul yakin mengatakan hal yang benar. Saya nggak menyangka, rekan saya tersebut terpancing emosinya dan mengatakan hal yang sangat-sangat tidak mengenakkan… Spontan saya marah, sakit hati, namun setidaknya sisi rasional saya masih berfungsi, saya masih bisa tenang mengendalikan diri. Saya mencoba mendengar apa yang ia sampaikan dengan muka tersenyum (senyum pahit, gleeeek !!!)…

Diantara rasa sakit hati yang menjalari hati saya, jleeeebbb !!!!… Astaghfirullah, ingatlah saya pada satu isi pengajian dimana disana dikatakan, sebagai seorang muslim hendaklah tidak memperdebatkan sesuatu yang ia tidak tahu landasan ilmunya.

Nabi yang mulia bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam”. (HR. Bukhari).
Imam Ahmad rahimahullah berkata : “Pokok-pokok sunnah di sisi kami adalah berpegang teguh dengan apa yang para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atasnya dan mencontoh mereka. Meninggalkan semua bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat. Meninggalkan permusuhan dan (meninggalkan) duduk bersama orang-orang yang memiliki hawa nafsu. Dan meninggalkan perselisihan, perdebatan dan permusuhan dalam agama”.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dimurka oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat”. (HR. Bukhari)

Nabi yang mulia bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam”. (HR. Bukhari).

Hmmm,,, ditengah perdebatan saya jadi kehilangan selera menanggapi argumen ngotot rekan saya itu. Sungguh benar-benar kehilangan selera untuk berdebat lagi, efek dalamnya sakit hati serta penyesalan di hati, berdebat untuk hal yang tidak membawa pada kebenaran dan manfaat malah menjerumuskan saya ke dalam permusuhan. Alhamdulillah akhirnya sakit hati saya sepanjang sore tadi sudah mereda di bawa hujan…

Lain kali saya akan diam dan berhati-hati, tidak mau lagi terpancing trus ngotot untuk berdebat masalah-masalah seperti itu lagi. Cukup sudah !!! lebih baik saya belajar dan menggali ilmu lebih dalam lagi, dan jika saya sudah bisa menata hati dan tutur kata dengan lebih baik, maka saya baru akan berani memberikan hujjah kepada rekan saya itu. Peristiwa ini benar-benar pelajaran berharga. Semoga untuk ke depannya saya tidak akan mengulanginya lagi. Amiiin, wallahu’alam musta’an.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl : 125)

Tagged: , ,

One thought on “Perdebatan

  1. A Nizami January 18, 2013 at 6:45 pm Reply

    Larangan berdebat agar ummat Islam tidak berbantah-bantahan dan jadi lemah serta penakut:

    “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al Anfaal 46]

    Nabi bersabda:
    “Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian masih bersatu, maka jika kalian sudah berselisih maka berdirilah darinya”. [Shohihain]

    Dan dalam Al-Musnad dan Sunan Ibnu Majah –dan asalnya dalam Shohih Muslim- dari ‘Abdullah bin ‘Amr :
    “Sesungguhnya Nabi SAW pernah keluar sedangkan mereka (sebagian shahabat-pent.) sedang berselisih tentang taqdir, maka memerahlah wajah beliau bagaikan merahnya buah rumman karena marah, maka beliau bersabda : “Apakah dengan ini kalian diperintah?! Atau untuk inikah kalian diciptakan?! Kalian membenturkan sebagian Al-Qur’an dengan sebagiannya!! Karena inilah umat-umat sebelum kalian binasa”.

    Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/01/09/jangan-berdebat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: